Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Ora Kanggo

garbage01_environmetal_artDelapan bulan lalu, saya meletakkan jabatan yang cukup vital dalam organisasi yang ikut saya besarkan selama hampir sembilan tahun ini. Perbedaan prinsip yang membuat hati saya gundah, tersiksa dan menguras pikiran sampai kering kerontang, menjadi penyebabnya. Saya tidak enjoy lagi mengurus salah satu “anak” kesayangan saya itu. Selanjutnya, saya menghilang dari peredaran dan pergaulan mereka sebagai orang yang ora kanggo, tidak terpakai.

Seorang sarjana, baru lulus S2 mengajukan surat lamaran kerja. Ah, di situasi krisis global seperti ini siapa yang mau membutuhkan tenaganya? Banyak perusahaan mem-PHK karyawannya, alih-alih menerima karyawan baru seperti dia, mempertahankan karyawan yang ada saja sudah bagus. Tidak putus asa, ia mengajukan lamaran ke perusahaan lainnya. Kata personalia : “Boleh saja Anda kerja di perusahaan kami, tapi mau nggak menggunakan ijazah SMA Anda saja?” Rupanya, ijazah S2-nya, ora kanggo.

Di ruang yang lain, ada arsitek idealis merencanakan sesuatu gagasan untuk merombak penampilan kantor, termasuk lay out di dalamnya. Dia stress berat, karena proposalnya selalu ditolak mentah-mentah oleh direkturnya. Mister direktur lebih memilih proposal dari maintenance section : melakukan pengecatan ulang! Ide si arsitek, kandas. Ora kanggo.

Tepat di samping mesin foto kopi, teronggok kertas bekas foto kopian yang jumlahnya lebih dari delapan rim. Pemborosan yang luar biasa. Kertas yang tersia-siakan, ora kanggo.

Sementara itu, di sudut yang lain seorang karyawan yang sudah belasan tahun bekerja di perusahaan, pagi-pagi kebingungan mencari komputer yang hilang dari mejanya. Siang harinya, dia baru paham : dia tidak dibutuhkan lagi oleh perusahaannya. Tenaga dan fikirannya, kini, ora kanggo.

Pernahkah Anda menjadi seorang yang ora kanggo, tidak terpakai atau tidak dibutuhkan?

Tagged as: , , ,

22 Comments

  1. Saya pernah, mungkin saya sedang di takdirkan untuk tempat yang lebih baik dan lebih ajeg jadi saya terus berpikiran positif saja, walau jalan untuk ke tempat yang lebih baik tadi tidak mudah, perlu pengorbanan dan mulai dari nol lagi. Tetapi saya tetap memilih untuk berpikir positif dan menggantungkan mimpi saya di tempat yang paling tinggi.
    tukangpoto punya artikel menarik dengan judul ..Tas daur ulang

    guskar :
    sip mas didit, kita selalu berpikir positif.. hidup jd lbh tenteram..

  2. ketika kita tidak di butuhkan, rasa pasti sangatlah…..

    menghadap ke Maha Segalanya dan meminta bantuan kepada-Nya…

    guskar :
    kalimat pertamamu aku nggak mudeng mas..

  3. Pernah Gus. Saya sendiri mungkin terlalu berlebihan jika mengatakan kalo saya pernah disakiti. Namun kenyataannya begitu. Betul kata tukangpoto lebih baik memilih berfikir positif. Yang penting tidak berhenti melangkah, karena setiap langkah selalu ada hikmah. Sokbijakdotcom.
    Trims Gus, salam :)
    yayat38 punya artikel menarik dengan judul ..Setting URL yang Search Engine Friendly di Joomla

    guskar :
    berpikir positif + ambil hikmah = bijaksana

  4. saya pernah Gus, waktu itu dikatakan alasannya krn saya sudah menikah,
    namun akhirnya suatu saat saya dipanggil dan dibutuhkan lagi, justru pd saat saya tdk bisa melakoninya krn baru saja melahirkan.
    jadi, saya hanya pasrah, mungkin Allah swt telah menyiapkan yg lain yg terbaik utk saya.
    salam.
    bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Haji Mabrur (1).

    guskar :
    dunia kerja penuh persaingan, nggak di negeri maupun di swasta.
    sikap pasrah kepada Allah, satu kebijaksanaan pula

  5. menyapa siang-siang mas Guskar

  6. hmm… pernah sih.. Di tempat kerjaku khan emang lagi musim2nya PHK… Banyak karyawan di bagian operator yg di PHK, sebelumnya mereka dipanggil dulu, ditawarin untuk pensiun dini (meski tawaran itu cuman formalitas, padahal sesungguhnya mau ga mau mereka harus keluar).
    Nah… suatu hari tiba2 aku dipanggil oleh org bagian HRD (yg biasa memanggil org2 untuk nawari PHK), aku sempat heran ada apa ? coz aku khan bukan bagian operator ? (aku PPIC = Production Planning & Inventory Control) dan untuk mengeluarkan karyawan dengan level staff keatas tuh khan ada aturannya, harus 3 bulan sebelum resign, padahal mereka2 yg di PHK itu bisa langsung keluar pada saat itu juga.

    Tiba di ruang HRD aku tanya, ada apa pak ? semula dia sempet terkejut krn ternyata aku staff, bukan operator (mungkin mrk semula salah panggil), namun mungkin krn gengsi ato apa, dia tetep aja menjelaskan klo poisis perusahaan saat ini sdg bla..blaa..bla.. (dikiranya aku bodoh apa, aku khan juga tau, wong kerjaanku berkutat masalah inventory), intinya mereka juga menawari aku untuk ikut PHK.

    Aku sempat menahan marah, aku blg.. “bapak memanggil saya apa sdh atas sepengetahuan atasan saya ? bapak tau tidak prosedurnya klo mengeluarkan staff ? yang bener dong pak klo kerja jangan asal panggil aja..!!”
    mereka cuma diem aja… trus aku blg, ” aku mau pinjem telpnya, aku telp pimpinan saya dulu”. namun karena telp sdg dipakai, aku pun memilih kembali ke kantorku dan telp pimpinanku dr kantorku..
    Nah…saat itulah aku merasa sedih..sakit hati…merasa seperti menjadi seorang yang ora kanggo…
    Saat telp pimpinan aja aku masih dalam nada marah, ” Pak, apa sudah ga membutuhkan tenaga PPIC ta ? kok saya ditawari PHK ? ”
    Pimpinanku langsung kaget, trus telp HRD dgn marah2…

    Tampaknya itu sebuah kekeliruan, namun sempat membuatku seperti orang yang ora kanggo…. sedih, kecewa, marah…
    Lina Marliana punya artikel menarik dengan judul ..Pidato Yang Membungkam Dunia

    guskar :
    terima kasih kepada Lina yg telah berbagi.
    sistem ke-HRD-an yang amburadul dapat dipastikan akan merugikan karyawan. mestinya stlah ada kejadian yg menimpa Lina, perusahaan segera melakukan review, knp HRD bisa berbuat teledor seperti itu. berarti data base karyawan sangat kacau, jgn2 sistem penggajiannya juga kacau tuh
    :P

  7. pernah donk, sering banget
    kalo kakak2ku lagi ngumpul di dapur pasti aku jadi ora kanggo kecuali pas masakannya dah mateng baru dehhh hehehhehehe
    julie punya artikel menarik dengan judul ..Negeri Awangga

    guskar :
    ora kanggo pas kegiatan masak toh… :)

  8. saya pernah gus, dulu waktu SMU. Di sekolah saya memang ndak bakat apapun. Olahraga ndak bisa, otak pas-pasan, tampang gak ndayani apalagi dhuwit, maen musik salah mulu, drama apalagi, keahlian ndak ada yang bisa diandalkan.
    Namun saya berpikir, kalau saya ora kanggo di sini, saya akan membuat kanggo di rumah. Hasilnya, saya bisa membawa group saroja keliling kota dan antar kota.
    mandor tempe punya artikel menarik dengan judul ..Pulang ke Kota

    guskar :
    aha.. pak mandor rupanya kreatif seperti Mahar tokoh laskar pelangi…
    “mari menyusun… seroja… bunga… seroja.. aa.a.a.a..a..”

  9. Pernah Gus, bahkan sedang :D :D
    saya lulus D3 akuntansi dari sekolah tinggi kedinasan
    lulusan SE dari salah satu universitas negeri
    tapi saya ditempatin di bagian HRD
    kerjaannya baca CV, bikin profiling, analisa hasil assessment, dll yang ndak nyambung sama akuntansi
    bahasa yg dipake kompetensi, pola karir, penilaian kinerja, dan sebangsanya
    ndak ada itu investasi *kecuali investasi SDM*, dividen, pengelolaan asset, dll

    jadi ilmu saya kurang lebih ya ndak kanggo :D :D
    jadilah saya lebih suka menyebut diri sendiri sarjana sastra akuntansi :lol:
    tp biar begitu sy ttp bersyukur, jadi menambah pengetahuan *positive inquiry??*
    tyas punya artikel menarik dengan judul ..Blog Subscriptions

    guskar :
    klo perkara disiplin ilmu yg didapat di bangku kuliah, nasib kita sama. sejak 15 thn lalu, sy nggak paham lagi perkembangan sistem informasi geografi… tp di pekerjaan malah lebih terlibat dlm multi disiplin ilmu, ada listriknya, ada teknik sipilnya, ada hidrologinya, dsb.. intinya untuk menuju ke customer satisfaction!

  10. Selamat siang Guskar, tulisannya tepat dengan yang saya alami, walaupun tempat bekerja saya saat ini lebih menantang dan juga lebih sibuk tapi tidak demikian dengan pendapat orang, karena keseringan dilantik pada eselon yang sama akhirnya jenuh juga pelantikkan sebelum tahun yang ini karena penyesuaian PP 41, tahun sebelumnya lagi karena menegakkan kebenaran maksudnya tapi disalah artikan melawan pimpinan, padahal nyata-nyata pimpinannya salah sudah dibuktikan oleh Inspektorat bahwa tanda tangan saya dipalsu untuk menarik uang, itupun masih juga ketimbang pulung kalau tidak ihklas menghadapi hidup ini memang bisa sinting, karena yang betul juga di hukum yang salah apalagi sedangkan pekerjaan diluar dari tupoksi yang juga penting tidak diperhitungkan orang padahal lumayan juga pekerjaannya, tapi satu hal yang saya pegang apa yang ditabur orang itu juga yang dituainya, Orang yang sering menyakiti hati orang lain yang tidak bersalah suatu saat ia akan mengalaminya juga. Terima kasih postingannya, Sukses Untuk Guskar.

    Regards, agnes sekar

    guskar :
    gusti Allah ora sare mbak.. org yg sering menyakiti hati org lain akan mendapatkan karmanya.
    klo kita sibuk memikirkan intrik2 org lain, kita nggak bakalan maju dan berprestasi. tp saya salut, mbak Agnes kariernya melejit terus… sukses juga untuk mbak..

  11. Kok misakne temen to Gus? 8 tahun lamanya aku di SMPku ini selalu dikanggokne, baru mulai tahun ini saja aku banyak dibusyak tugas tambahane, karena keseringan ngeblog. Ning yo wis ben nek dha mampu, nyatane jane yo dho ora. Jar ke rakwis, mengko lak mundhuk-mundhuk mbalik ngongkon aku. :lol:

    guskar :
    he..he.. opo dho sok keminter kali mas…
    sing sabar wae.. yo
    :lol:

  12. mungkin semua orang pernah mengalami “ora kanggo” dalam konteks berbeda-beda. Begitu juga saya pak Agus. Sakit, itu sudah pasti. Tapi memang selalu ada pelajaran yang dipetik dari “petaka” itu

  13. saat kita nora kanggo, sebenarnya saat itu juga kita diberi waktu untuk beristirahat sebentar….
    firmatha punya artikel menarik dengan judul ..Harga Jual

  14. jelas pernah no……dulu waktu SD pada waktu pelajaran olahraga…anak2 pada main sepakbola dan saya sukses lari2 dari belakang kedepan dari depan kebelakang…dan hasilnya sukses ….saya ndak pernah dapet bola, pada gak mau ngoper ke saya…duh jadi nya saya lari2 jadi ndak kanggo :lol:
    m4stono punya artikel menarik dengan judul ..Kulit oh Kulit

  15. Alhamdulillah saya selalu kanggo mas. Saya kadang meng-ora kanggo-kan anak buah, karena dikasih tugas apa saja kok stereo, nggak jelas juntrungannya. Bolak-balik dikasih tahu tetap menyanyikan lagu ” aku masih seperti yang dulu “. Nggak pernah berubah untuk maju.
    Kawan2nya juga emoh kerjasama sama dia karena menghambat pekerjaan.
    Orang seperti ini yang disebut “manusia hampa arti”. he he he
    Salam hangat dari Surabaya

  16. hmmm, kejadian yang banyak terjadi untuk saat ini

    kalo saya, pernah tuh om. saat itu saya di beri kerjaan, membuat suatu booklet untuk dibagikan ke semua karyawan. setelah jungkir balik membuat nya dalam waktu yang cukup lama, tenaga dan pikiran terbuang banyak, waktu juga terkuras banyak. akhirnya, keluar keputusan, “zul, bukunya gak jadi aja. bikin project lain aja”. so….bukunya, “ora kanggo”‘

    wuaaa….kenapa ngasih tau sekarang!!! ingin hati mau teriak
    tapi apalah daya, saya di digariskan untuk menjadi anak buah yang taat, jika ingin menjadi karyawan yang awet (halaahhh, kok gak meredeka merdeka toh)

    tuntutan hidup, tuntutan profesi, kerasnya keadaan, terkadang mengalahkan prinsip dan logika :)
    zulhaq punya artikel menarik dengan judul ..Sinting!!! Kok Gw Di Salahin?

  17. pernah juga saya di tolak ndaftar guru, he..

    tapi aneh memang, saya malah pernah di dunia jasa pengadaan barang selama 2 tahun aktif. saya kaget sekali di sana, banyak permainan kotor. banyak berhadapana dengan mafia dan preman betulan. terus saya berhenti Gus nggak kuat, sebetulnya lumayan. sampai sekarang ijazah s.1 nya masih nganggur. sayapun memilih sebagai tenaga pocokan, tenaga panggilan untuk antar barang dsb, bahkan tenaga angkat junjung barang, sayapun tak gengsi melakukan itu semua, yang penting halal. Ijazah S.1, ora kanggo, la yang s2 saja Ora Kanggo, he..
    Badruz punya artikel menarik dengan judul ..Betor

  18. saya pernah,dan jika mengingatnya rasanya sakitttttt……hati ini, pak gus :(

  19. Sering saya mengalaminya pak gus..tapi sedih kalau harus menceritakannya..salam

    guskar :
    hiks… jgn diceritakan deh klo bikin sedih
    :cry:

  20. Salam,
    Hmm…saya sering tuh..yah well positif thinking, “hikmah..hikmah… behind!!!” klise ya..but it is work for me.. :)
    nenyok punya artikel menarik dengan judul ..Gifts, Me and Friends

    guskar :
    kita mesti jeli mengambil hikmah dr setiap kejadian untuk mengambil langkah2 yg lbh cerdas.. agar menjadi org yg kanggo kembali..

  21. umm…. sepertinya sy pernah merasakan, Gus. :)
    fadhilatul muharram punya artikel menarik dengan judul ..Festival Film Eropa: California Dreamin’

    guskar :
    he..he.. kok sepertinya sih..

  22. karena bundo jarang/tak pernah mengeluarkan ide brilian jadinya belum pernah merasakan spt yang gus rasakan itu..

    yang ada mungkin sekarang ini otak bundo merasa menjadi ora kanggo karena jarang digunakan secara optimal oleh tuannya :(
    nakjaDimande punya artikel menarik dengan judul ..Antara Mekah dan Madinah

    guskar :
    di mana-mana bundo jd org yg kanggo mulu deh.. :)
    jaga kesehatan ya bun.. klo capek istirahatlah sejenak..

Leave a Response

Kalau suka contreng aja