Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Bersabar dengan Perasaan Orang Lain

sabarSetiap individu mempunyai tingkat emosional tergantung bisa mengendalikan atau tidak. Meskipun ada keinginan untuk bersikap rasional dan logis, emosi selalu ikut berbicara. Kesuksesan seseorang salah satunya ditentukan dari pengendalian emosi diri pribadinya dan hubungannya dengan orang lain : bersabar dengan perasaan orang lain! Kalau Anda ingin lebih berhasil berhubungan dengan orang lain, perhatikanlah emosinya dari pada pikirannya.

Di sebuah toko sepatu, seorang ibu masuk toko untuk membeli sepasang sepatu. Semua sepatu yang menjadi pilihannya telah dicobanya, tidak ada yang pas. Pelayan toko menghampiri dan bertanya model sepatu yang diinginkan pembeli, dengan sigap pelayan toko mencari sepatu yang dimaksud, namun tidak berhasil.

“Ibu, saya tidak dapat menemukan sepatu yang cocok seperti yang ibu inginkan. Kaki kanan ibu lebih besar dari yang kiri”, kata pelayan toko.

Ibu tadi tersinggung, marah dan segera berdiri dari tempat duduknya untuk segera pergi keluar dari toko sepatu. Supervisor toko yang kebetulan mendengar percakapan tersebut menghampiri pembeli tadi dan menahannya supaya jangan beranjak dari tokonya. Pelayan toko mengamati supervisornya yang menemukan sepasang sepatu untuk ibu tersebut dan ternyata supervisor itu berhasil menjual sepasang sepatu kepadanya.

Ketika pembeli tersebut telah pergi, pelayan tadi penasaran dan bertanya, “Bagaimana Anda dapat melakukan itu, tadi saya mengatakan hal yang sama seperti yang barusan Anda katakan pada ibu tersebut sehingga ibu tadi marah kepada saya?”

“Tidak benar juga saya mengatakan demikian, saya mengatakan kepada ibu tadi bahwa salah satu kakinya lebih kecil dari yang satunya”, papar Supervisor.

Supervisor tersebut telah berkata yang sebenarnya kepada pembelinya, namun dia telah mempertimbangkan perasaannya dan melakukan pendekatan dengan cara yang bijaksana dan hormat. Dia berhasil membaca situasi dengan tatapan matanya, dan inilah satu kekuatan yang besar dalam kemampuan untuk mengenal perasaan orang lain dan kemudian dengan sabar memperhitungkan perasaan orang lain tersebut.

Apakah Anda termasuk orang yang sabar dengan perasaan orang lain?

Tagged as: , , ,

25 Comments

  1. gyahhhahhha, menusuk tepat pada diriku gus..

    masih belum bisa mengerti perasaan pasien sampai suatu saat gigiku sendiri harus dicabut. Ketika itulah benar-benar tersadar bahwa pasien butuh untuk dihilangkan kekhawatirannya dengan kalimat-kalimat ajaib dari dokter. Walaupun sakitnya sama saja, tapi bila pasien merasa tenang dilayani oleh kita InsyaAllah proses ekstraksi berjalan lancar.

    namun karena keseringan mengucapkan kalimat manis yang sama, ekspresiku kadang ga mendukung. yang paling pinter nangkap bhw ucapanku tidak tulus adalah pasien anak-anak, mereka umumnya gelisah bila ditangani oleh bundo.. dan pada akhirnya zani lah yang bertugas membujuk :P

    masih terus belajar..

    guskar :
    mengucapkan kalimat manis di depan konsumen yg marah2 luar biasa susahnya.. malah kadang memperburuk situasi. dr pengalaman itu, sy mendingan mendengarkan dulu apa yg dikomplain, stlh ia puas.. biasanya emosinya reda.. baru deh sy kembalikan lg kepercayaan dia thd pelayanan2 saya..

  2. Kadangkalanya memang berat untuk hanya sekedar memahami dan mengimbangi perasaan seseorang, situasi dan kondisi amat sangat menentukan disamping hati, tapi alangkah indahnya bila itu dapat dilakukan atau diaplikasikan setiap saat , dengan demikian emosi dan kesabaran kita bisa terkontrol dengan baik…ya kan Gus…

    btw saya termasuk yg diatas…ha…ha..ha..
    yulian punya artikel menarik dengan judul ..Baru Bisa Berharap……

    guskar :
    pada hakekatnya, org minta dihargai saja kok..
    sip deh klo yulian tmsk yg spt supervisor itu
    :)

  3. hari neh saya harus bersabar dengan siswa saya yang agak lambat menerima materi. padahal hampir pertemuan terakhir dan mau ujian. rasanya pengen cuek tapi mereka juga cuek. gimana lah .
    H punya artikel menarik dengan judul ..EPI, Kerang Laut nan Menawan

    guskar :
    jd guru yg menghadapi berbagai macam karakter murid2nya mau nggak mau hrs kompromi dng perasaan sendiri

  4. Pendekatan humaniora merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencapai keberhasilan, telah banyak yang membuktikan. Kepandaian manajemen atau keahlian teknis akan terasa hambar jika tidak ada sentuhan humaniora dalam melakukannya.
    mandor tempe punya artikel menarik dengan judul ..Yield

    guskar :
    yup.. di beberapa postingan pak mandor telah mengajarkan hal itu.. dan ternyata sangat efektif untuk dilakukan
    :)

  5. salam,
    Saya siy berusaha empati sebisanya meski kalau sudah ke ubun-ubun bisa meledak juga, yang jelas harus memahami benar kalau nyatanya sabar itu ga ada batasnya.
    nenyok punya artikel menarik dengan judul ..Colibri dan Ilalang

    guskar :
    meledakkan emosi sejatinya sangat manusiawi.. tp dalam konsep pelayanan kepada pelanggan sepertinya dilarang keras untuk dilakukan… bibir kelihatan tersenyum, pdhl di hati marah dan sebel bergolak hebat

  6. yup..bener.. kita hidup di tengah manusia yang masing-masing punya karakter berbeda… penting bagi saya untuk bisa berempati dengan orang lain karena dengan cara itu kita diterima baik oleh semua orang di mana saja kita berada…
    ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Altar Cinta

    guskar :
    apalagi itu klien kita ya ceu.. salah bersikap bisa2 melayang tuh project…
    :P

  7. orang sabar disayang tuhan :)

  8. Pengalaman penjenengan sebagai supervisor ditoko sepatu ternyata mengagumkan mas. Saya nggak bisa berbuat seperti itu je. Ketika anak buah saya perempuan nggak pake helm ketika naik motor langsung saya katakan ” Katakan sama Ngatemi, lain kali kalau nggak pake helm akan saya pecel kepalanya”. Sadis kan mas.
    Mengerti perasaan orang sungguh sangat penting dalam hidup dan kehidupan.
    Salam hangat dari surabaya

    guskar :
    konsekuensinya, di belakang mereka akan bilang gini ke temen2nya : awas jngn lupa pake helm, bisa2 pale lu dipecel sama kumendan…
    :)

  9. Salam Takzim
    Saya juga lebih senang dibilang badan anda kurang tinggi dibanding badan lo tuh pendek
    Salam Takzim Batavusqu

    guskar :
    kurang tinggi sedikkkiiiittt aja kok..
    :)

  10. saya barangkali belum yang setahap supervisor toko itu pak Gus…

    guskar :
    klo wartawan punya cara sendiri kan mas he..he..

  11. Mengikuti training menjadi “Sales” sudah sering aku ikuti bahkan banyak buku seperti buku yang pernah aku baca yaitu “Menjual dengan Empati”. Baca sampe selesai tapi aplikasinya ternyata belum berhasil aku lakukan. Pernah juga sharing dengan kang Ya2t, aku kok nggak pernah berhasil jadi sales… sungguh pekerjaan jadi sales yang baik sangat jauh dari bakatku kayaknya..
    Vyan RH punya artikel menarik dengan judul ..Seren Taun, upacara adat Sunda di Cigugur

    guskar :
    ada trik sales yg begini : umbarlah janji2 sorga.. mskpn nantinya menjerumuskan para konsumen ke dalam neraka. mmg ternyata jd sales itu sangat tidak mudah

  12. Sebuah harian memasang tajuk berjudul “Separo Pejabat Kita Korup !”
    Paginya sang pimpinan redaksi diumpat habis2an oleh seseorang yang ngaku pejabat.
    Dia minta agar redaksi meralat berita di hariannya itu…
    Keesokan paginya lagi, kembali muncul tajuk berbunyi “Separo Pejabat Kita Tidak Korup”
    Dan tak ada sesiapa yang mendatangi redaksi lagi… :D

    guskar :
    cakep bener ide pak mars ini..
    :)

  13. saya mungkin termasuk yang khawatir jika orang lain tersinggung dengan ucapan saya Gus. Walau kadang karena bawaan suka guyon jadinya sering kebablasan, dan mungkin saja orang lain jadi tidak suka.
    yayat38 punya artikel menarik dengan judul ..Manfaat Blog Menurut Anda !!!

    guskar :
    guyon dng org yg baru dikenal ternyata jg ada ilmunya ya kang..
    :)

  14. waduh…saya mah belum segitunya mengerti perasaan orang lain. Mungkin kalo saya yang jadi supervisor itu, malahan ikut ngerumpiin si ibu yang marah2 hehehe…..harus banyak belajar nih!
    Desri Susilawani punya artikel menarik dengan judul ..Belajar di PAUD 3

    guskar :
    mbak desri sih beruntung tuh, bisa belajar banyak dari anak didik.. :)

  15. Aku termasuk orang yang masih harus belajar sangat banyak Pak, mengenai bagaiman aku bisa merasakan perasaan orang lain, bagaimana aku bisa bersabar dengan perasaan orang lain…Memang tidak mudah, dan benar-benar dibutuhkan adanya latihan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari….
    Dan saya sangat salut pada orang-orang yg bisa bersikap seperti itu…
    RitaSusanti punya artikel menarik dengan judul ..Tiga Orang Saudara Mengunjungi Jakarta.

    guskar :
    wah..klo yg ini saya susah ngasih pendapat deh Rit… :) apalagi pekerjaan sehari2nya menuntut spy nggak peduli dng perasaan orang lain.. semua dilakukan untuk mengungkapkan suatu kebenaran..

    • Iya betul…Tapi tahu gak Pak terkadang kalau terkait suatu temuan dan ketika harus mengkomunikasikannya kepada klien, rasanya kasiaaaan banget *karena membayangkan saya berada di posisi dia*. Padahal bisa jadi kesalahan tersebut adalah bawaan dari periode2 sebelumnya, tapi yang kena batunya yah yang berkuasa sekarang… Cuma auditor mana mau tahu, yang penting ini loh fakta yg kita temukan. Kalau tidak seperti itu berarti tidak independen lagi dunk namanya :P

      Kalau ngaudit Perusahaan yg dipimpin Kyaine, auditor bisa nyantai tuh kerjanya Pak, karena pasti tidak akan ada temuan2 yang berarti, dan semua berjalan sesuai dengan prosedur dan kebijakan Perusahaan yang berlaku :) . Sebenarnya auditor juga seneng banget Pak kalau enggak ada temuan, karena prosedurnya menjadi lebih singkat, jadi kan enggak usah terlalu sering lembur hehehe :)
      RitaSusanti punya artikel menarik dengan judul ..Jejak-jejak Langkah Kita

  16. sama aja kalau ada pedagang kambing yg ditawar kambingnya 500rb gak dikasih….tapi begitu ditawar setengah yuta baru dikasihnya….hihihihihi :mrgreen:
    m4stono punya artikel menarik dengan judul ..Wejangan Sri Paduka Buto Cakil

    guskar :
    klo ada kata “juta” serasa lebih mahal…

  17. hm, kayaknya bagi saya ini termasuk baru Gus. merasakan yang orang lain rasakan….hm ini jelas sulit.. menahan emosi itu yang luar biasa sulit jika di perlakukan (yang menurut saya) bikin emosi. saya pernah dulu waktu ikut di sebuah CV pengadaan alat pendidikan. melayani dari sekian banyak kepala sekolah yang ingin display barang satu paket dan di minta menjelaskan satu persatu nama dan fungsinya, e…eh ujung2nya nggak beli. hanya ingin tahu dan sebagai perbandingan saja. bayangkan, menjleaskan tentang alat peraga KIT IPA, matematika saja waktunya bisa berjam-jam.

    sulit benar, merasakan yang orang lain rasakan. apalagi hanya dengan mengukur dari tatapan matanya…butuh belajar yang banyak bagi saya…
    salam.
    Badruz punya artikel menarik dengan judul ..Setapak Perjuangan

    guskar :
    dari awal kita sdh banyak berharap org yg kita berikan penjelasan td akan membeli produk kita..kenyataannya cuma untuk mencari perbandingan harga… hrs banyak belajar lagi ttg ilmu sales mas..
    :)

  18. musti belajar manggut-manggut dan sesekali berkata “Ooo…”
    iksa punya artikel menarik dengan judul ..BANG DUDUNG – Sate & Sop Kambing Khas betawi

  19. hehehehe….
    dealing with costumer memang butuh kesabaran ekstra….
    peraturan pertama : customer selalu benar
    peraturan kedua : jika customer salah, lihat peraturan pertama.

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?