Bertahan lama

mBak Oprah mengajak saya mendatangi studionya. Sepi. Pada sebuah panggung yang berisi tiga kursi, ia mempersilakan saya duduk.

“Di sinilah panggung saya saat membawakan acara The Oprah Winfrey Show. Acara ini setelah 25 tahun ditayangkan, secara resmi tamat dengan episode terakhir pada 25 Mei tiga tahun lalu,” ujar mBak Oprah sambil tersenyum.

“Dua puluh lima tahun untuk sebuah tayangan yang mencerahkan seperti itu merupakan prestasi yang luar biasa, mBak,” kata saya.

Semua orang tahu,  acara bincang-bincang yang dibawakan oleh Oprah Winfrey itu adalah acara talk show dengan rating tertinggi pada sejarah televisi Amerika. Kalau di Indonesia, kita punya Kick Andy.

Kenapa acara seperti itu mampu bertahan hingga 25 tahun? Saya tak hendak mengulasnya.

***

Pada beberapa kesempatan, relasi saya bertanya sudah berapa lama saya bekerja di perusahaan yang sekarang. Saya menjawab: lebih dari 20 tahun atau 25 tahun kurang sedikit. Relasi saya itu – biasanya – menunjukkan ekspresi terkejut dan bertanya lebih lanjut kenapa bisa bertahan lama.

Ia akan semakin heran ketika saya jawab bahwa beberapa teman kantor saya bahkan lebih bertahan lama dari pada saya. Anda perlu tahu, meskipun kami telah bekerja hampir atau lebih dari seperempat abad, kami bukan seperti kumpulan orang-orang jompo.

***

Setiap pagi saya bertemu dengan Mas Ucok yang mengantarkan beberapa koran di kantor saya. Lelaki yang berasal dari lereng Tidar itu juga bertahan lama dengan profesinya: loper koran.

Pertama kali saya mengenalnya di awal tahun 1994 lalu – saya berlangganan koran padanya – ia masih berjalan kaki dalam mengantar koran, lalu menggunakan sepeda dan kini sudah menggunakan motor. Sampai sekarang saya masih berlangganan koran dan majalah darinya, meski yang mengantar koran ke rumah adalah anak buah Mas Ucok.

Kisah Mas Ucok ini pernah saya tulis di artikel berjudul Jadi Juragan Rumah Petak

***

Tentu saja masih banyak orang yang bertahan lama di profesinya, entah memang karena sudah menjadi pilihan hidupnya atau ia tak bisa menghindar dari keadaan hingga terpaksa menjalaninya.