<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Misteri Angka Proklamasi</title>
	<atom:link href="http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/</link>
	<description>satu blog seribu hikmah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:16:55 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Bung Karno, Gus Karno dan basuKarno (part 1)) &#124; abdulcholik.com</title>
		<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/#comment-2516</link>
		<dc:creator>Bung Karno, Gus Karno dan basuKarno (part 1)) &#124; abdulcholik.com</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 21:43:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sukarnosuryatmojo.wordpress.com/?p=3042#comment-2516</guid>
		<description>[...] blogger bernama Soekarno Suryatmojo yang menggunakan nama panggung Guskar dalam artikel berjudul Misteri Angka Proklamasi.  Tulisan Guskar ini menggunakan gaya bertutur aku sebagai fokusnya,  yang dilengkapi dialog [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] blogger bernama Soekarno Suryatmojo yang menggunakan nama panggung Guskar dalam artikel berjudul Misteri Angka Proklamasi.  Tulisan Guskar ini menggunakan gaya bertutur aku sebagai fokusnya,  yang dilengkapi dialog [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ada apa setelah Proklamasi ? &#124; abdulcholik.com</title>
		<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/#comment-2515</link>
		<dc:creator>Ada apa setelah Proklamasi ? &#124; abdulcholik.com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 21:38:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sukarnosuryatmojo.wordpress.com/?p=3042#comment-2515</guid>
		<description>[...] Ternyata menjelang dan setelah proklamasi kemerdekaan negara tercinta ini ada kejadian-kejadian yang mencengangkan kita semua. Tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dipaksa untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia oleh Adam Malik, Chaerul Saleh, Sukarni dan lain-lainnya. Peristiwa Rengasdengklok  ini  telah diceriterakan oleh Guskar. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ternyata menjelang dan setelah proklamasi kemerdekaan negara tercinta ini ada kejadian-kejadian yang mencengangkan kita semua. Tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dipaksa untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia oleh Adam Malik, Chaerul Saleh, Sukarni dan lain-lainnya. Peristiwa Rengasdengklok  ini  telah diceriterakan oleh Guskar. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KangBoed</title>
		<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/#comment-2514</link>
		<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 14:32:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sukarnosuryatmojo.wordpress.com/?p=3042#comment-2514</guid>
		<description>hehehe.. 0211.. 2011 ada apakah dengan th 2011 ?????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe.. 0211.. 2011 ada apakah dengan th 2011 ?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KangBoed</title>
		<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/#comment-2513</link>
		<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 14:31:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sukarnosuryatmojo.wordpress.com/?p=3042#comment-2513</guid>
		<description>Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank<br />
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AGUSTUSAN, URUNAN KEMERDEKAAN &#171; Blog Kanggo GaweAnu</title>
		<link>http://guskar.com/2009/08/05/misteri-angka-proklamasi/#comment-2512</link>
		<dc:creator>AGUSTUSAN, URUNAN KEMERDEKAAN &#171; Blog Kanggo GaweAnu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 22:44:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sukarnosuryatmojo.wordpress.com/?p=3042#comment-2512</guid>
		<description>[...] Dalam thenger-thenger itu saya bayangkan rame-rame lomba Agustusan, yang bahkan sebelum saya lahir, sudah menjadi rutinitas tahunan dengan semangat kemerdekaan, semangat kebangsaan yang meluap-luap dalam kegembiraan. Lagu Indonesia Raya, bendera merah putih berkibaran di mana-mana, bahkan anak-anak kecil pun wira-wiri dengan penuh semangat, “MERDEKA!!!” sambil mengacung-acungkan bendera merah putih kecil dari plastik. Saya tidak tahu, setelah 64 tahun sejak kemerdekaan itu direncanakan, diatur, dirapatkan hingga kemudian diproklamasikan tanpa saya mengalaminya, juga setelah pergantian generasi, ada berapa persen cuilan semangat kemerdekaan dalam hati ini yang tersisa, hingga untuk urunan Agustusan pun harus digregiki sedemikian rupa oleh batur yang lulusan SD. Saya coba pejamkan mata, sambil memikirkan tentang kemerdekaan, mencoba membayangkan wajah Soekarno, atau wajah Hatta, Syahrir, Radjiman, Soebardjo, Darwis, Chaerul Saleh, juga tentang Rengasdengklok, tukaran pro kontra golongan tua dengan golongan muda, perdebatan Syahrir, Soekarno, Hatta tentang siapa yang berhak memproklamasikan kemerdekaan, tentang naskah proklamasi yang ditulis jedhar jedher pake mesin ketik, juga membayangkan rapat yang digelar lemburan pada malam proklamasi, sambil berharap pengalaman spiritual seperti yang dialami oleh Guskar. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Dalam thenger-thenger itu saya bayangkan rame-rame lomba Agustusan, yang bahkan sebelum saya lahir, sudah menjadi rutinitas tahunan dengan semangat kemerdekaan, semangat kebangsaan yang meluap-luap dalam kegembiraan. Lagu Indonesia Raya, bendera merah putih berkibaran di mana-mana, bahkan anak-anak kecil pun wira-wiri dengan penuh semangat, “MERDEKA!!!” sambil mengacung-acungkan bendera merah putih kecil dari plastik. Saya tidak tahu, setelah 64 tahun sejak kemerdekaan itu direncanakan, diatur, dirapatkan hingga kemudian diproklamasikan tanpa saya mengalaminya, juga setelah pergantian generasi, ada berapa persen cuilan semangat kemerdekaan dalam hati ini yang tersisa, hingga untuk urunan Agustusan pun harus digregiki sedemikian rupa oleh batur yang lulusan SD. Saya coba pejamkan mata, sambil memikirkan tentang kemerdekaan, mencoba membayangkan wajah Soekarno, atau wajah Hatta, Syahrir, Radjiman, Soebardjo, Darwis, Chaerul Saleh, juga tentang Rengasdengklok, tukaran pro kontra golongan tua dengan golongan muda, perdebatan Syahrir, Soekarno, Hatta tentang siapa yang berhak memproklamasikan kemerdekaan, tentang naskah proklamasi yang ditulis jedhar jedher pake mesin ketik, juga membayangkan rapat yang digelar lemburan pada malam proklamasi, sambil berharap pengalaman spiritual seperti yang dialami oleh Guskar. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
