Bang Maman dari Kali Pasir

Anda kenal nggak dengan Bang Maman yang rumahnya di Kampung Kali Pasir itu? Ia kini menjadi seorang selebritis. Semua media membicarakan kehidupan pribadinya, mulai media online, koran, majalah, televisi dan tentu saja di radio. Siapa Bang Maman?

Anak-anak SD di Jakarta sudah kenal kok dengan Bang Maman ini, karena kisahnya dituturkan dalam Buku Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) Kelas 2 SD.

Versi tahun 2008:

Bang Maman dikenal sebagai pedagang buah keliling di daerah Kali Pasir. Bang Maman memiliki seorang anak perempuan bernama Ijah.

Istri Bang Maman telah meninggal dunia. Semenjak istri Bang Maman meninggal Bang Maman membesarkan Ijah anaknya dengan berdagang buah keliling. Bang Maman hanya berharap kelak Ijah dapat kawin dengan orang kaya.

Banyak orang iba kepada Ijah salah satunya adalah keluarga pak Darip. Tidak terasa Ijah telah dewasa. Bang Maman juga sudah tua. Suatu malam Bang Maman memanggil Ijah untuk diajak ngobrol. Bang Maman menanyakan sesuatu kepada Ijah yaitu jodoh si Ijah sebab selama ini Ijah tidak terlihat memiliki teman laki-laki walaupun Ijah sudah dewasa. Tetapi Ijah tidak menjawab pertanyaan ayahnya, sebab dia memang tidak punya teman laki-laki.

Saat itu Bang Maman berkeinginan menjodohkan Ijah dengan anak pak Darip yang bernama Salim dan sudah dikenal lama oleh Ijah.

Salim adalah anak tunggal pak Darip sifatnya masih kolokan tetapi tidak sombong walaupun Salim anak orang kaya. Pak Darip memiliki banyak sawah dan kebun. Sawah dan kebun pak Darip diurus oleh Kusen. Keluarga Darip tinggal menerima hasil panen sawah dan kebunnya.

Salim dan Ijah sudah lama kenal maka saat Bang Maman menanyakan keinginan pada pak Darip untuk menjodohkan Salim dengan Ijah keduanya setuju. Salim dan Ijah dinikahkan. Tak lama dari pernikahannya pak Darip jatuh sakit dan akhirnya pak Darip meninggal.

Sejak meninggalnya pak Darip, Kusen yang ditugasi mengurus sawah dan kebun mulai berniat jahat. Secara diam-diam Kusen menjual sawah dan kebun pak Darip. Kusen tidak lagi mengirim hasil panen kepada Salim anak pak Darip almarhum.

Setelah berhasil menjual beberapa sawah dan kebun pak Darip, Kusen kabur dari kampung. Pergi jauh dari kampung Salim, sehingga Salim jatuh miskin. Salim bekerja apa adanya untuk menghidupi keluarganya.

Melihat kehidupan Salim yang susah, Bang Maman merasa malu. Bang Maman berniat memisahkan Ijah dengan Salim. Akhirnya mereka bercerai. Kini Ijah menjanda.

Suatu saat Ijah dilamar dan menikah dengan Ujang yang dikenal kaya. Tetapi Bang Maman kena batunya. Saat menikahkan Ijah dan Ujang, polisi datang menangkap Ujang yang tidak lain adalah salah satu gerombolan rampok. Bang Maman malu. Mendengar itu Salim iba kepada Ijah.

(Sumber: http://worowiri.multiply.com/journal/item/5/Bang_Maman_dari_Kali_Pasir)

Versi sekarang yang lagi ramai karena faktor “istri simpanan” itu:

Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.

Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.

Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.

Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.

Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah. Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.

Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan Gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.

Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.

(Sumber: http://metro.vivanews.com/news/read/303861-cerita-tentang-istri-simpanan-di-pelajaran-sd)

Bagusan versi yang mana?

(Visited 1 times, 1 visits today)