Sepatu Kaca Cinderella
Gadis yang sehari-harinya berpakaian lusuh dengan muka penuh jelaga, tetapi di malam itu kecantikannya bak bidadari langit ke tujuh.
“Kini namamu bukan Upik Abu lagi, tetapi Cinderella,” kata ibu Peri yang baik hati. “Nah, sekarang berangkatlah ke pesta yang diadakan oleh Pangeran Tampan. Siapa tahu ia berjodoh denganmu, Cin!”
“Tapi… ibu… aku ke sana naik apa?” rajuk Cinderella.
“Di depan rumah sudah aku sediakan mobil dan sopirnya. Coba kamu tengok dari jendela ini,” kata ibu Peri sambil menyibak tirai jendela.
“Wow.. itu kan mobil yang seharga satu koma tiga milyar itu ya?” mata Cinderella berbinar-binar.
“Huss, bukan.. bukan segitu harganya. Sudah diralat, harganya cuma empat ratus delapan puluh tujuh juta saja. Sudah.. sekarang cepatlah kamu berangkat, nanti terlambat!” tukas ibu Peri. “Tapi ingat, sebelum jam dua belas malam kamu harus segera pulang. Itulah batas waktu kamu jadi Cinderella. Setelah itu kamu akan menjelma menjadi Upik Abu lagi!” ibu Peri memberikan penjelasan.
Cinderella pun segera naik ke mobil sedan untuk menuju istana Pangeran Tampan. Tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk sampai di istana.
Dengan anggunnya Cinderella melangkahkan kaki dan menyihir para tamu undangan yang ada di ball room istana. Hampir semua bibir berdecak kagum menyaksikan kecantikan Cinderella. Mata Pangeran Tampan juga menatap Cinderella, mengikuti irama gerak tubuh semampai Cinderella.
“Selamat malam Pangeran. Bolehkah hamba ikut serta dalam pesta malam ini?” sapa Cinderella dengan mengatupkan dua tangan di depan dadanya sambil sedikit membungkukkan badan.
“Bol… blo.. eh.. bol.. eh… tentu.. Putri.. ,“ suara Pangeran bergetar dan tergagap karena pesona kecantikan sang Putri.
“Tenang Pangeran. Jangan gagap gitu dong. Ntar dikira Aziz gagap gimana. Rileks..atuh kak..” bisik adik sepupu Pengeran.
Pangeran memberikan kode kepada pemain musik agar melantunkan lagu BCL terbaru dengan irama orchestra. Ia ingin berdansa-dansi dengan sang Putri Cinderella. Dengan gemulai mereka berdua berdansa mengikuti irama lagu. Heran ya, dari mana ceritanya Cinderella kok tiba-tiba bisa dansa?
Teng… teng… teng… jam dinding istana berdentang. Cinderella kaget. Ditepiskan pelukan sang Pangeran. Ia bergegas keluar ball room, berlari ke arah parkiran mencari mobilnya. Ia tak memperhatikan ada pembatas jalan. Kakinya terantuk. Sepatu kanannya lepas. Ia meraung kecil. Kesakitan. Agar kaki kirinya leluasa berlari dilepas dan dibuanglah sepatu yang dipakainya. Kini ia bertelanjang kaki menuju mobilnya.
Pak sopir yang sedang tiduran menikmati lagu Sakit Gigi-nya Meggy Z diminta segera meninggalkan tempat itu. Wuss… mobil melaju menuju rumah.
“Emang kenapa buru-buru mbak.. santai napa?” sapa pak Sopir setelah mobil sudah berada di jalan raya.
“Loh, kamu tadi nggak dengar apa pesan ibu peri apa?!” jawab Cinderella ketus.
“Lha.. lha… sekarang kan baru jam sebelas lebih sepuluh menit mbak. Mestinya tadi itu mbak Cinderella masih punya waktu satu jam. Coba lihat pakaian mbak, belum beruabah kan?” kata pak Sopir sambil menunjuk jam digital di dashboard mobil.
“Mati..gue.. jadi jam berdentang di istana tadi baru jam sebelas?!” Cinderella menyesali keteledorannya.
“Kita balik lagi mbak?” tanya pak Sopir.
“Nggak usah.. dandananku sudah terlanjur amburadul seperti ini. Sepatuku hilang lagi. Aduh… aduh…!!” keluh Cinderella.
“Kenapa.. mbak?” tanya pak Sopir cemas.
“Kakiku berdarah pak. Sakit banget, seperti keseleo. Cepetan pak, supaya segera sampai di rumah” jawab Cinderella.
Sementara itu di ball room istana. Pangeran Tampan terbengong menyaksikan ulah Cinderella yang melarikan diri. Kalau saja adik sepupu Pangeran tidak menepuk punggungnya, ia belum sadarkan diri karena asyik melongo. Buru-buru ia kejar Cinderella.
Tapi apa daya, ia hanya mendapatkan sepasang sepatu kaca di halaman parkir yang ia tengarai milik sang Putri Cinderella.
Sepasang sepatu kaca itu didekap di dadanya.
“Pengawal… panggilkan Kyaine ke sini. Cepat!!” teriak Pangeran Tampan kepada pengawal. Melebihi kecepatan loading internet, Kyaine sudah berada di hadapan Pangeran.
“Kyaine, mohon pencerahan. Sepasang sepatu ini sebaiknya aku apakan?” tanya Pangeran Tampan.
Kira-kira, Anda tahu nggak apa yang akan dikatakan oleh Kyaine?

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Ngambil jatah dulu, Pak. Mumpung masih ada pertamax
Kalau sempat, ditunggu untuk ikutan resik2 di biru hati biru bumi | biru selalu
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Pemerintah Indonesia Tawarkan Harimau Sumatera Sebagai Peliharaan
guskar :
“Stock nasional pertamax sebentar lagi hbs.. denger2 mau diekspor,” kata Pangeran Tampan kesal karena belum sempat bicara banyak dengan Kyaine, sudah ada yg nyela mau mengamankan sepatu yang dipegangnya.
(maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
“Buang, aja!”
Kalau sempat, ditunggu untuk ikutan resik2 di biru hati biru bumi | biru selalu
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Pemerintah Indonesia Tawarkan Harimau Sumatera Sebagai Peliharaan
guskar :
“kasihan bener kyaine mendapatkan usul spt itu. Kyaine maunya bikin sekuel cerita di atas jd linglung” bisik pengawal yg memanggil kyaine tadi kepada temannya
yang jelas jangan dikasihin ke bundo, apa enaknya pake sepatu dari kaca?
Lain kali bilangin ibu peri agar belikan saja Cinderella sepasang sepatu dari Cibaduyut
guskar :
“Jadi, dua sepatu ini harus aku apakan Kyaine?. Sejujurnya saja, aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada… eh.. siapa ya nama gadis jelita tadi. Kyaine tahu nggak?” tanya Pangeran Tampan.
“Ya tahu dong, secara skenarionya saya yg membuat” Kyaine berkata dalam hati saja.
“Kyaine… ditanya kok diam saja. tahu nggak?” tanya Pangeran Tampan lagi.
“Gadis yg mana Pangeran?” Kyaine berlagak pilon, “gadis bukittinggi apa yang cibaduyut tea?”
wakakak,,, Unik sekali. Ternyata harga mobil Cin…. Derella sudah ga mahal lagi ya. Tapi demi Cin..ta ya ndak apa apa toh.
Setelah kayne menghadap pangeran, akhirnya kayne memberi usul.
“Pangeran… Bukankah Sekarang Banyak maling merampas harta rakyat.” Kata kayne pada pangeran
“Benar sekali kayne.. jadi maksudmu iki opo..???” Tanya pangeran bengong……
“Jangan Bengong gitu pangeran.. banyak laler… hancurkan saja sepatu kaca itu, terus tempelin di tembok kerajaan” Usul Kayne….
“Biarkan Para maling rakyat itu merasakan sakitnya tertusuk pecahan sepatu kaca sang cin..derela” kata kayne lagi….
“wah.. Usul Bagus Kayne……Tugas saya serahkan sepenuhnya padamu” sambil pangeran memberikan Batu yang cukup besar keapda kayne untuk menghancurkan sepatu cin…derela…
Akhirnya Sepatu Cin..derela menyelamatkan Kerajaan Tempat Kayne hidup…
guskar :
“Kyaine!!!” bentak Pangeran.
“Kata Jumialely di atas, nama gadis itu Cin Derella” jelas Kyaine. Pangeran manggut-manggut senang.
“Jadi apa usulmu perihal dua sepatu ini? Jangan ikut2n usulan alamendah di atas. Nggak kreatip blas!” kata Pangeran.
“Begini Pangeran. Yang penting jangan menyalahi pakem dongeng Cinderella. Pangeran harus mencari si Cinderella dengan modal kedua sepatu itu. Hanya itu saja bukan, petunjuk yg Pangeran punya?” Kyaine memberikan pendapatnya. Lagi2 Pangeran hanya bisa manggut-manggut.
“Baiklah, aku setuju usulmu. Kyaine aku angkat jadi ketua pansus pencari keberadaan Cinderella!” Perintah telah dijatuhkan.
wakakakaka……. Kreatip pangerannnnn…… Kan untuk menjaga rakyat ini,,,,, tar kalo sudah selesai kerjaannya, kita cari cinderela.. agar dia hidup tentram dan aman di kerajaan ini
wakakak
jumialely punya artikel menarik dengan judul ..Cinta Di Ujung Tangga
kyaine: “Pangeran, saya mengenali pemilik sepatu ini”
pangeran: “darimana kyaine tahu?”
kyaine: “dari baunya…”
pangeran: “emang bau apa?”
kyaine: “bau rendang….!”
pangeran: @#$%^&*(
guskar :
Anggota pansus segera dibentuk malam itu juga. Esoknya, mereka mulai bergerak sesuai rencana yg telah ditetapkan. Mengendus bau kaki setiap gadis – seperti usulan uda Vison, sepertinya akan dilakukan. ini cara yg cukup jitu dapat membuahkan hasil yang memuaskan.
“Pengumuman…pengumuman… sang Pangeran sedang mencari calon permaisurinya. siapa saja, eh.. maap.. bukan siapa saja, tapi hanya untuk para gadis. jika kaki kalian cocok dan pas mengenakan sepasang sepatu kaca ini, siapapun kalian berhak menjadi permaisurinya!!” suara seorang punggawa kerajaan membahana dan menarik perhatian penduduk kota.
Hari itu, sudah ada 212 kaki yang mencoba mengenakan sepatu kaca. tidak ada, tepatnya belum ada yang cocok.
sebetulnya dari 212 kaki itu ada yang cocok kyaine…
tapi sayang, begitu sampai di rumah, dia langsung cuci kaki, sehingga bau rendangnya hilang…!
sssttt… saya punya bocoran, kabarnya yang punya kaki pakai barches… ayo, coba cari lagi… huahahaha…
karena sepatunya dari kaca, maka Kyaine usul pada pangeran : Pangeran bagaimana kalau sepatu ini utk tempat minum saja, kan sama2 dr gelas , atau untuk bercermin agar Pangeran kalau melongo bisa cepat menyadarinya.
salam.
bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Kulitnya ikut dimakan.
guskar :
Para anggota pansus capek bukan main. Selain letih, mereka juga haus. Sayang sekali, mereka tidak membawa bekal minuman.
“Sudah gini aja. Tuh, di sekitar sini ada sungai yang cukup jernih. Kita minum saja air sungai itu” Kyaine memberikan usul.
“Gimana cara minumnya Kyaine, sungai curam begitu” salah satu punggawa bertanya.
Ide bunda Lily dipake oleh Kyaine. Satu punggawa masuk ke sungai, dengan menggunakan sepatu kaca ia mengambil air dan secara estafet diberikan kepada yg lain. Dengan cara seperti itu, anggota pansus bisa membasahi tenggorokannya.
Tahu donk, pasti untuk nimpuk komentator yang asbun kan mas.
Salam hangat dari BlogCamp
guskar :
“Hoah… saya ngantuk Kyaine. Tugas mencari sang permaisuri dilanjutkan besok saja ya” usul seorang punggawa.
Tanpa ia duga, ia ditimpuk temannya dng sepatu kaca yg kebetulan selesai dipakai untuk minum, “Hooee… jangan asbun dong. kita ini sedang mengemban tugas negara. jgn kecewakan Pangeran Tampan!”
“Sudah..sudah… jangan berantem. hey, kamu ngawur juga.. gimana kalau sepatunya pecah??” bentak Kyaine.
“Oeh.. kjaine ternjata katrok. Sepatoe kok bisa petjah. Ngawoer adja” kata salah seorang punggawa yang bernama Sjamsoedien.
Kyaine bertolak pinggang.
disimpan di lemari kaca juga Gus biar sama-sama gak kelihatan he he.
guskar :
Rombongan pansus bergerak lagi menuju kompleks perumahan galaksi permai. Semangat mereka bangkit kembali, karena di kompleks perumahan tersebut terkenal dengan gadis-gadis cantiknya. Tetapi tidak bagi punggawa yang ditimpuk sepatu temannya tadi.
“Ngapain sih repot-repot mencari pemilik sepatu. Dipajang di lemari kaca kan cukup. Tinggal dikasih tulisan : siapa yang punya silakan ambil. Beres!” gumamnya.
setelah memulai cinta-cintaan.. pak gus aku akhirnya menulis sebuah surat cinta yang indah..
Ge’er. I’m Fall in love
guskar :
Ketika rombongan melewati rumah nomor 7, terdengar suara seorang gadis yang tengah berdendang lagu cinta : fall in love. Kyaine minta agar rombongan masuk rumah tersebut, siapa tahu ia putri Cinderella.
Tanpa prosedur yang rumit mereka berhasil menemui gadis berambut panjang yang berdendang lagu cinta tadi. Ia kebingungan ketika diminta memakai sepatu kaca.
“Oh, bukan. Sepatunya kebesaran. terima kasih mbak, sudah merepotkan!” kata Kyaine sambil pamitan.
Gadis itu bernyanyi lagi : When I fall in love it will be forever / Or I’ll never fall in love / In a restless world like this is / Love is ended before it’s begun … (nyanyikan seperti nada Nat King Cole)
wah kira2 kalau dipakai akan bikin kaki lecet lecet n memar gak yaw sepatu kaca na hehehhe
berkunjung n ditunggu kunjungan balikna lagi makasih
guskar :
Rombongan hampir putus asa. Hanya Kyaine saja yg nampak tegar. Maklum, ia kan ketua pansus. Harus bisa menunjukkan kredibilitas nama besarnya. Gagal mengemban tugas sungguh memalukan.
“Kira-kira kalau istriku pakai sepatu kaca ini pas nggak ya?” gumam seorang punggawa.
“Loh kalaupun pas..apa iya istrimu itu si putri Cinderella. Ngayal jgn terlalu tinggi. Pake sepatu ini, kaki istrimu bisa2 malah lecet dan memar!” temannya menanggapi.
kyaine akan memberi nasihat pada pangeran agar menjual saja sepatunya itu
*otak bisnis*
julie punya artikel menarik dengan judul ..aku cinta padamu, dan kau pun tau
guskar :
Kyaine mendengus mendengar pembicaraan kedua punggawa tadi. Tapi ia tersenyum juga. “titttttttttttt……” terdengar suara dari henpon Kyaine. Oh ada sms rupanya. Kyaine memicingkan mata plus-minusnya yg sudah agak parah itu ketika membaca sms yang masuk.
“Ngapain repot2 cari pemilik sepatu, Kyaine. Kirim saja ke Medan, ntar aku bantu jual” Pengirim sms : ulil.
Kyaine geleng-geleng kepala. “Ono-ono wae si ulil iki”, katanya.
Kyaine berkata : ” Umumkan saja di koran, “Di cari gadis cantik yang datang ke istana naik mobil seharga 480 juta,telah meninggalkan sepasang sepatu kaca……pasti nanti banyak yang mengklaim deh, mobilnya aja mahal, sepatunya pasti mahal juga…..
guskar :
“Oke… kita sudahi pencarian hari ini. Besok kita lanjutkan lagi dengan strategi yang lebih jitu lagi” kata Kyaine memecah keheningan.
“Mbok diumumkan saja di koran, Kyaine. Kita nggak perlu capek2 menguber ketidakpastian” usul seorang punggawa.
“Ataoe dioemoemkan di nakdjaDimande dot com. Siapa tahoe salah satoe noeansa beningnja itoe poetrie Cinderella” kata Sjamsoedien yang sejak tadi diam saja.
“Okelah kalo begitu!!” jawab Kyaine, “Kita kembali ke istana”
Jawaban kyaine kira2 begini:
Hmm… dari yang saya lihat, model sepatu ini bagus. Kita buat saja versi tiruannya tapi dari bahan yang lebih murah… Lumayan ‘kan, kalo penjualannya laris kita banyak dapat untung…
Palingan nggak ada yang meng-kalim hak cipta….
*dasar…otak bajakan* hehehe…
Kakaakin punya artikel menarik dengan judul ..Menggores Dinding
guskar :
Si pembawa sepatu dilakukan secara bergilir. Sepasang sepatu itu ditaruh pada sebuah baki, sehingga siapa pun yang mendapat tugas membawa sepatu akan merasa capek kalau terlalu lama menyangga baki itu.
Hari sudah menjelang malam. Mereka kelaparan. Untuk sampai ke istana diperlukan waktu satu jam. Kyaine memutuskan agar mencari rumah makan. Mengisi perut sambil istirahat.
jadi penasaran nih nunggu kelanjutannya….
guskar :
Akhirnya mereka menemukan restoran “SausKecapdotcom” dan masuklah rombongan itu ke dalam restoran. Wow.. restoran yang sangat mewah. Hebatnya, mereka langsung dilayani oleh pemilik restoran yang manis itu. Ia bertopi jamur, dengan ramahnya ia menjelaskan berbagai macam menu favorit hasil racikannya : Tory… Tory… Tory Cheese Cracker, Spaghetti Udang Keju-The Real Spaghetti, Sup Jagung Telur dengan minuman paling sensasional : Malicious Thai Tea.
Makanan dan minuman yang dipesan, disajikan tidak terlalu lama. Mereka lahap sekali.
Kyaine menyarankan, bagi yang kakinya jelek dan gatalan nggak usah mencoba sepatu kaca..nanti kelihatan jeleknya. he..he…
komeng asbun nih, nanti ditimpuk spt kata Pakde….
guskar :
Perut mereka kenyang. Kantuk pun mulai merayapi syaraf2 mata mereka. Ada satu punggawa yang ngantuk berat. Ketika hampir tertidur, ia ditimpuk temennya dengan sepatu kaca.
“Klotakkkk…. !!” hak sepatu kena jidat.
“Aduh… ngawur ae kon iku.. !!” kata yang kena timpuk.
“Plak!!” terdengar suara tamparan. “Djangan riboet di sini. Ajo kita segera berangkat lagi” Siapa lagi kalau bukan Sjamsoedien yang angkat bicara.
Wah, ini ending ceritanya diserahin sama komentator ta?
Aku sih nyaranin supaya dipajang di ruang tamu.. wakakakakakak..
Anas punya artikel menarik dengan judul ..New Variant Virus Edd.exe
guskar :
Mereka pun melanjutkan perjalanan..
Tiba-tiba terdengar suara tawa “wakakakakakak..!!!” Mereka mencari asal suara. Tidak ketemu. Jangan-jangan hantu yang tertawa.
“Kyaine, tahu nggak siapa yang tertawa barusan?” tanya seorang punggawa.
Dengan kalem Kyaine menjawab, “Baca aja komeng di atas.. “
Cerita ini selalu menarik untuk diceriterakan kembali. Si pencetus memang benar-benar jenius
aliaz punya artikel menarik dengan judul ..Mencari Anak
guskar :
“Kyaine bener-bener jenius. Tahu siapa yang ketawa..” kata punggawa itu lagi.
“Kamu aja yang kurang perhatian. Makanya, kalau membaca itu yang tuntas… tas..” tukas Kyaine.
“Maksudnya jangan sepotong-sepotong gitu ya, Kyaine?” tanya punggawa.
“Yo’i” jawab Kyaine singkat.
Salam kenal, pertanyaannya unik
“disimpan dirak sepatu”
dedekusn punya artikel menarik dengan judul ..Pentingnya Pendidikan Inklusif
guskar :
Rombongan pansus sampailah di istana. Tetapi di pintu gerbang mereka dihentikan oleh seorang prajurit.
“Siapa kalian?” tanya prajurit jaga.
“Ah… pertanyaannya unik! kamu tidak tahu siapa kami, hah?!” bentak seorang punggawa.
“Oh.. maaf. Saya prajurit baru. Salam kenal.” kata prajurit jaga.
Rombongan segera masuk ke pendapa istana. Di sana, sudah duduk dengan gelisah sang Pangeran Tampan.
Kyaine segera menghadap Pangeran.
Pangeran terlihat seperti tidak sabaran, “bagaimana ini kyaine? sudah lama kita mencari pemilik sepatu ini, belum juga ditemukan“. Itu pangeran yang bicara. “Pansus sudah pula dibentuk, biayanya tidak murah itu kyaine, harus ngatur posisi berjalan pula, harus rolling posisi, biar kena sorot kamera wartawan yang memantau proses pencarian pemilik sepatu ini, tidak murah dan mudah kyaine“, itu pangeran panjang lebar dengan nada tidak sabar lagi, sudah kebelet kawin.
Kyaine diam, tangan kanannya memegang dagu sembari menarik-narik satu dua helai janggutnya. Diam, sepertinya memikirkan sesuatu dengan sangat serius. Melihat reaksi diam kyaine, kali ini pangeran berkata dengan suara direndahkan…
“maaf kyaine, rasanya hampir semua cara sudah dilakukan, dari uji coba ukuran, kecocokan aroma kaki, pasang pengumuman, mampir ke rumah gadis, sudah kyaine, sudah kita lakukan, apalagi kyaine?”, itu pangeran nampak memelas.
Kyaine masih diam, kali ini sambil jongkok dan menyandarkan punggungnya pada sebatang pohon. Tak ada sahutan sama sekali. Pangeran mengamati tarikan nafas Kyaine, nampak ada yang aneh, ada suara lain nampaknya.
“Oalaaaah.. Kyaine tertidur. Pantesan gak jawab-jawab“, kata Pangeran yang lantas kemudian memerintahkan seluruh anggota pansus untuk tidur dulu, istirahat, lagi pula memang sudah jam istirahat. “Kita tunggu kyaine bangun saja, biar jelas nanti mau diapakan sepatu ini…”, ucap Pangeran.
Semua punggawapun tidur, nyenyak sekali, sembari menunggu Kyaine.
guskar :
asli, saya ngos2n untuk sampai di komentar pak acil di atas.
karena cerita sudah nyambung, mohon ijin agar saya diperkenankan mewarnai komentar di atas dengan warna merah.
Kyaine menjawab, gimana kalau buat piala bergilir saja. Kalau di sepakbola kan ada sepatu emas. Bagaimana jika untuk wanita kita buat sepatu kaca. Kan keren tuh…
setitikharapan punya artikel menarik dengan judul ..Aku dan Sepeda
guskar :
Dalam tidurnya yang mendengkur itu, Kyaine bermimpi main bola menggunakan sepasang sepatu kaca milik putri Cinderella. Ah, sebuah mimpi yang sangat aneh. Lebih aneh lagi, Kyaine berhasil membobol
ATMgawang lawan sebanyak 9 kali. Kyaine diarak keliling lapangan, seperti mengarak sebuah piala kemenangan.Di jual ke tukang loak … !!!
hahaha
guskar :
Dalam arak-arakan itu, Kyaine berontak, “stop…stop… aku mau dibawa ke mana nih?”
“Kyaine mau dijual ke tukang loak….!!” jawab wasit bola yang berpakaian serba hitam itu.
Atau kirim ke Surabaya …
Ke Blog Camp …
Biar dijadikan … “Tali Asih” sama Pak De
nh18 punya artikel menarik dengan judul ..MOTRET ARTIS
guskar :
“Jangan dibawa ke tukang loak.. bawa saja ke BlogCamp…!!” usul pemain bola yang nomor punggungnya 18.
“Biar dijadikan … Tali Asih sama Pak De..!!!” teriak seorang pelatih bola dari pinggir lapangan. Ia mengenakan topi yang bertuliskan Trainer.
Kyaine makin gelisah. Hatinya tidak tenang.
Sungguh suatu mimpi yang sangat buruk.
Kyaine : Biar kita lelang saja sepatu itu Pangeran, dan uangnya kita bagikan ke rakyat saja…
Hajier punya artikel menarik dengan judul ..Sang Pengamen
guskar :
Tanpa disadarinya, Kyaine pun ngelindur.
“Pangeran.. sepatu itu kita lelang saja. Uangnya kita bagikan kepada anggota pansus. Rasanya nggak mungkin kita menemukan pemilik sepatu kaca itu.
usut punya usut komennya nyangkut di sepatu kaca yang sebelah lagi, jadi sepatu kaca itu sebenarnya ada di rumah si aki bukan di rumah 212 gadis
Mamah Aline punya artikel menarik dengan judul ..Tolong, tinggallah sebentar lagi mom…
guskar :
Setelah mengucapkan kalimat dalam ngelindurnya, Kyaine dikagetkan oleh hadirnya seorang Aki tua yang berpakaian serba putih, didampingi seorang gadis cantik yang tak lain cucu orang tua itu.
“Kyaine.. apakah kamu nggak takut ditangkap KPK? Jangan memberi contoh yg kurang baik. Sebagai ketua pansus kamu harus bisa menyelesaikan tugasmu” kata si Aki.
“Ampun Ki, aku khilaf… terus terang saja, sudah 212 gadis yang mencoba sepatu itu” Kyaine mencoba memberikan penjelasan.
“Ayo.. jangan putus asa.. kamu pasti bisa… lanjutken…” kata si Aki.
Om Kyaine : “yang nomer 42 nggak ada Pangeran? kalo ini seh kekecilan”
guskar :
Sebelum si Aki menghilang dari hadapan Kyaine, cucu si Aki menyela. “Ngomong-ngomong ukuran sepatunya 42 nggak om?” tanya si cucu.
“Hah… besar amat ukuran kakimu?” Kyaine ganti bertanya.
“Maklum Kyaine, cucuku ini ra mudeng perkara ukuran sepatu. Barangkali yang dimaksud ukuran 24″ kilah si Aki.
Tidak lama kemudian, kakek dan cucu itu menghilang dari hadapan Kyaine.
Jangankan pake sepatu kaca Gus, lha wong pake sandal aja kaki saya “kapalan kok”
guskar :
Kyaine terbangun. Duduk, sambil mengingat-ingat mimpinya. Tangan kanannya mengelus-elus telapak kaki kirinya yang mulai kapalan
Kata Kyaine : Kasih komentar dulu di postingan!
guskar :
Kyaine segera memerintahkan para punggawa bersiap2 berangkat kembali
Maksudnya di postingan artikel ini lho!
Celetukan Segar punya artikel menarik dengan judul ..Hadiah O’Blog Yang Bukan Oblok2
versi lain dari cinderella,lucu ..
9imana klu spatunya di simpen ajah,dijadiin vas bun9a kan bisa,ditambahin ajah bun9a2 kecil
wi3nd punya artikel menarik dengan judul ..~ Tanda Tanda cinTa ~
guskar :
Para punggawa ada yang bersorak gembira ada yang menggerutu karena blm puas beristirahat. Salah satu punggawa bahkan antara sadar dan tidak, membayangkan sepatu kaca mau diapakan : disimpan atau dijadikan vas bunga?
tapi berangkat ke mana? ini kan sdh sampai di istana?
Pangeran (P) : Kyaine, mohon pencerahan. Sepasang sepatu ini sebaiknya aku apakan?
Kyaine (K) : Sepatunya sepertinya mahal, Pang. Produk impor ya? Bagaimana jika dibawa ke pusat penelitian untuk diselidiki bahan, proses, dan modal pembuatan. Sepatu seperti ini pasti bisa jadi tren baru abege-abege di kerajaan, Pang. Hasilnya saya perkirakan mencapai 6,7 triliun.. Lumayan lo, Pang. Cukup untuk nambal-nambal genteng kerajaan yang bocor
guskar :
Rupanya hari telah pagi. Kyaine mempersiapkan diri menghadap kepada pangeran, secara pribadi. Anggota pansus diperintahkan untuk mandi dan makan pagi