HM

“Pelangiku,” bisik Bumi, “tataplah aku”.
Tangan Bumi menyentuh lembut bahunya. Temaram cahaya di kamar itu cukup bagi mereka berdua untuk saling bertatapan dan entah siapa yang memulai, mereka membiarkan diri hanyut dalam pelukan. Pelangi merapatkan tubuhnya erat-erat seakan takut kehilangan sesuatu yang telah dia temukan. Bumi pun menyambutnya, melindunginya.

Kembali, mereka saling menatap, embusan angin yang dahsyat seakan memenuhi ruangan, menyapu semua ketakutan, keraguan dan kegelisahan. Penuh kerinduan, tangan mereka saling bersentuhan, mereka berciuman. Inikah angin atau apikah yang menelan mereka? read more

Cinta Playboy Berakhir Tragis

Di masa kerajaan Pajang dulu, tersebutlah nama Raden Pabelan putra Tumenggung Mayang, salah satu menteri kepercayaan Sultan Pajang Hadiwijaya. Pabelan mempunyai wajah yang sangat tampan, konon di wilayah Pajang tidak ada yang mampu mengalahkan indahnya paras mukanya itu. Tetapi, sifat Pabelan tidak seelok wajahnya. Pabelan seorang playboy. Jari-jari tangan tidak akan cukup untuk menghitung sudah berapa wanita yang menjadi korban Pabelan. Baik yang masih perawan, janda atau bahkan yang masih menjadi istri orang.

Tumenggung Mayang tentu saja malu atas perilaku Pabelan dan selalu gelisah memikirkan kelakukan anak laki-laki satu-satunya itu. Kelakuan Pabelan mengancam kedudukannya sebagai tumenggung, karena dia telah mendapatkan peringatan keras dari Sultan Pajang agar menghentikan tingkah Pabelan yang buruk itu. Satu-satunya jalan, dia harus membunuh Pabelan, putranya sendiri. read more