Lelaki penjual dongeng

Akulah lelaki penjual dongeng. Siapa yang ingin mendengar dongeng dari mulutku cukup membayarku dengan sepiring nasi dan lauk ala kadarnya. Aku mendongeng untuk mempertahankan hidup.

Dongeng yang aku ceritakan tidak sembarang dongeng, sebab aku tak ingin memberikan kisah yang sia-sia belaka. Ada nasihat dan hikmah terselip di dongeng-dongeng yang aku ceritakan.

***

“Wahai lelaki penjual dongeng. Dapatkah engkau ceritakan dongeng tentang tidak boleh iri dengan keberuntungan orang lain?” pinta saya kepada lelaki penjual dongeng, suatu ketika.

“Syahdan …,” lelaki penjual dongeng memulai kisahnya. lanjutkan baca

Retno Dumilah pun manut

Kemonceran Kadipaten Purabaya yang diperintah oleh seorang perempuan yang bernama Retno Dumilah itu membuat Senopati penguasa Mataram ingin menaklukkan Purabaya dalam serangan besar-besaran. Siapa sangka, prajurit Mataram yang terkenal gagah berani itu kalah perang melawan prajurit Purabaya. Tak tanggung-tanggung, Adipati Retno Dumilah sendiri yang menjadi panglima perangnya.

Prajurit Mataram kocar-kacir dan akhirnya mundur teratur kembali ke Mataram. Senapati jengkel betul dengan situasi semacam itu. Ia merasa dipermalukan oleh seorang perempuan. Maka, Senapati mengatur siasat. lanjutkan baca

Gejolak cemburu Pranacitra

ketika ku bertanya
mengapa engkau kirimkan air mata
kepada gurun-gurunku yang terik

ketika ku bertanya
sisi mana yang hendak akan kau jangkau
pelabuhan mana yang hendak kau sandar

sedang rembulan di tanganmu
belum jua membelah malam tuk dibaringkan
pada bantal yang slalu basah
karna air mata tak cukup mengucap cinta

Pranacitra hafal luar kepala lirik lagu “Cemburu” yang biasa dinyanyikan oleh Nino (RAN) feat Raisa di atas itu. Semenjak insiden Anggrek untuk Mendut tempo hari, ia tak pernah bertemu lagi dengan kekasih hatinya itu. Ia rindu bercampur cemburu, cuma kali ini lebih banyak cemburunya. lanjutkan baca