Rasa Bahasa
Posted by Kyaine on 1/19/10 • Categorized as Karemenan
Dalam menulis saya tidak terlalu ambil peduli dengan gaya bahasa saya mengikuti mahzab yang mana. Ini masalah kebiasaan saja, kok. Kebiasaan menulis akan membentuk gaya bahasa. Saya sependapat jika masalah gaya bahasa ini sesuatu yang penting dalam bidang kepenulisan. Gaya bahasa bukan melulu cara bertutur tetapi juga berperan dalam menyapa pembaca.
Setiap penulis mempunyai gaya bahasa sendiri, termasuk saya. Dalam setiap kalimat saya bebas menyelipkan emosi-emosi yang akan menjadi ciri khas saya : lucu, narsis, mengharukan, konyol, menyebalkan dan berbagai macam emosi yang lain. Apakah semua itu ada pakemnya? Nggak ada sodara-sodara! (sekali lagi, mohon ijin untuk copas gaya bahasa pak NH).
Anda tentu akan betah ketika membaca tulisan Ndoro Kakung atau Dee, yang meskipun tulisannya lumayan panjang, Anda rela untuk membacanya secara tartil dan menghindari membaca secara cepat. Gaya bahasa yang disajikan cocok benar dengan emosi pembacanya.
Ada sebagian narablog yang merasa gaya bahasa tulisannya terlalu resmi, datar, seperti bahasa skripsi, bertele-tele atau amburadul.
Gaya bahasa mempengaruhi rasa bahasa. Sebetulnya, dua hal ini saling berkaitan. Saya sering menjumpai sebuah tulisan tidak mempunyai rasa bahasa sama sekali. Tulisan tersebut biasanya hasil comot sana-sini dan dicoba untuk sambung-menyambung menjadi satu paragraf. Dibaca sepintas sih kelihatan hebat, tetapi kalau dicermati wah.. parah! Penulis tersebut tidak menguasai ilmu meramu berbagai gaya bahasa, jadinya bahasanya terasa hambar.
Lalu, bagaimana cara ‘memasak’ kata-kata sehingga menghasilkan rasa bahasa? Seorang koki yang hebat, asalnya dari belajar meramu bumbu dan bahan masakan, dan itu dilakukan terus-menerus sehingga mendapatkan rasa makanan yang pas di lidah. Sama seperti ketika menulis. Satu tulisan selesai, alangkah baiknya kalau dirasa-rasakan dulu, kata atau kalimat mana yang kurang pas atau yang berpotensi menimbulkan salah persepsi bagi para pembaca.
Percaya atau tidak, kalau ingin tulisan Anda mempunyai rasa bahasa yang enak, biasakanlah membuat dan membaca sajak-sajak.

Salam Takzim
Pertamaa dulu pak
Salam Takzim Batavusqu
batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Kujang; Ajimat Raja Pasundan
guskar :
silakan mas..
Salam Takzim
Terkadang saya juga masih keliru bagaimana meramu tulisan pak, sehingga terkadang tulisan saya tidak fokus dalam sebuah kontex, mungkin karena gaya bahasa saya ya, ata yang pasti karena kekurangan ilmu bahasa yang saya miliki, semoga dengan perjalanan waktu saya dapat menulis mengikuti alur yang diharapkan
Salam Takzim Batavusqu
batavusqu punya artikel menarik dengan judul ..Artikel Terunik Pertama Di Leysbook
guskar :
justru menulis tdk dlm satu kontex susah banget loh mas..
biarkan saja gaya yg sekarang ini mengalir, toh itu sdh jd ciri khasnya mas zipoer
MAs Zipoer …
You know what …
Postingan mas zipoer itu sangat konsisten …
Pengetahuan Mas Zipoer mengenai Adat Istiadat itu … sangat keren
dan disitulah kekuatan Mas Zipoer …
So … Keep on Writting pak …
nh18 punya artikel menarik dengan judul ..DILEMATIS
Betul juga. Kang Zipoer mulai menemukan cita rasanya, kok
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Beruang Madu Spesies Beruang Terkecil
saya setuju Gus, membaca saja dapat memberikan warna pada tulisan kita. Namun untuk yang satu ini saya sendiri “kadang-kadang”.

Trims atas kiatnya.
Salam
arkasala punya artikel menarik dengan judul ..Memasang Feed Live Traffic di Blog WpCom
guskar :
ha..ha.. sepertinya dng cara membaca sajak/puisi cocoknya buat saya saja kali kang
penyakit buru buru, harusnya sajak, bukan membaca saja …… he he
Trims.
arkasala punya artikel menarik dengan judul ..Memasang Feed Live Traffic di Blog WpCom
guskar :
klo di postingan sendiri bisa diedit ya kang
pagi om,
*
setelah baca ini, liat tulisan di lapak sendiri *ancur
guskar :
yg penting pembacanya ttp mudeng apa yg kita tulis..
lha ini yg menjadi masalah saya, susah juga meramu bahasa yg benar2 joss supaya pembaca merasa enak dan betah …….
m4stono punya artikel menarik dengan judul ..Tuhu Apa Udhu
guskar :
noto dan tono kan sdh memberi wejangan toh mas
narablog yg bundo kenal di kampung sini hampir semua gaya nulisnya asyik, bikin tergila-gila gitu deh. Untuk menghadirkan tulisan dengan rasa bahasa yg baik bagi bundo akan memakan waktu lama karena bundo tergolong narablog angkatan Pujangga Lama, yang klo nulis lamaaaaaa bener publishnya..!
**kbn poll tau, apaan ciy dek? itu pic anak kecil betiga siapa aja tuh?
guskar :

mskpn lama bener publishnya, tp mampu membuat para pembaca betah bolak balik ke LJ
**sy msh gumun segumun-gumunnya atas kejelian dan perhatian kakak. krn nggak sembarang org bisa mengamati spt itu. jawaban atas pertanyaan kakak : itu karya seni tersendiri dan biarkan jd misteri.
salah satu contoh coba kakak amati di uang seribuan. di sana akan ditemukan beberapa keunikan. perhatikan dengan seksama :
Pertama, Kapitan Pattimura berpose tersenyum dan ramah, tapi bawa parang terhunus
Perhatikan lagi gambar Kapitan Pattimura dan arahkan pandangan pada kancing baju yang bawah dekat dengan golok/parang, kalau susah pakailah kaca pembesar. Ayo tebak, apakah yang terlihat?? kancing baju itu ternyata bergambar mr. smile
Selanjutnya, gambar laut dan pulau di bagian belakang uang seribu katanya dilukis dari sebuah kafe bernama Florida, tapi ternyata setelah ada yang mencoba memfoto dari kafe yang dimaksud hasilnya ternyata berbeda. Kemungkinan diambil dari sisi yang lain
Selain di uang seribu, perhatikan bbrp theme WP. di bagian paling bawah kadang diberi gambar mr. smile
Bisa dilihat di blognya ulil atau alamendah
Contoh yg lain cukup banyak, terutama di chip2 komputer yg klo diamati dng kaca pembesar di sana ada karya seni yg unik, salah satunya mencantumkan gambar2 unik spt mr. smile td atau dng kata2 yg lucu.
lalu mengenai pic tiga anak itu. sebetulnya itu gmbr gagal. di pintu maunya saya kasih tulisan, tp entah kenapa photoshop nggak bisa digunakan, ya sdh dipasang saja
tentang gaya bahasa dalam tulisan, saya tak begitu memperhatikan, mungkin itu karena kebiasaan, lebih mengandalkan apa yang menyumpal di otak minta tempat untuk digoreskan dalam bentuk tulisan. Apalagi ketika menulis puisi, seperti jari ini tak bisa mengontrol masalah bahasa
Terima Kasih Gus telah mengingatkan tentang gaya bahasa.
narno punya artikel menarik dengan judul ..Ketika Aku Berpuisi 2 (Sungguh Bukan Tutorial)
guskar :
tuh kan, mas narno bisa lngsg komeng panjang begitu ada stimulator kata “sajak” ha..ha..
Tiga Hal Mas Gus :
#1. Rasa Bahasa …
Ah ini bener banget …
Adalah suatu tantangan sendiri untuk tetap menyajikan tulisan yang enak …
tanpa kehilangan substansi …
Tentu saja enak ala kita …
karena itulah yang membedakan Baso rasa NH18 dan baso rasa yang lainnya bukan ?
#2. One Page Only …
Ini adalah prinsip yang berusaha selalu saya pegang …
Menulis satu halaman saja … +/- 500 kata
Sebab … saya tidak (or belum) bisa seperti penulis hebat lainnya …
yang sanggup memaku pembacanya untuk membaca “tartil” sampai titik tanda baca terakhir …
walaupun karangannya panjang …
So better I maintain the “flow” … the climax … hanya dalam satu halaman saja supaya ndak mboseni …
Tantangannya disini adalah bagaimana memilih kata-dan kalimat yang efektif dan tidak ngelantur berkepanjangan
#3. Just Be Yourself …
Jangan ragu mengungkapkan diri sendiri …
Yo ben narcis … yang penting ndak Bohong, Ndak Jorok, dan Ndak Nyontek, …
Bukan begitu sodara-sodara …???
Hahahhaa …
Yes Indeed … (BTW : this one is also my trade mark …)
I love this posting Mas Gus !!!
nh18 punya artikel menarik dengan judul ..DILEMATIS
guskar :
tiga hal di atas, sepenuhnya saya sepakat pak, mmg itu ilmunya nulis di blog je he..he…
Rasa tulisanku?
H punya artikel menarik dengan judul ..No See & No Hear
Bahasa saya campur-campur, lha wong memang sudah begitu adanya. ha ha ha.
Saya menggunakan bahasa resmi sudah 32 tahun he he he, jadi sekarang kembali ke habitat-jombangan-suroboyoan dan khas ndesaku. ha ha ha haaaak.
Mbuat tip saja ya guyon je. Taipi kalau nyari dolar nggak bisa guyon takutnya pihak sana misuh2 trus nggak mau mbayar.
Saya cocok dengan mas nh18″ be yourself ” itu.
Salam hangat dari Bhirawa
guskar :
melepaskan diri dari kungkungan 32 thn berbahasa resmi menjadi bhs jombangan bukan perkara mudah loh de. tp pakde sukses melakukannya, dan buktinya pembaca pakde pada suka
Saya pun …
sangat setuju dengan Pak De …
“Ngeblog dengan Enak … Tetapi tidak seenaknya …”
Saya sangat terkesan jajaran kalimat sederhana itu …
Karena ya memang begitu lah yang saya rasakan …
nh18 punya artikel menarik dengan judul ..BLOG TAG LINE
Saya belum tahu apakah gaya bahasa di tulisan saya sudah menyanangkan pembaca apa belum?
tukangpoto punya artikel menarik dengan judul ..Narsisnya fotografer
guskar :
mas didit menurut saya tlh berhasil membuat sesuatu yg rumit bisa diterangkan sng cara simpel dan mudah dipahami, bahkan bagi seseorang yg awam perkara fotografi
kalimat terakhir, saya setuju bgt. tapi sebenernya gak selalu kudu baca sajak. esai, cerpen, bahkan tulisan ilmiah pun bisa. intinya, membaca dan menulis itu sangat berkaitan erat seperti halnya menyimak dan berbicara.
Andi punya artikel menarik dengan judul ..Melepas Senja di Pusara
guskar :
njenengan pasti jauh lbh paham perkara tulisan saya di atas. klo di kuliah dulu masuk mata kuliah apa ya mas?
Apa kabar Gus, maaf lama tidak berkunjung, lagi S3 (sedang sok sibuk
). Saya masih harus icip-icip di banyak blog dan buku gus, biar bisa memperbaiki komposisi. Tapi ya memang harus sering2 nulis koq Gus, biar komposisinya pas untuk yang icip2 
Den Mas punya artikel menarik dengan judul ..Si Buta Mengungkap Cinta
guskar :
kabar baik den mas…
msh rajin muter2 nusantara dan mampir ke toko buku kan?
masalah gaya bahasa mungkin saya termasuk yang tidak ahli dalam meramu, sadar kalimat -kalimat dan tata bahasa yang tersaji tak selezat tulisan yang berbumbu sedap. Namun copas dari om NH, just be your self mungkin hanya itu modal dalam membuat tulisan karena pada hari itu saya mengalami momentum yang engga biasa hari itu juga saya coba tuliskan dalam draft secara spontan .
guskar :
tulisan mamah khas banget..
membacanya seperti diajak ngobrol secara langsung.. seru!
Gus,pengen punya blog yang ada rasa bahasanya. Makanya ngikuti nasehat dikalimat terakhir. Membaca sajak-sajak yang ada diblog. hehehe
guskar :
nah itu bagian dari memulai melangkah mas..
sampai sekarang masih belajar juga belajar membahasakan sesuatu yang mengundang ketertarikan orang lain, tapi bener-bener berasal dari hati, bukannya meniru gaya bahasa orang lain. hehhehe.
linaling punya artikel menarik dengan judul ..Menunduk Sejenak
guskar :
menulis dengan cinta, ini yg bener-bener berasal dari hati.
wah sayangnya saya tidak begitu suka dengan sajak
untuk urusan gaya bahasa saya sedang berusaha mengembangkan walaupun tidak sengaja dan tidak disadari, tp memang terasa ada keuntungannya, salahsatunya bisa mendeteksi kalau tulisan saya dibajak (copas), ketauan banget itu gaya tulisan saya, beberapa kali saya terbantu, dan akhirnya si pembajak bisa “tertangkap basah” hehe…
guskar :
he..he.. rupanya punya pengalaman tulisannya dicopas tnp ijin ya mas..
secara nggak sengaja saya pernah jg mendapatkan tulisan saya dicopas dan ada sebagian yg diganti. tp ada bbrp kata khas milik saya yg nggak diganti. ketahuan deh..
setuju banget Pak Gus, setiap orang pasti punya gaya bahasa sendiri, tapi kesulitannya bagi saya, bagaimana agar tulisan kita bisa dinikmati orang lain. Karena belum tentu tulisan yang kita ramu sesuai dengan resep yang kita punya, bisa dirasakan dengan nikmat oleh orang lain
jaya punya artikel menarik dengan judul ..Ayo Download Buku dari Facebook
guskar :
spy bisa ternikmati org lain, ya harus disajikan dng cara yg menarik.
proses belajar harus selalu berjalan terus menerus
Ini yang sedang saya pelajari.
dari orang-orang hebat seperti mereka, pasti akan banyak hal yang bisa diserap.
GREAT!!
Alfaro Lamablawa punya artikel menarik dengan judul ..Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. I)
guskar :
kunci utamanya mmg belajar.
sip deh… lanjutken!
aku mazhabnya bon jovi kang

julie punya artikel menarik dengan judul ..from ulil to lila
guskar :
yg “always” atau “it’s my life” nih?
Saya lagi belajar meramu gaya bahasa yang enak buat saya menulisnya dan enak buat pembaca membacanya tanpa mengurangi eksistensi isi tulisan.
walaaaaah…
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Beruang Madu Spesies Beruang Terkecil
guskar :
merangkai tulisan ibarat menjahit..
apalagi menulis ilmu pengetahuan mengenai lingkungan yg update-nya sangat pesat.. hrs rajin mempelajari referensi terkini
Yup meski hasilnya belum maksimal tetapi tetep berusaha untuk belajar, belajar, dan belajar
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Beruang Madu Spesies Beruang Terkecil
Salah satu ramuan yang berusaha saya pertahankan barulah panjang tulisan. jangan sampai melebihi 900 karakter
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Beruang Madu Spesies Beruang Terkecil
guskar :
sdh bisa mas? itu klo sms cuma 5 halaman loh
saya jarang memikirkan rasa bahasa apa yg nantinya akan dihasilkan tulisan saya
proses penulisan saya kurang lebih hanya memindahkan kata2 yg berputar di kepala ke dalam layar monitor dengan bantuan keyboard
jadi kalo pas selesai dan ternyata rasanya jadi absurd dan imaginer, yaa saya musti maklum
berarti ketika menulis, kurang lebih isi otak saya jg lg absurd dan imaginer :LOL:
tyas punya artikel menarik dengan judul ..New Theme: monochrome
guskar :
bahasamu khas, gado-gado dicampur spageti sih.. ada rasa jawa, indonesia dan eropanya
apa adanya yg mau disajikan
Bener ya Pak *sambil manggut2*

Sedari awal saya ngeblog bingung banget mau menempatkan diri saya sebagai apa. Dulu agak sering memuat berita, tanpa membubuhi tulisan asli saya sendiri
Sekarang sih perlahan-lahan belajar memberi rasa pada tulisan saya.
Apalagi pada postingan saya… ada rasa buah, ada rasa soto de el el
Kakaakin punya artikel menarik dengan judul ..Sebuah Panduan Untuk Tebak Gambar
guskar :
semua melalui proses, termasuk dalam menulis. bahasa kerennya mencari identitas diri he..he..
namun saya sadar banget, memberi rasa pada bahasa nggak gampang. Kudu belajar lagi
Kakaakin punya artikel menarik dengan judul ..Sebuah Panduan Untuk Tebak Gambar
guskar :
sptnya semua pd sepakat, kudu belajar!
1. Quote berikut
Mengarah sekali ke saya ketika sedang posting keilmuan, bahkan seringkali malah membuat pusing para pembaca. Pembaca cenderung “segera meninggalkan” lokasi ketika membaca hal-hal yang ndak umum seperti yang saya pparkan.
2. Guskar menulis berikut
Jadi selama ini Guskar tahu dong kalau tulisan saya adalah hasil comot saya comot sini. Jadi malu
3. Tulisan kali ini membuat saya harus lebih kreatif lagi. Ternyata saya masih harus banyak belajar menulis ke padeblogan ini. Saya harus jadi diri saya sendiri dalam menulis. Terima kasih sudah memberikan pencerahan.
mandor tempe punya artikel menarik dengan judul ..Dimanfaatkan
guskar :
sebetulnya wajar saja pak mandor menuliskan sesuatu yg dekat dng pekerjaan sehari2. di pabrik tempe byk hal yg bisa ditulis, mulai dari peralatan penunjang, proses pembuatan tempe, org2 yg membuat tempe dsb. dan itu sdh pak mandor sajikan dng bagus, sehingga pembaca yg awam dng pabrik tempe setidaknya punya gambaran.
terusken aja pak mandor.. apa perlu minta petunjuk dan pengarahan mbok djum?
Pak Mandor adalah satu-satunya penulis tentang pabrik yang selalu Bundo ikuti, serumit apapun itu .. karena penulisnya adalah seorang pujangga, dan ada chemistry itu [bundo ngaku-ngaku]
wah, bunda kayaknya termasuk penulis yang bahasanya amburadul,
lalu ,kalau harus belajarnya dgn belajar menulis sajak,………………..
hiks,,,,hiks….ampyuuuuuuuuuunn……………..
salam.
bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Menikah Pada Tanggal Cantik
guskar :
perkara menulis puisi, bunda lily silakan les privat ke bundo nakja
soal rasa bahasa…orang yang membacalah yang patut menilai. sama seperti hasil masakan, menurutku hasil masakanku ya enak dong…sesuai seleraku lah. tapi kalo diri sendiri saja bilang ndak enak, apalagi orang lain yaaa..?
guskar :
ilmu baru dari desri nih : yg penting stel yakin dulu…
hm…kalau bahasa saya sih, masih nggak karuan Gus, muter-muter…..dan panjaaang.
saya pernah mendapat masukan dari teman penulis buku, kalau mau bisa nulis dan enak di baca, sering2lah membaca novel…., hm sampai sekarang saya belum pernah membeli novel, punya 2 novel ya dari Guskar dan Bundo itu. ya….sangat lumayan untuk membantu saya dalam belajar menulis yang alurnya urut dan jelas…
guskar :
2 novel itu bisa dibaca berulang2 mas..
kalo saya dibiarin kayak air mengalir.. di rujakin
guskar :
harus diikuti ke mana ngalirnya mas..
‘sering-sering menulis dan membaca puisi..’. hmm.. gitu ya…
*kayak gini ni klo seorang penulis nulis …. ada rasa bahasa… saya baru denger
*karena ingin cepat selesai, tulisan saya rasanya sering loncat sana-loncat sini… ngga deskriptif ( bener ga ni istilahnya ? )
ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Tiga Hari Ini..
guskar :
ah si juara mengarang tingkat kabupaten kok malah merendah gini sih…
tulisan saya benar2 anyep, gak ada rasa
boleh juga tuh baca sajak sajak