Bayar hutang

Beberapa kali dalam kesempatan melayat aku mendengar pesan dari keluarga marhum kepada para pelayat, yang memintakan maaf bagi marhum jika ada kesalahan  dan jika marhum punya hutang agar para hadirin memberitahukan kepada keluarganya untuk diberesi hutang-hutang tersebut.

Mumpung masih punya waktu delapan hari, aku ingin melunasi hutang-hutangku, baik hutang kesalahan maupun hutang materi. Sebenarnya sih, hutang materiku tak banyak: ada kreditan motor yang dua bulan lagi lunas dan hutang di koperasi yang dipotong dari gaji bulananku. Akhir bulan ini, beres.

Aku ingat sebuah doa yang diajarkan Kanjeng Nabi untuk melepaskan diri dari hutang yang melilit kehidupan, bunyinya seperti ini: Continue reading

Posted in NgajiDiri | Tagged

Ketemu Gus Mus

Hari ini aku ingin ke Pesantren Raudlatuth Tholibin Rembang, untuk bertemu dengan KH. Mustofa Bisri atawa Gus Mus.  Aku akan minta pencerahan beliau mengenai sebuah hadis Nabi:

Suatu ketika Kanjeng Nabi bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.” Ternyata Kanjeng Nabi mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” Continue reading

Posted in NgajiDiri |

Poconggg Juga Pocong

Mungkin saking eman-emannya kepada anak-anak, saya sering menganggap mereka masih kecil yang tak boleh ini-itu atawa boleh ina-ini tetapi dengan pengawasan dan persyaratan yang cukup ketat. Rupanya jaman berubah demikian cepat, dan nggak pas lagi kalau saya membandingkan dengan jaman saya dulu ketika seusia mereka.

Lila bercerita kalau ia dan kawan-kawannya nonton film Poconggg Juga Pocong di gedung bioskop. Hah?! Ya, hari ini ia libur sekolah. Tadi pagi ketika saya bangunkan ia bilang libur.

“Dengan siapa kamu nonton, Lil?”

Ia menjawab bersama enam temannya, dengan menyebutkan nama teman-temannya. Continue reading

Posted in Kika-Lila |

Dalam ketelanjangannya ada suatu kepedulian

Beberapa hari yang lalu ketika melewati sebuah jembatan, di ujungnya ada sesosok lelaki muda bertubuh telanjang sedang mengais tumpukan sampah. Barangkali ia sedang mencari sisa makanan. Kalau dilihat dari penampilannya ia sudah lama mengalami gangguan jiwa. Saya tak tahu, ia terlepas dari pasungan di rumahnya atawa sengaja dibuang oleh keluarganya.

Telanjang.

Keesokan harinya, saya tak melihatnya di ujung jembatan. Kali ini saya membawa sepasang celana dan kaos yang akan saya berikan kepadanya. Sampai beberapa hari ke depan, tak juga saya menemukan orang itu. Tapi, celana dan kaos itu tetap saya simpan di Kyai SX4, siapa tahu suatu saat bertemu dengannya. Continue reading

Posted in NgajiDiri |

Kapsul Yunnan Baiyao

Artikel ini tak bermaksud untuk promosi obat. Hasil cek darah hari Sabtu kemarin, siang tadi sudah ketahuan hasilnya, yaitu Fungsi hati SGOT/AST = 20 (nilai normal 11 – 41), SGPT = 34 (nilai normal 10 – 41), Glukosa Sewaktu = 104 (nilai normal <180), Red urine (-), dan asam urat 6.3 (nilai normal 3.5 – 7.2). Alhamdulillah ya…

Nah, saya ingin bicara masalah pengobatan. Tak heran orang Cina banyak yang berumur panjang karena mereka mengonsumsi obat-obatan hasil racikan nenek moyang mereka. Kalau tak salah, para apoteker Cina kuno dulu dalam membuat obat selalu memerhatikan keseimbangan antara Yin dan Yang, sehingga obat yang dikonsumsi aman sedikit atawa tanpa efek samping. Continue reading

Posted in Kawruh |