Kuliner Karawang Semakin Semarak

Dahulu, sepuluh tahun lalu, pilihan tempat makan di Karawang sangat sedikit, seperti Pepes Walahar, RM Alamsari dan RM Dukuh. Perkembangan industri di Karawang bagian selatan ikut memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena semakin banyak karyawan pabrik yang mengambil tempat tinggal di sekitar Kota Karawang. Sepertinya hal ini yang menjadi pertimbangan RM Alamsari mengembangkan bisnisnya dengan membuat rumah makan di interchange Karawang Barat.

Pengamatan saya, rumah makan ini tidak pernah sepi, apalagi kalau hari jumat malam, penuh dengan karyawan pabrik dan hari minggunya tidak sedikit keluarga yang menikmati makan di sana. Pertumbuhan tempat makan sangat cepat, bermunculan dengan konsep sama dengan Alamsari. Tapi tidak sedikit rumah makan yang gulung tikar.

Beberapa waktu lalu, dibuka RM Lebaksari Indah dan RM Dewi Air, dua-duanya ada di interchange Karawang Barat dan cukup ramai dikunjungi penikmat makanan berkantong tebal.

Entah ini karena pengaruh acara kuliner yang hampir setiap hari ada di TV atau karena memang permintaan pasar, tempat makan di Kota Karawang semakin banyak pilihan terutama warung-warung tenda.

Pertumbuhan ini dimulai ketika warung tenda tergusur dari Resinda, beberapa di antaranya menyebar di sepanjang interchange Karawang Barat sebut saja depan kantor pajak, di depan Graha Karawang (termasuk di seberangnya) atau di depan Perum. Karaba Indah.

Tidak kalah pesatnya, pertumbuhan warung tenda di sekitar bunderan RSUD, hal ini menambah lengkapnya tempat kuliner selain Bakso Malang Resto yang telah ada duluan. Dari bunderan ada Zien Café & Resto (baru beberapa hari ini dibuka), RM Tenda Biru,  sebelah Bakso Malang ada RM Kangen, yang menjual konsep makanan khas Sunda dengan lesehan. Di seberangnya terdapat lahan kosong yang disulap menjadi areal khusus warung tenda (ada tempat lain yang seperti ini yaitu di seberang pintu masuk Resinda).

Di sekitar foodcourt Galuh Mas juga banyak warung tenda, bahkan dibuatkan tempat khusus. Lalu makanan apa saja yang dijual di warung tenda tersebut? Macam-macam, kita tinggal memilih sesuai selera : sate maranggi, bebek bakar/goreng, sea food, makanan sunda/jawa, dan lain-lain.

Tempat kuliner yang saya rekomendasikan untuk Anda datangi : Bakso Malang Resto, Bakso Soponyono Perumnas Telukjambe, Alun-alun Fried Chicken, Nasi Goreng 99 dekat Kantor Dinas Perindustrian, Sate Solo Pak Min dekat jembatan gantung, Tongseng Pak Dadi, sebelah masjid Raya Telukjambe, Soto Lamongan sebelah kolam renang Prakasa, Bakmi Jawa depan Toko GM Fashion, Tongseng/Gulai Gunung Kidul Jln. Niaga, Nasi Kucing plus wedang jahe depan kantor PLN, Wedang Ronde depan RS Bayukarta, Seafood depan gereja Jl. Kertabumi, bebek bakar Favorit depan Bank Simas, nasi uduk pasar baru (kalau pagi), bubur ayam telur puyuh depan kantor Telkom Alun-alun (kalau pagi), Aneka Rasa (masakan jawa) Jl. Juanda, mie/bubur ayam Bandung depan pasar baru, depan BNI atau GOR, gado-gado mang Saat depan toko Hari-Hari Jl. Tuparev, bubur kacang ijo depan stasiun, atau barangkali Anda bisa memberikan informasi tambahan ke saya?

Primbon Watak Manusia

Seorang teman menyarankan saya untuk menulis tentang primbon terutama neptu hari dan pasaran untuk mengetahui watak manusia berdasarkan hari lahir. Tidak ada salahnya saya memenuhi permintaannya, hitung-hitung ikut melestarikan budaya Jawa dan primbon salah satu kekayaan yang dimiliki oleh orang Jawa. Saya pun membuka dan membaca buku-buku yang ada di Ruang Buku Padeblogan, dan inilah ringkasannya. lanjutkan baca

Degradasi Lahan Pada Areal Pertanian

Secara umum degradasi lahan dapat diartikan sebagai menurunnya kualitas lahan. Salah satu tindakan yang sering mengakibatkan menurunnya kualitas lahan adalah pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang tidak memperhatikan azas keseimbangan dan kelestarian. Di daerah pedesaan, terutama pada lahan pertanian memburuknya kualitas lahan disebabkan oleh penggunaan pestisida, pemupukan, atau penggunaan lahan dengan satu jenis penggunaan secara terus menerus untuk beberapa musim.

Bagaimana jika lahan pertanian di Indonesia banyak mengalami degradasi lahan, sementara di lain pihak kita ingin mempertahankan swasembada beras? Untuk dapat mempertahankan prestasi tersebut, mau tidak mau kita harus mampu mengantisipasi agar lahan pertanian yang ada tidak mengalami penurunan kualitas.  lanjutkan baca