Tragedi Sepasang Sepatu
Posted by Kyaine on 10/20/09 • Categorized as Refleksi Diri
Di TK Baiturahman Karawang sabtu pagi.
Di serambi sebuah kelas, Ibong sedang bersusah payah memakai sepatu boot warna merah-biru miliknya ke kaki kanannya. Cukup lama. Bu Irma, salah satu guru di TK itu lewat dan mendekati Ibong untuk membantu mengenakan sepatu. Seperti halnya Ibong, bu Irma dengan susah payah berusaha memasukkan kaki Ibong ke dalam sepatu. Menarik dan mendorong, juga menggeser sedikit demi sedikit akhirnya bu Irma berhasil memasangkan sepatu di kaki kanan Ibong. Kerudung bu Irma yang bagian atas basah oleh keringatnya. Kini, ia berusaha memasangkan sepatu yang kiri. Sama susahnya.
“Bu Irma, sepatu Ibong terbalik!” kata Ibong, setelah bu Irma selesai memasangkan sepatu kiri.
Bu Irma pun melepas kedua sepatu dari kaki mungil Ibong. Seperti masuknya tadi, keluarnya pun susah. Keringat makin bercucuran dari leher dan dahi bu Irma. Ia tidak mengira sama sekali, begitu sulitnya melepas sepatu. Ia terus berusaha supaya dalam proses pelepasan sepatu tadi tidak menyakiti kaki Ibong.
“Alhamdulillah, akhirnya terlepas juga,” gumam bu Irma. Ia pun segera memasangkan kembali sepatu-sepatu itu pada posisinya yang benar. Masih tetap dengan usaha keras, tentu saja.
Ketika hampir selesai terpasang semua, dengan polos Ibong berkata, “Ini bukan sepatu Ibong!” Bu Irma mengambil napas dalam-dalam untuk membuang rasa jengkelnya dan dengan sisa kesabarannya ia kembali melepas sepatu-sepatu itu. Anak-anak lain mulai mengerubungi tempat itu. Kondisi semacam inilah yang membuat bu Irma berusaha keras tetap sabar dan tetap bisa menyunggingkan senyum di hadapan anak didiknya.
Untuk mengurangi rasa pegal di badannya, bu Irma berdiri sejenak. Ia benar-benar kelelahan memasang-melepas sepatu Ibong. Sebetulnya, dari dalam hatinya ia sangat mendongkol.
“Ibong sayang, kenapa tidak bilang dari tadi sih? Lalu, ini sepatu milik siapa?” mata bu Irma menyapukan pandangan kepada anak-anak yang ada di sekitar tempat itu sambil menenteng sepatu boot itu. Semua diam.
“Itu sepatu adik saya bu. Tadi pagi mama menyuruh Ibong memakai sepatu itu ke sekolah,” jawab Ibong.
Bu Irma hampir saja berteriak, tapi segera saja ia sadari bahwa ia harus menjaga sikap. Di hati kecilnya, ia merasa geli. Kemudian ia kembali memasangkan sepatu yang kekecilan tadi ke kaki Ibong. Dengan usaha yang sangat keras, tentu saja.
Selesai sudah siksaan pagi itu. Kedua sepatu telah terpasang di kedua kaki Ibong. Ia hapus peluh di wajahnya, sambil menatap sepatu merah-biru milik Ibong. Ia terperanjat, menyadari ada yang janggal di kaki Ibong. Ya, Ibong tidak memakai kaos kaki.
“Sayang, ke mana kaos kakimu?” dengan sisa kesabarannya ia bertanya.
“Ibong sumpalkan ke dalam sepatu ini, bu!” jawab Ibong, tanpa merasa bersalah.
Dan bu Irma pun langsung terduduk lemas di selasar kelas. Entah, apa yang ada dalam hati dan fikirannya saat itu : kecewa, sedih, bingung, marah, atau malah tertawa terbahak-bahak?
Pernahkah Anda menghadapi situasi seperti yang bu Irma alami?

mungkin di kasus lain saya pernah melakukan hal yang sama dengan Bu Irma. Namun enggan untuk diceritakan karena ada unsur stress he he … maiiiiu . Jadi ngakak sendiri saya. he he
Trims Gus ah …. kalo inget suka ngakak saya.
arkasala punya artikel menarik dengan judul ..Kebersamaan
Tanggapan saya pertama kali setelah membaca ini cuna satu…
Tertawa terbahak-bahak ………… :nrgreen:



indra1082 punya artikel menarik dengan judul ..Adil vs Materialisme
maksudnya:mrgreen: kalii. hihihi
fadhilatul muharram punya artikel menarik dengan judul ..Thanks to Thufail Al-Ghifari
untunglah sampai saat ini saya belum mengalaminya…
tapi kalau saya mengalaminya mungkin samalah dengan apa yang dipikirkan Ibu Irma, Dongkol pastinya tapi apa boleh buat yang kita hadapi itu anak kecil, yang kalau bisa jangan diberi bentakan….
Soal masang sepatu ini emak juga sering bengok-bengok karena saya susah membedakan mana sepatu kanan dan mana yang kiri ha ha hakkk.
Bengok-bengok yang lainnya diikuti dengan memukul kakiku ” Kakimu ni kok cepat sekali berkembang sih, ini dah nggak muat lagi sepatunya”.
Yaaaa, emangnya saya yang minta agar kakiku cepat besar, mak.
Salam hangat dari Surabaya
hehe.. pernah tak ya aku ngalami ini? mikir duluuu, Gus.
fadhilatul muharram punya artikel menarik dengan judul ..Thanks to Thufail Al-Ghifari
Tidak hanay ibong saya yang bisa melakukan hal itu, bahkan orang yang besar pun sering melakukan hal-hal yang lucu dan menjengkelkan. Ini mungkin cerita orang besar yang bertransformasi ke ibong *halah*
Ya begitulah guru, dituntut oleh keadaan untuk bersabar. digugu dan di tiru. sampai-sampai tak mampu mengucapkan kata-kata yang agak keras sekalipun itu benar.
Badruz punya artikel menarik dengan judul ..Selamat untuk SBY!
wah kalau saya yang ngalamin seperti itu…mangkel banget pasti mas. saya nggak punya kesabaran yang cukup seperti bu Irma.
salut buat Ibong…
linduaji punya artikel menarik dengan judul ..miyabi pergi ke pasar
oleh karena itu, maka hanya perempuan pilihan yang bisa menjadi guru TK
berhadapan dengan anak-anak di ruang praktek, sampai hari ini masih menyulitkan bagi bundo..
boleh dunk nelamar jadi asisten..
Vyan RH punya artikel menarik dengan judul ..Blog termahal versi Vyan RH
betul, Bundo. Saya selalu salut sama guru-guru TK, apalagi yang ada di daerah-daerah. Dengan gaji yang jauh di bawah UMR, mereka harus ngurusi sekian puluh anak orang. Ngajarin ini itu termasuk makai sepatu sampai cara makan. Bahkan saya pernah lihat sendiri seorang guru RA (TK Islam) yang harus nyebokin anak asuhnya.
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali
Hua ha ha ha ha… Ibong… gue banget deh..!!! kasihan bu Irma, coba bu Irma punya blog tentunya sudah dibikin judul yang asik abis.. hua ka ka kakakkkkkk…
sering banget dengan enrico
itu namanya diospek
kalo aku tiap hari diospek ma enrico
seruuuuu
julie punya artikel menarik dengan judul ..pada titik sepi
Wakakakakakakakakak
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali
Itulah nikmatnya. Mendapat pengalaman2 lucu yang bisa diceritakan buat anak cucu.
Wakakakakak
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Pohon Tengkawang Berbuah 7 Tahun Sekali
hhhahahaha….bikin dongkol. betul-betul tes kesabaran yang sangat dahsyat. orang-orang yang istilahnya “sumbu pendek” pasti sudah nggak tahan, dan bisa meledak. tapi yang pasti hal ini bakal jadi cerita lucu di kemudian hari.
geRrilyawan punya artikel menarik dengan judul ..INDONESIA’S SKETCHER
Alhamdulillah saya belum pernah mengalaminya pak:)..btw ini cerita dari Ibong atau dari Bu Irma nih pak???
, atauuuu jangan-jangan sebenarnya ini pengalaman pribadi nih hehehe…
RitaSusanti punya artikel menarik dengan judul ..Menyusuri Jalan Kenangan – Bag # 1
Pernah banget!!!
Tapi melampiaskannya waktu orangnya sudah pergi, alias menggerutu seorang diri. huh!!!
Udah kayak Sinchan aja tuh Ibong. wehehehe…
hahahaha……saya hanya bisa ngakak….
syukur saya belum pernah ngalami…. :O
the Bunglon’s punya artikel menarik dengan judul ..Aturan Yang Gak Jelas
pantesan saja ya Gus, hampir semua guru TK itu Ibu Guru, yg sabarnya overdosis.
Ibong ….oh Ibong……kasian kan Bu Irma………sampai keringatan gitu……
Salam.
bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Lupa bersyukur…….????
maaf OOT nih, Gus.
lanjutan Lastri jatuh cintanya , mannnaa………??
salam.
bundadontworry punya artikel menarik dengan judul ..Lupa bersyukur…….????
iya nih,,, lanjutan lastri jatuh cintanya mana??? heheheh
ryodimas punya artikel menarik dengan judul ..SBY – Boediono Dilantik
guskar :
sabar… saya blm sempat bicara lg dng lastri..
bloghicking, Pak.
Seneng baca cerita yang ini.
Udah dua kali ini saya baca, lho!
alamendah punya artikel menarik dengan judul ..Kambing Hutan Sumatera Masihkah Tersisa
jujur sebenarnya saya tertawa terkekeh-kekeh membaca tulisan ini Kang Gus..
itulah yang disebutjiwa murni dan benar-benar polos dan hal itu pula menjadi sebuah ujian untuk Ibu Irma dalam menguji kesabarannya menghadapi sikap polos anak-anak. ya saya juga sering mengalami hal serupa dari gadis kecilku Kang
-salam-
Hariez punya artikel menarik dengan judul ..Be Blogger
hahaha…
kang Gus, cerita menarik. Memang seorang guru TK wajib memiliki kesabaran ekstra. Mungkin saat itu bu Irma jengkel. tapi di lain waktu kalau dia ingat, pasti akan tertawa..
Wah kang Gus. Rumahnya baru ya. maaf lama tidak sowan. saya juga sudah kurang aktif ngeblog nih..
ceritanya menarik walaupun di akhir tentang kaos kaki itu sedikit tidak masuk akal, tapi cukup sebagai bahan inspirasi menjaga kesabaran
wira punya artikel menarik dengan judul ..Selamat Bekerja Pak Presiden
guskar :
cerita kaos kaki bisa saja dibuat masuk akal, tp nanti nggak ada kejutan di akhir kisah. versi yg masuk akalnya begini :
sblm masuk kelas, murid2 hrs membuka sepatunya. mereka harus meletakkan sepatu mrk di tempat yg ditentukan. salah satu murid TK itu bernama ibong. ia pun melepas sepatu dan kaos kakinya. lalu di mana kaos kaki itu ditaruh? cara yang paling praktis adalah menyumpalkan ke dalam sepatu.
ketika istirahat siang, anak2 kembali mengenakan sepatunya. ibong, buru-buru memakai sepatu yg tanpa ia sadari masih ada kaos kaki di dalamnya…
hihihihi… anak2 seusia TK sering aneh2..tapi rasanya semua tingkahnya adalah lucu.. saya sendiri lebih sering dongkol tapi juga geli menghadapi anak2 saat usianya TK..jadi hampir ga pernah marah2 dibuatnya..
saya jadi ingat kira2 sebulan yang lalu, ini soal sepatu juga…
ada semacam kunci besi dibagian atas/penutup sepatunya.. anehnya, saat masuk kelas, si anak bisa membuka sepatunya sendiri tapi waktu mo dipakai lagi malah ga bisa.. kuncinya ga bisa dibuka…jadilah para ibu guru dan beberapa ortu murid termasuk saya bergantian mencoba membukanya…tapi gagal.. kalo tidak salah, sampai jam pulang ga ada yang berhasil membukanya hingga sang ortu anak tsb ditelp..
spt biasa saya mngantar si kecil sekolah, dan ada salah satu anak yang memakai sepatu super canggih
huahahahahahahha…
seneng baca nya. anak – anak memang ajaib yah?
ais ariani punya artikel menarik dengan judul ..belajar dari anak kecil
hehehe.. kalau berada dalam posisi bu irma sih belum pernah gus
tapi kalau dalam posisi ibong seingat saya sih pernah
tapi untuk kasus sepatu bola, waktu dulu latihan bola pas masih sd.