Salah satu perubahan fisik pada usia paruh baya adalah faktor kelebihan berat badan, di mana terjadi timbunan lemak di perut dan pinggang. Dan faktor kelebihan berat badan inilah yang sedang saya alami, terutama lemak yang berlebih di perut saya. Terus terang saja, perut saya buncit!
Saya sangat direpotkan oleh si perut buncit ini. Sebenarnya, tanda-tanda bertambahnya volume perut ini bisa terdeteksi setiap pagi ketika saya mengenakan ikat pinggang. Lubang ikat pinggang pelan tapi pasti bergeser ke urutan lubang terluar. Kemudian ukuran celana jins dari 30 menjadi 32, lalu menuju ke 34, dan ini yang membuat saya gelisah : saya kok jadi ‘nyaman’ pakai jins ukuran 36.
Kerepotan lainnya ketika menghadiri acara yang tidak menyediakan kursi alias lesehan. Sepanjang acara berlangsung saya harus menahan perut yang tertekan dan ini sungguh mengganggu sistem sirkulasi pernafasan.
Suatu ketika saya melakukan akupuntur untuk mengurangi lemak di perut. Awalnya ngeri juga menyaksikan belasan jarum menancap di perut, apalagi dalam satu prosesnya dialiri setrum listrik. Terapi beberapa kali, perut susut cukup signifikan. Celana jins ukuran 32 saya bersorak gembira karena sering saya pakai lagi. Tetapi ada syarat ketat yang harus saya jalankan: menjaga makanan yang masuk ke perut harus benar-benar terseleksi.
Lagi-lagi masalah kedisiplinan yang menjadi kelemahan saya. Setiap ada makanan enak dan berlemak saya tidak bisa menahan untuk tidak mengkonsumsinya. Perut kembali buncit. Celana jins ukuran 36 sudah mulai berteriak: hey.. pakailah aku lagi, kawan!