Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Ruang Hening : Memaknai Kehidupan

tunelSebulan ini ada dua peristiwa yang memaksa saya untuk melakukan perenungan. Pertama, seorang kenalan meninggal dunia. Dokter muda masih pengantin baru. Meninggal karena levernya tidak berfungsi, cuma 3 hari dirawat di RS. Dia ini anak bungsu, kesayangan keluarganya. Bapak ibu dan kakak-kakaknya yang membiayai sekolahnya hingga menjadi seorang dokter. Semua tenaga mereka tercurah untuk si bungsu ini. Kemudian yang kedua, tewasnya seorang teman akibat mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api saat melewati lintasan rel tanpa penjaga. Mengapa teman saya itu melewati jalan tersebut? Kenapa pula dia tidak tewas sendirian, tetapi dengan teman **** di sebelahnya?

Tuhan memanggil mereka dalam usia masih muda. Cara Tuhan mengambil nyawa seseorang memang tidak dapat diduga-duga, karena pekerjaan itu memang hak prerogatif-Nya.

Saya bertafakur, dalam diam. Saya melangkah memasuki lorong hati untuk mengetuk pintu nurani, yang sudah sekian lama tidak saya masuki. Pintu terbuka, sebuah ruang yang sangat  luas seakan tanpa batas, terang benderang, bersih, sepi, tanpa suara, di tengah ruangan terhampar sajadah berwarna kuning keemasan dan saya duduk di sana. Ruang hening.

Kepala saya tertunduk, mata terpejam tetapi saya masih bisa merasakan terangnya ruangan itu. Terdengar suara yang memecahkan keheningan ruangan itu dan saya sangat mengenali suara ini. Suara hati nurani sama persis dengan suara yang keluar dari kerongkongan saya.

“Aku tahu gelisahmu. Kamu tidak pernah tahu, kapan tiba saatnya diambil nyawamu. Jangan pernah sia-siakan kesempatan yang diberikan Tuhanmu kepadamu, sesempit apapun yang diberikan-Nya itu, pergunakan sebaik-baiknya”, katanya sambil meraih tangan saya supaya saya berdiri.

Saya mengikuti langkah-langkahnya. Betapa luasnya ruang hening ini, pikir saya.

“Dinding ruang ini sumber kebijaksanaan. Di sini tertulis ayat-ayat Tuhan yang ditorehkan ketika kamu lahir dahulu. Semua jawaban atas pertanyaanmu ada di dinding ini. Bahkan, secara dini dia akan memperingatkan kamu jika kamu mempunyai niat yang bertentangan dengan larangan-larangan Tuhan. Sayang sekali, kamu jarang memasuki ruangan ini.” Lidah saya kelu, tidak mampu berkata sepatah kata pun juga, tapi saya membenarkan kata-katanya.

“Hidup hanya sekali, gunakan untuk hal yang berarti!” katanya lagi.

Tagged as: , , , , ,

19 Comments

  1. Saya jadi ingat salah satu sajak/puisi alm. Chairil Anwar, kalau nggak salah judul Aku dan ada kalimat : “Sekali Jadi, Berarti”, Tuhan memang tidak pernah memberi tahu secara nyata dan jelas kapan kita akan mendapat giliran menghadap (kecuali para aulia), sehingga para agamawan/ti, selalu bilang “sembahyanglah kamu seakan-akan esok kamu akan mati”. Semoga Allah Selalu dan senantiasa memberikan rahmatNya untuk kita semua.
    aldy punya artikel menarik dengan judul ..Tahun 2010 : IUPHHK menentukan sendiri Target Produksinya.

    guskar :
    DIPONEGORO

    Di masa pembangunan ini
    tuan hidup kembali
    Dan bara kagum menjadi api

    Di depan sekali tuan menanti
    Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
    Pedang di kanan, keris di kiri
    Berselempang semangat yang tak bisa mati.

    MAJU

    Ini barisan tak bergenderang-berpalu
    Kepercayaan tanda menyerbu.

    Sekali berarti
    Sudah itu mati.

    MAJU

    Bagimu Negeri
    Menyediakan api.

    Punah di atas menghamba
    Binasa di atas ditindas
    Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
    Jika hidup harus merasai

    Maju
    Serbu
    Serang
    Terjang

    (Chairil Anwar, Februari 1943)

  2. nurani biarpun dia ada di dalam diri kita namun sering sekali kita membohonginya,mengingkarinya atau bahkan menjauhinya.

    padahal nuranilah yang selalu setia menuntun kita
    pakne galuh punya artikel menarik dengan judul ..Antena Wajanbolic solusi murah Rt/Rw net

    guskar :
    nurani sll memberi peringatan jika kita ingin berbiat tdk baik, hny kita sering mengabaikan

  3. Keheningan itu tidak akan mengantarkan apa-apa, namun apa yang terdengar dalam keheningan itulah yang akan membawa kepada pencerahan
    mandor tempe punya artikel menarik dengan judul ..Six Sigma

    guskar :
    hanya saja sinyal kita enggan menangkap pesannya

  4. rasajati sejatine ora ono opo2….kalo sudah bisa masuk kesini maka inilah titik henti/wukuf hidup manusia…….suwung sejati…..
    m4stono punya artikel menarik dengan judul ..Makna Topo Mbuto

    guskar :
    Rasa sejatinya jalmi, kanggonan rasaning Allah, sejati temen tegese, manungsa ingkang kanggonan, mring temennya Pangeran, darbe rasa jatinipun, marma Allah temen pyambak.
    Wateknya rasa sejati, kalangen mring katemenan, sengsem mring kanyataane, den pilalah lara lapa, tan arsa karya cidra, sengit mring catur andlurung, trisna mring catur kang nyata.
    Embaning sukma sejati, yaiku rasa kang seca, sukma suci pangiride, kang nuntun mring kataan, tan arsa tetepungan, mring pakarya ingkang luput, malalah mijil pamelahnya.
    Pitulunging sukma suci, marang sejatinya rasa, ngrowangi karya sirnane, rasa kang ala punika, ingkang sengsem mring dosa, supaya uripnya iku, anut sejatining rasa.
    Wong anut rasa sejati, kalangkung suka pirena, mring pakarya becik kabeh, nyegah mring pakarya ala, siyang latri tan pegat, madhep mring tindak kang tuhu, ing ngabyantara Pangeran.
    Sukma suci tansah kanthi, ngrowangi sejati rasa marma dahat ing trisnane, dennya atunggal karenan, siyang latri tan pisah, selaminya asih lulut, anut lan palastra.
    Kang kalih saeka kapti, tegese nunggal ing karsa, saeka praya ciptane, karsanya sejati rasa, inguja saben dina, dahat dennya anjumurung, mring karsa sejati rasa.
    Sarehning rasa sejati, ngembang sejatining sukma, sukma suci anut bae, kautus dening Gustinya, nulung sejati rasa, atas karsane Hyang Agung, tindaknya sukma kang mulya.
    Wateking rasa sejati, sengit marang kadurjanan, mring becik dahat asihe, becik trus rasaning driya, tuhu suci ing karsa, siyang latri amanekung, mring Allah kang Maha Mulya.
    Tan pegat muja semedi, lir pendah ilining tirta, siyang latri mili bae, lirnya mikir lan ambudya, engeting jati rasa, siyang latri ya lumintu, angesthi angestu pada.
    Ngucap tobat ping sakethi, ngucap kapok ping sayuta, yen suwung rasa jatine, pangucapnya kadya ampas, liring ampas pan sepa, tan katrima mring Hyang Agung, wit Allah priksa meing cipta.
    Salat gaib rasa jati, konjuk mring Gusti Allah, Hyang Widi mengku gaibe, tan arsa ginunggung jalma, ngesti nggunggung Pangeran, iku sujud kang satuhu, renaning sejati rasa.

  5. tidak ada kata yang bisa mewakili perasaan saya sewaktu ayah onit wafat.. namun saya cukup ‘terhibur’ ketika banyak kerabat dan sahabat yang meyakinkan bahwa beliau mati sahid karena wafat disaat mencari nafkah untuk istri dan anaknya…. sejak saat itu, saya merasa kehidupan ‘orang2 meninggal’ sangat dekat dengan saya… kadang ini menjadi seperti ‘peringatan’ buat saya bahwa umur manusia benar-benar rahasia Allah..namun bersamaan dengan itu, saya sering lalai juga sehingga tampaknya perlu memasuki ruang hening seperti yang Kang Gus lakukan…

    semoga sang sahabat mendapat tempat yang mulia di sisiNya.. amin.
    ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Dominansi Otak = -2 ( Kiri )

    guskar :
    kewajiban kita tiap hari menambah bekal amal kebajikan, sbg persiapan jika sewaktu2 kita mendapat panggilan menghadapNYA

  6. karna hidup hanya sekali

  7. kelahiran dan kematian rahasia Tuhan yang tak bisa dicegah, kita bisa menjalani takdir hidup sesuai ketentuanNya
    Mamah Aline punya artikel menarik dengan judul ..Lovely Father

    guskar :
    ttp kita diberi kesempatan pilihan yg seluas2nya berbuat kebajikan atau sebaliknya di masa antara kelahiran dan kematian itu.

  8. Waktu dan cara Yang Maha Memiliki memanggil tak ada seorangpun yang tahu. Benar kata Kyaine “waktu yang sempit” lebih baik dipergunakan untuk semakin eling dan mawas diri (aku inget kata ini sering diucapkan alm. Jend. Suharto).
    Aku hanya bisa merasakan bahwa ketika “saat itu” tiba, tentunya indah sekali karena kembali kepada Sang Pemilik. No worry, no regrets, no fear..
    Matur nuwun sanget Kyaine, keheningan ini ternyata ramai.
    Vyan RH punya artikel menarik dengan judul ..Bongkar yuk….!!!!

    guskar :
    jika dibandingkan dng dimensi waktu hidup di masa mendapatang, hidup di dunia ini terasa sangat singkat. hingar bingarnya dunia sering membuat terpeleset kepada satu kenistaan. eling lan waspada, salah satu cara yg bisa dipakai untuk menikmati dunia

  9. Salam
    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga arwah mereka diterima di sisi-Nya. Amin
    Aku terpikir hal serupa Mas, saat berjejal dikereta ekonomi melihat orang cari penghidupan begitu rupa, sampai kepikir begini, manusia mencari penghidupan untuk mendapat makanan, mereka kemudian makan untuk hidup tapi sebenrnya hidup itu ya untuk mati, dan Mati adalh hidup yang sesungguhnya, hanya hitam dan putih.
    Trims buat posttingannya.
    nenyok punya artikel menarik dengan judul ..Tentang “Tidak Tahu”

    guskar :
    kesadaran bahwa kematian terasa dekat sekali ketika terjadi kami mengurus jenazah teman yg kecelakaan, dari evakuasi hingga pemakamannya.

  10. Yahhhhhhhhhhhhhhh
    Tadi barusan ketik komentar panjanggggggggggggg sekali untuk postingan ini tapi raib, padahal udah di “submit”
    :(
    :(

    guskar :
    kayaknya komengnya lsg ditelan oleh si aki
    :(

  11. Juklak Tuhan kepada Malaikat Pencabut nyawa intinya ada 3 yang disebut “3 Tak Peduli”

    -Tak peduli berapa umurmu- mbakyu saya meninggal umur2 tahun, emak sampai sekarang masih bisa mengeluarkan ancaman akan membanting laptop saya ( episode Bella jatuh dari tempat tidur ha ha ha )

    - Tak peduli siapa kamu-Jendral atau Kopral yang akan meninggal dunia kita nggak tahu, karena tidak urut pangkat saat meninggal dunia.

    - Tak peduli sedang apa kamu – bisa saat sholat,sujud,makan naik pesawat, di panti pijat,dll.

    So,siap-2 bekal sebelum ajal.

    Salam hangat dari Surabaya

    guskar :
    krn ajal nggak pandang bulu, makanya lbh baik mengumpulkan bekal yg sebanyak2nya sebelum terlambat

  12. kang guskar, tau gak gmn skr kabar kang noe sama kang boed?
    huang punya artikel menarik dengan judul ..Luna Miauw

    guskar :
    wah.. nggak tau tuh ded

  13. Kemarin saya melihat di TV para korban meninggal atas kecelakaan reruntuhan bangunan di Tanah Abang. Saya pun langsung teringat bahwa kematian itu bisa menjemput kita kapanpun, dan itu tanpa pemberitahuan sama sekali, sangat mengejutkan tentunya…Tetapi yang saya rasakan kenapa yah kok kita mudah sekali melupakan akan hal yang satu itu yaitu KEMATIAN…Saya fikir kita harus sesering mungkin mengunjungi kuburan atau rumah sakit tempat orang-orang sedang berjuang melawan maut, agar diri ini senantiasa ingat bahwa hidup itu hanya sekali, dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya…
    RitaSusanti punya artikel menarik dengan judul ..Generasi Rabbani

    guskar :
    ajal datangnya tiba2.. nggak peduli kita ada di mana dan sedang berbuat apa..

  14. Ruang hening tersebut seringkali mencuri tidurku dan membentuk lamunanku. Menimbulkan ketakutan yang begitu dahsyat. Karena tak cukup bekal menuju akherat.

    guskar :
    yup.. ketakutan bisa terkikis dng punya bekal yg cukup banyak

  15. Hanya orang2 tertentu yang mampu memasuki ruang hening dlm diri, lalu berdialog dgn segala kejujuran, yang selama ini mungkin tak pernah didengarkan oleh jasad kasar yg sering lupa, utk apa kehidupan ini sebenarnya.
    Terima kasih Gus, sudah mengingatkan saya utk selalu belajar menuju ruang hening yg memang sejatinya selalu kita butuhkan utk mencapai kehidupan yg selaras di dunia dan di alam akhlr nanti.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.
    bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Di Balik Raut Wajah

    guskar :
    dalam bertafakur harus menghilangkan segala ego dan jujur mengakui semua kesalahan yg pernah diperbuatnya.

  16. Saya hanya menyampaikan saja Gus betapa pelajaran yang sangat berharga dan bisa kita ambil hikmah yang dalam ketika kita merawat jenazah. Ketika mendengar meninggal, melayat, memandikan, menshalatkan dan mengantarkan bahkan mungkin kalo bisa sampai menguburkannya.
    Inilah mungkin hikmahnya bahwa kita akan selalu diingatkan dan berakhir renungan bahwa yang namanya hidup akan mati dan akan dimintai pertanggungjawaban. Entah kapan, bisa jadi sangat dekat.
    Trims Gus, artikelnya yang mengingatkan.
    Salam
    arkasala punya artikel menarik dengan judul ..Tempat Kursus Saya Nge- Blog

    guskar :
    saya pernah mengalami “mengurus” org yg sakratul maut hingga ikut memandikan jenazah. terjadi kira2 tiga tahun lalu. sampai sekarang masih ingat betul betapa nafas kita pendek sekali ketika ajal itu menjemput.

  17. aku belum pandai memaknai hidup ini masih belajar terus akang
    julie punya artikel menarik dengan judul ..merinduimu

    guskar :
    di medan skrg bisa jd lbh tenang utk memaknai hidup jul

  18. Hidup hanya sementara, manfaatkan untuk hal2 yang tidak merugikan, baik dunia maupun akhirat
    zulhaq punya artikel menarik dengan judul ..31-Nya Orang Sinting

    guskar :
    dan itu sebenarnya mudah dilakukan

  19. Ruang Hening : Memaknai Kematian

    ukuran ruangnya hampir sama mungkin ya gus?

    guskar :
    cuma disekat aja kok bun, dan itu tipis sekali

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?