Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Sabai nan Aluih

angelina jolie

Gadis berambut sebahu itu telah menyempurnakan keindahan pagi yang sedang gerimis dengan syair-syair indah yang keluar dari mulutnya. Jemarinya lincah memainkan benang dalam mesin tenun dipangkuannya.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu                                                     
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

                                   ~ sapardi djoko damono ~

Ya, siapa yang tidak mengenal perawan jelita dari kampung Padang Tarok ini. Ia yang bernama Sabai nan Aluih, Sabai yang halus lagi lembut. Kecantikan dan sifat terpujinya membuat bangga kedua orangtuanya, Rajo Babanding dan Sadun Saribai.

Arkian, kecantikan Sabai nan Aluih didengar oleh seorang saudagar kaya raya dari kampung Situjuh, yang jaraknya sehari perjalanan dari Padang Tarok. Saudagar kaya itu Rajo nan Panjang yang sebenarnya masih sahabat dari Rajo Babanding, ayah Sabai nan Aluih. Sebagai seorang buaya darat, Rajo nan Panjang begitu ingin menyunting bunga nan jelita yang tinggalnya di pinggiran sungai Batang Agam itu. Segera saja ia menyuruh para begundalnya pergi ke kampung Padang Tarok untuk meminang Sabai nan Aluih.

“Kami utusan resmi Rajo nan Panjang dari Kampung Situjuh, maksud kedatangan kami untuk menyampaikan pinangan tuan kami kepada Sabai nan Aluih,” kata salah seorang utusan Rajo nan Panjang.

Ayah Sabai nan Aluih menghela nafas panjang dan menjawab, “Begini tuan, saya tidak bermaksud mengecewakan hati sahabat saya. Tolong sampaikan permintaan maaf saya kepadanya bahwa saya malu bermantukan orang kaya yang seumuran saya. Silakan kalian tinggalkan rumah kami!”

Rajo nan Panjang meradang mendengar laporan para begundalnya bahwa ia ditolak oleh Rajo Babanding. Segera saja ia bergegas berangkat sendiri untuk menemui sahabatnya itu. Sesampai di rumah sahabatnya, tanpa basa-basi ia tuturkan tujuannya untuk meminang Sabai nan Aluih jadi istrinya.

“Sahabatku, sebaiknya kita berunding di luar rumah saja,” ajak Rajo nan Babanding, yang sebenarnya menolak pinangan secara halus.

“Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan. Tapi di mana kita akan berunding?” tanya Rajo nan Panjang agak berang.

Akhirnya disepakati bahwa tempat berundingnya di Padang Panahunan, seminggu lagi.

Rupanya Sabai nan Aluih mendengar semua pembicaraan dua sahabat itu dan Sabai nan Aluih mengkuatirkan keselamatan ayahnya.

“Apakah berarti nanti akan terjadi perkelahian di Padang Panahunan, ayah?” tanya Sabai nan Aluih.

“Benar anakku. Tetapi kamu jangan kuatir, ayah pasti bisa menjaga diri,” jawab Raja Babanding.

Sejak itu, Sabai nan Aluih selalu gelisah memikirkan keselamatan ayahnya. Bahkan kegelisahan itu terbawa dalam mimpinya.

“Ayah, semalam aku bermimpi begitu buruk. Lumbung padi menjadi arang, kerbau sekandang dicuri orang dan ayam ternak disambar elang, bukankah ini pertanda buruk?” Sabai nan Aluih menceritakan mimpinya kepada ayahnya.

“Anakku Sabai, mimpimu itu pertanda baik. Lumbung padi terbakar berarti padi akan dipanen, kerbau hilang berarti ternak kita akan bertambah, ayam disambar elang berarti adikmu Mangkutak akan dilamar orang,” bujuk ayahnya.

“Oh ayah, kalau benar demikian, hati Sabai menjadi tenang. Akan tetapi, jika malapetaka yang menimpa ke mana lagi kami akan bergantung?” kata Sabai nan Aluih dengan sedih.

“Tenanglah, apa yang ayah lakukan ini untuk menjaga harkat dan martabat keluarga kita. Ayah tidak ingin kehormatan keluarga kita dicoreng oleg Rajo nan Panjang yang angkuh dan sombong itu,” kata Rajo Babanding.

Dan hari yang ditentukan tiba. Di Padang Panahunan yang terik. Rupanya Rajo nan Panjang telah tiba lebih dulu di sana, buat apa kalau bukan untuk menyusun rencana liciknya. Tidak lama kemudian, Rajo Babanding pun datang. Tanpa sepatah kata yang terucap dari keduanya, mereka langsung saja mengeluarkan jurus berkelahinya. Gerakan dua sahabat ini sungguh lincah. Pada jurus ke enam Rajo nan Panjang mulai terlihat kalah. Rupanya kehebatan Rajo nan Panjang hanya besar di mulut saja. Pada saat terdesak seperti itu, ia mengacungkan tangan kanannya untuk memberikan isyarat kepada pegundalnya yang bersembunyi di balik semak.

Doorrrrrrr!!!

Terdengar letusan senjata dari balik semak. Raja Babanding tersungkur, dadanya tertembus peluru panas yang dibidikkan begundal Rajo nan Panjang.

Sabai nan Aluih yang sedang berjalan ke arena pertempuran kaget mendengar suara tembakan tadi. Ia bergegas menuju ke tengah Padang Panahunan. Di sana ayahnya tergeletak mati berlumuran darah.

“Dasar kamu laki-laki pengecut! Beraninya bermain curang kepada ayahku,” Sabai nan Aluih berseru kepada Rajo nan Panjang.

“Ha..ha…ha… sekarang tidak ada yang menghalangi kamu untuk aku jadikan istriku, anak manis”, kata Rajo nan Panjang berusaha meraih tangan Sabai nan Aluih.

Tanpa diduga oleh siapa pun, Sabai nan Aluih merebut senjata yang dibawa begundal Rajo nan Panjang, dan segera menarik pelatuknya. Terdengar dentuman yang sangat keras.

Seketika, Rajo nan Panjang tewas!

wahai ananda dengarlah peri
di atas yang benar hendaklah berani
menghadapi lawan berpantang lari
supaya hidupmu tidak merugi
wahai ananda dengarlah pesan
gagah berani sifat yang jantan
berlemah lembut sifat perempuan
di atas yang hak engkau berjalan
rizki jangan mematikan
harta jangan membutakan
nikmat jangan menyesatkan

______________________
Note : Hikayat ini saya tafsirkan secara bebas dari Sabai nan Aluih karya pujangga lama Tulis Sutan Sati, sekaligus sebagai prolog artikel tamu yang akan terbit besok yang berjudul “Dongeng” ditulis oleh Alia Makki

Tagged as: , , , , , , ,

23 Comments

  1. salam
    Itu rancak nian, nasihat -nasihat di paragraf terakhir, daleeeeeeeem banget gitu Mas *mencerna mode*
    Thanks s lot.

    guskar :
    klo ada ilustrasi musik minangnya… mkn asyik tuh…
    :)

  2. bundo speechless.. mati kutu..!!!
    disini tampaknya aliran sungai deras tampa hambatan *gghhlleegghhh.. bundo hanya bisa menelan ludah
    [guskar, bisakah lain kali sedikit berempati dengan orang tua semacam bundo. yang tertatih-tatih mengejar secarik ide yang melayang dibawa angin..]

    tapi bundo mau terimakasih untuk kisah Sabai ini.. karena bisa membantu menjawab pertanyaan pakacil tentang siapakah itu Sabai?

    **lebih pas klo pake fotonya Angelina Jolie di tomb rider

    guskar :
    bundo, bgmn dng gambar Angelina Sabai Jolie-nya?
    kisah Sabai ini msh pada alurnya kan? [iya, soalnya guskar nggak jd tokoh di dalamnya :) ]

  3. no comment ( kayak selebriti aja ha….ha…)
    Memang cuma Guskar yg bisa begini…..
    *geleng2 kagum*
    salam.

    guskar :
    ikut2n no comment deh bun…
    :)

  4. Dongeng terakhir yang saya baca (seingat saya) adalah tentang Si Pahit Lidah, yang bisa merubah manusia menjadi batu. Tapi rasanya itu sudah lama sekali, sampai saya tidak ingat kapan membaca dan membaca di mana. Ketika membaca ini, tiba seperti tertarik kembali pada atmosfer dongeng yang selalu hipnotik :)

    guskar :
    tertarik sama novel jadul : layar terkembang, salah asuhan, atheis, nggak den?

  5. GUskar memang edun
    Guskar Memang Hebat
    Kayanya Gak berlebiham kalao saya memberikan julukan GUSKAR sebagai “Buya Hamka” Masa Kini.
    Saking edunnya
    Sering kali saya kesulitan kasih komen tulisan2nya
    Salaaam hangat dari Kota Hujan

    guskar :
    kang abi lebay..deh… xixixixi…

  6. berunding di luar rumah artinya diselesaikan dengan adu kekuatan fisik atau perkelahian.
    mendingan seperti pejabat sekarang : diselesaikan di hotel, di lapangan golf, atau di cafe.
    di akhir cerita tinggal ada si sabai dan begundal.
    happy ending buat begundal :-)
    siapa lagi si begundal, kalo bukan g**k*r. :roll:

    guskar :
    hua..ha..ha…
    aku nggak berani masuk ke crt ini noe..
    di senapan itu masih ada 1 peluru.

  7. kata penuh makna Gus. Pesan moral yang indah. Dalem banget. Trims atas pesannya.
    Salam

    guskar :
    terima kasih kembali kang
    :)

  8. Selamat sore Guskar, saya menikmati benar ceritranya sampai pikiran saya menerawang ke Padang Panjang, sambil menunggu acara makan malam menikmati ceritra Sabai nan Aluih, rupanya Guskar senang juga ceritra-ceritra Roman Bertendens, sama saya juga suka. Okay Gus terima kasih ceritranya… ceritra lagi yang lainnya yach, Terima kasih, Sukses untuk Guskar,

    Regards, agnes sekar

    guskar :
    saya mesti baca2 cerita melayu dulu nih mbak..
    thanks apresiasinya. salam

  9. Top tenan pancen Guskar. Teko Jowo sampek Tanah Minang disasar kabeh. Request Gus, kalo ada postingan lagi, fotonya Eliza Dushku ae… :D

    guskar :
    barusan aku main ke google mas, nyari tau siapa itu Eliza Dushku ..
    pantes aja… sampeyan request fotonya dia… :-D

  10. jann… guskar habat i… kabeh di pakek…
    *some text missing*

    guskar :
    kapan2 crito reyog ponorogo yo dat?

  11. bertutur kata, bersikap lembut selayaknya perempuan. bertekad kuat, berani dalam tindakan. harus seperti itukah gus?

  12. lah tadi komenku dimana ya…?

  13. Wow.. luar biasa bang, cerita sederhana ini memuat banyak sekali pesan.. salah satunya tentang karma, kemudian tentang harga diri, dan juga tentang mahkota seorang dara… makasih yaa…

    guskar :
    ikut2n blognya joddie nih… banyak memnuat pesan…
    :)

  14. komenku yang pertama nyasar entah dimana…
    lahhh sudahlah…. mending saya nikmatin lagi wajah jolie dan puisinya sapardi djoko damono… (padahal sempet merenung2 dulu sebelum tadi komen… heheh)

    guskar :
    komeng pertama td dianggap spam… *kok tega ya? :)

  15. Duh, inget waktu SMP, pelajaran bahasa Indonesi,gurunya Ibu Sungkari, masih single. Kalau duduk seenaknya saja.
    Cerita semacam ini banyak ya mas di negeri kita. Bunuh diri demi sebuah harga diri dan kesetiaan.
    Mantap, sekali2 harus mengenang dongeng2 negeri tercinta.
    Salam hangat dari Surabaya

    guskar :
    mmg duduknya gimana dhe? *eh, kok malah takon detilnya… :)
    kelingan jaman sekolah, cowok2 pasti pada koor : di sana…. tempat lahir betaaaa……

  16. Drpd Sabai nan khayal, aq pilih yg nyata aja yi.: Dessy nan Ratnasari, Wulan nan Guritno … yg berani ganggu tak dor .. tanpa hrs ngabisin peluru segudang kaya nangkep curut di jawa …. kabuuurrrrr

  17. walau telat : KERENNNNNNNNNNNNNN :)
    jumialely punya artikel menarik dengan judul ..Teknologi Informasi : Masyarakat Kreatif, Indonesia Maju

  18. aku inginnya SDD aku sukaaa..,
    dan aku menemukannya kembali disini

    dan..

    line terakhir itu [puisinya] n9ena ban9eed…

    its so 9reats kyaine..
    wi3nd punya artikel menarik dengan judul ..~ Ruang Rindu~

  19. Wah, kemarin saya bongkar-bongkar koleksi buku njenengan disini, sepertinya itu belum ditulis ya Gus? Kira2 di toko buku masih ada nggak ya Gus buku2 itu? Matur suwun infonya, saya masukkan dalam list :)

    guskar :
    iya den mas, sy mulai ngoleksi buku pujangga lama/baru stlh balai pustaka kembali menerbitkan novel2 lama thn 2006. barangkali hrs ke gramedia matraman, siapa tahu masih ada. banyak buku koleksi saya yg blm saya buat resensinya.
    :)

  20. Coba nanti saya cari Gus kalau sudah pulang. Mungkin minggu depan atau dua minggu lagi saya sudah balik. (untuk persiapan berangkat lagi :D << bolak-balik kayak setrika)

    Ada buku yang sampai sekarang belum saya dapat, Para Priyayi-nya Umar Kayam, saya selalu lupa. Lebaran nanti semoga juga bisa menyelesaikan novelnya Langit Kresna Hariadi. Sudah agak longgar kayaknya untuk leyeh2 :)
    Matur suwun infonya

    guskar :
    sampeyan klo cari Para Priyayi dan Jalan Menikung Pak Kayam di toko buku sdh nggak ada, mesti ke penerbitnya : Pustaka Utama Grafiti atau browsing ke toko buku online
    :)

  21. ternyata benar Gus. hanya tinggal di palasarionline.com saja yang masih ada. Itupun hanya beberapa saja :)

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?