Cinta Rupiah

Sebagian kalangan pada dunia usaha sedikit ‘kalang-kabut’ menyikapi Peraturan Bank Indonesia No. 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI yang efektif berlaku tanggal 1 Juli 2015, pasalnya selama ini mereka terbiasa melakukan transaksi dengan menggunakan mata uang asing. Tak terkecuali, para ekspatriat yang selama ini digaji dengan mata uang asing, kini harus menerima gaji dalam Rupiah.

Salah satu latar belakang BI menerbitkan peraturan tersebut adalah untuk mewujudkan kedaulatan Rupiah di wilayah NKRI dan untuk mendukung tercapainya kestabilan nilai tukar Rupiah, sehingga perlu diterapkan kebijakan kewajiban penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. lanjutkan baca

Mereka kini bisa membeli mobil

Mari melihat data produksi kendaraan tahun 2014 yang disajikan oleh Gaikindo: Tipe sedan (39.658 unit), Tipe 4 x2 (761.928 unit), Tipe LCGC (185.058 unit) dan Tipe Lainnya (311.879 unit) atau total produksi = 1.298.523 unit kendaraan.

Siapa konsumen yang membeli kendaraan yang diproduksi sebanyak itu? Jawabannya adalah masyarakat kelas menengah baru. Menurut Lester Thurow (1987) kelas menengah didefinisikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan dalam rentang antara 75% dan 125% dari median pendapatan perkapita (ini studi di AS). lanjutkan baca

Di mana Aung San Suu Kyi?

Dialog imajiner dengan Aung San Suu Kyi.

Kaum yang paling tersiksa di dunia itu akhirnya mendarat di Bumi Aceh. Dengan tangan terbuka dan hati yang ikhlas warga Aceh menyambut dan menolong para pengungsi Rohingya tersebut. Hatiku miris betul menonton dan membaca berita tentang penderitaan mereka.

Hanya doa dan sedikit bantuan dana yang bisa aku lakukan untuk meringankan beban penderitaan mereka. Takmir mesjid perumahan tempat tinggalku sengaja memasang kotak amal di tengah pintu masuk bertuliskan “Donasi untuk Rohingya”. lanjutkan baca