Masih kuat nulis, Mas?

Sejak sepuluh hari terakhir bulan Desember 2015 saya mulai intens menorehkan tulisan di The Padeblogan ini. Rasanya saban hari saya bisa mempublikasikan satu artikel, padahal menulis di blog ini sedang malas-malasnya. Saya sendiri juga heran kenapa bisa dengan begitu mudah menulis dan langsung menjadi postingan.

Padahal saya ngeblog menggunakan hape, loh!

Dengan jari satu – jari telunjuk kanan – saya menutuli satu-satu aksara untuk dirangkai menjadi kata kemudian menjadi kalimat. Sejauh ini saya sedang tidak fakir paket internet, jadi enjoy saja membuka dashboard WP dan langsung mengetik artikel di sana. Tapi jika sedang mampet ide, saya buka-buka file tulisan lama hanya sekedar untuk menghidupkan lentera di otak saya. lanjutkan baca

SOC-KRW lancar jaya

Selama sepuluh hari saya tinggal, Kyai Garuda Seta terparkir di SOC dan meminta tolong ke mbak N untuk memanasinya, secara rutin. Sebelumnya saya sudah melakukan konsultasi dengan pihak bengkel dan ternyata tidak begitu aman jika hanya mencabut aki. Mereka menyarankan untuk dipanasi saja setidaknya 3 hari sekali.

Minggu, 3 Januari 2016 saya meninggalkan SOC sekitar jam 10-an setelah sebelumnya ngedrop Kika ke stasiun Purwosari. Ia akan kembali ke JOG dengan menggunakan KA Sidomukti. lanjutkan baca

Perkara janji

Mas Arul, aku sudah mau pulang ke Tanah Air nih. Janjimu di CGK yang akan menemuiku di Ummul Quro tanggal 27 Des, sepertinya meleset. Tak apa, mungkin kita memang belum berjodoh untuk berjumpa.

Karena pada subuh kemarin tak ada yang mendampingi ibu masuk masjid dan selama shalat, saya menggunakan strategi Darren McCord (Van Damme) dalam film Sudden Death (1995). Dalam film diceritakan, ia sedang mengajak kedua anaknya menyaksikan pertandingan hoki Chicago Blackhawks League. Ternyata di stadion tersebut sedang dikuasai teroris. lanjutkan baca