Cinta Ratu Tourmaline dan Penyair Jalanan

Semenjak Pangeran Jade mangkat di usia muda, tahta Kerajaan Timur Jauh digantikan oleh istrinya yang jelita bernama Ratu Tourmaline. Saking cintanya kepada Pangeran Jade yang telah tiada itu, Ratu Tourmaline selalu bertindak seolah-olah suaminya itu masih ada di sampingnya.

Misalnya ketika menikmati jamuan makan, ia minta protokol istana untuk menyediakan kursi dan piring kosong yang diperuntukkan bagi suaminya. Tak hanya itu dalam pertemuan-pertemuan kenegaraan pun selalu ada kursi kosong di sampingnya. Perilaku lain yang dianggap aneh oleh para kerabat istana yakni Ratu Tourmaline menutup wajahnya dengan cadar.

Cadar yang dikenakan Ratu Tourmaline untuk menutupi kecantikannya. Ia tak ingin ada lelaki lain yang menikmati kecantikannya yang menakjubkan itu dan hanya untuk Pangeran Jade belaka. lanjutkan baca

Dongeng Romeo & Juliet di Tahun Monyet Api

Dalam rangka merayakan Imlek 2567 Kyai Google hari ini menampilkan doodle delapan monyet yang bergelantungan pada sebuah dahan pohon yang melambangkan tahun ini bershio monyet.

Lopburi, Thailand pada suatu ketika.

Ada dua kelompok besar kawanan monyet, yang satu bermarkas di sebuah kuil tua dan yang satunya di pasar kota. Masing-masing kawanan mempunyai bos besar yang bertugas mengorganisir kelompok monyet tersebut, termasuk melarang anggota kawanan untuk masuk ke wilayah teritori kawanan lain. lanjutkan baca

Kyai Sala dan mayat Raden Pabelan

Dongeng di bawah ini merupakan kelanjutan Cinta Playboy Berakhir Tragis.

Sultan Hadiwijaya menghela nafas panjang, ia telah puas telah membunuh lelaki yang menodai anak gadisnya. Ia cabut kerisnya dari tubuh Raden Pabelan, maka darah segar mengalir dari dada anak lelaki Tumenggung Mayang itu.

Para prajurit yang berada di sekitar istana keputren berdiri kaku menyaksikan junjungan mereka membunuh kekasih sekar kedaton. Mereka terkejut ketika Sultan memberikan titah.

“Buang mayat Pabelan ini ke Bengawan dan panggil Tumenggung Mayang untuk menghadapku!” lanjutkan baca