Misteri Angka Proklamasi
Setiap bulan Agustus, saya menyempatkan diri tetirah di Rengasdengklok tepatnya di sekitar monumen Tugu Rengasdengklok untuk mengenang perjuangan para pahlawan bangsa. Di sini pernah terjadi suatu peristiwa yang di dalam pelajaran sejarah disebut dengan Peristiwa Rengasdengklok, peristiwa yang dimulai dari penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda seperti Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.
Saya mendekati rumah Djiaw Kie Siong (lihat gambar). Entah kekuatan apa yang menghentakkan tubuh saya masuk ke rumah tersebut, cepat sekali. Dalam beberapa detik fikiran saya kosong dan begitu mata saya terbuka, saya menyaksikan Soekarno dan Hatta sedang dikerubungi oleh para pemuda, salah satunya jadi juru bicara. Kalau saya lihat posturnya, pemuda ini bernama Adam Malik.
“Tidak bisa Bung, sore ini proklamasi harus dikumandangkan. Kalau perlu dari depan rumah ini,” Adam Malik berkata kepada Soekarno dengan berapi-api. Hatta, yang sejak tadi diam akhirnya berkata, “Anak muda, dengarkan dulu apa alasan Bung Karno akan mengumandangkan proklamasi besok pagi. Silakan Bung!” Hatta mempersilakan Soekarno berbicara.
“Baik saudara-saudara, akan saya paparkan alasan saya mengumandangkan proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 besok,” Soekarno mulai membeberkan alasannya.
Semua diam, termasuk saya. Semua menunggu penjelasan Soekarno selanjutnya. Saya lihat, Soekarno mengambil pena dan kertas buram.
“Lihat angka 17 ini,” kata Soekarno, sarjana lulusan ITB ini. “Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat, timing-nya saudara-saudara. Di Saigon dulu, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17.”
“Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, tanggal 16?” sela Sukarni, salah seorang pemuda yang juga menginginkan kemerdekaan secepatnya.
“Saya seorang yang percaya pada mistik dan hitungan primbon. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, tanggal 17 lebih memberi harapan dan saya merasakan di dalam kalbu, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sekarang sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat Legi, Jumat yang manis, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam shalat seharinya 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia,” suara Soekarno menggelegar di ruangan itu.
Saya mengangguk-angguk mengiyakan penjelasan Soekarno. Mistisisme dalam angka 17 memang luar biasa. Banyak yang percaya 17 merupakan angka pemberian Tuhan yang paling istimewa. Angka ini dibangun dari angka 1 (satu) dan 7 (tujuh) yang menggambarkan banyak hal penting. Angka 1 adalah angka Tuhan itu sendiri, yang menandakan keberadaan ke-Esa-an Tuhan agama-agama samawi. Sementara angka tujuh diistimewakan sehingga Tuhan menciptakan tujuh hari dalam satu putaran pekan dan langit pun dibuat berlapis tujuh. Juga ketika di akherat nanti, di sana akan dijumpai jembatan menuju surga yang besar dan lebarnya serambut dibelah tujuh, hanya orang beriman saja yang bisa melewati jembatan itu. Bahkan orang pusing pun disebut dengan pusing tujuh keliling!
Tanpa saya duga sebelumnya, Soekarno menoleh ke arah saya dan berkata, “Hey, kamu yang juga punya nama Sukarno. Kamu kan yang suka iseng main primbon angka-angka di blogmu? Coba terangkan apa istimewanya tanggal 17 Agustus 1945 ini”. Kalau Bung Karno telah memberikan perintahnya, siapa berani menolaknya.
Saya kaget dan dalam kemampatan fikiran saya coba utak-atik angka Proklamasi 1781945.
Dan inilah hasilnya :
17 + 8 = (1 X 9 – 4) X 5
1 X 7 – 8 = 19 – (4 X 5)
1 + 7 – 8 = 1 X 9 – (4 + 5)
17 – 8 = 4 + 5
1 X 7 – 8 = 4 – 5
Ada lagi :
1 X 7 X 8 X 4 X 5 = 1120 dibalik 0211, kurangkan 1120 – 0211 = 0909 dibalik 9090, lalu jumlahkan 0909 + 9090 = 9999 (sembilan kembar empat)
Semua orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan, termasuk Soekarno. Semakin keras saja tepukan tangan mereka, memekakkan gendang telinga saya. Tidak kuat, saya tutupi kedua telinga, saya pejamkan mata untuk menghalau rasa sakitnya.
Saya terbangun, ternyata sedang terbaring di salah satu kamar rumah sakit Proklamasi Rengasdengklok Karawang. Semaput karena kelelahan!
________________________________
: Asem tenan, aku diapusi
Guskar maneh..!
46 Comments
Trackbacks
- AGUSTUSAN, URUNAN KEMERDEKAAN « Blog Kanggo GaweAnu
- Ada apa setelah Proklamasi ? | abdulcholik.com
- Bung Karno, Gus Karno dan basuKarno (part 1)) | abdulcholik.com

aku yo melu keno apus, apess..apesss..
guskar :
maab!!
Benarkah kita sudah MERDEKA gus..?
guskar :
kata merdeka jangan didefinisikan…ntar kata merdeka jd terkekang…
cuma mbah surip yg sekarang paling merdeka…
1^(7×8)=1^(9x4x5)
1^(7/8)=1^(9/4/5)
1^(7+8)=1^(9+4+5)
1^(7-8)=1^(9-4-5)
1^(7×8)=1^(9×4/5)
1^(7×8)=1^(9×4+5)
1^(7×8)=1^(9×4-5)
1^(7×8)=1^(9/4×5)
1^(7×8)=1^(9/4/5)
1^(7×8)=1^(9/4+5)
1^(7×8)=1^(9/4-5)
dst…
dst…
akeh endi, gus.
jiahaha…
nek ketemu angka satu, jadi akeh tunggale.
diriku dulu suka bermain angka plat kendaraan yang biasa terdiri dari 4 angka untuk dijadikan persamaan.
misale B2934AC, bisa dibikin persamaan := 3^(4/2)=9 atau V9x2=3xV4
dan berbagai kombinasi lainnya…
perasaan tadi ada yang aneh di postingan ini. scroll up scroll down.
eh ternyata tenan. gravatarku dianggo ik.
asem tenan ik.
guskar :
urusan itungan matematika di atas, mengko sikik… cari waktu luang untuk cek satu2 .. he..he..
arep utak-atik fotomu aku nggak bisa pake sotoshop atau shop2n yg lain.. ambil aja gravatarnya
Waahh, saya baru tahu ada alasan tersendiri ya, memilih angka 17 sebagai tanggal proklamasi..
Nice post..
guskar :
untung bung karno bercerita ya…
hahaaaa.. imajinasi/ mimpi yg hebat, bisa ketemu sekaligus mendapat perintah dari Bung Karno
guskar :
siap…komandan!!
sebentar lagi, 17 itu datang! merdeka!
guskar :
merdeka, bung!
kang guskar mang ahlinya angka
btw, bentuk perumahan di gambar itu… kalo di palembang itu bisa ditemuin di rumah Kapitan, rumah veteran jenderal bernama Kapitan.. rumahnya luas
guskar :
kapan2 diposting ded… biar temen2 lain pd tau..
Jadi, seandainya BungKarno bukan orang Jawa bergama Islam, apa tanggal/angka kramatnya bakalan lain lagi?
guskar :
yg pasti nggak bakalan ada upacara 17an…
Sing lara kui Sukarno apa Soekarno Gus?
wah..wah.. semaput yang menyenangkan..bisa ketemu Soekarno-Hatta !!
bener ya 17081945 itu keramat, bisa diutak-atik gitu..trus klo 9999 artinya apa lagi tuh.. ( hehehe.. emang dukun ya mas.. !! )
Soekarno sudah memilih angka yang bagus untuk mengumandangkan kemerdekaan, sayangnya banyak penerus bangsa ini yang lupa bahwa hingga kemerdekaan itu akhirnya dikumandangkan, ia diraih dengan darah dan air mata Soekarno serta jutawan pahlawan lainnya.. Semoga esok Indonesia lebih baik.. !
guskar :
)
9999 angka bagus kan ceu (maksa ya
kini, darah dan air mata tumpah lagi di ibu pertiwi krn ulah teroris sialan..
Hayyah tak kirain beneran ceritanya
Jadi refresh pelajaran sejarah bangsa jaman smp dulu mas
guskar :
peristiwa dengklok itu mmg benar2 terjadi
karawang selain disebut kota lumbung padi, jg sebagai kota pangkal perjuangan
Kebenaran cerita di atas banyak kalangan yang mempercayainya (mengenai misteri angka 17 itu). Dalam buku Soekarno penyambung lidah rakyat – Cindy Adams, pada saat Soekarno dalam masa pembuangan di Bengukulu, dia membuat kelompok sandiwara dan skenario ditulis oleh Soekarno. Dalam salah satu adegan sandiwara, dia telah menyisipkan simbol2 tanggal kemerdekaan RI 17-8-1945. Dan itu terbukti.
Selamat menikmati kemerdekaan!
guskar :
waduh… terpaksa ntar buka bukunya deh.. samar2 saya ingat ada adegan itu ketika bung karno dibuang di bengkulu. tq
haha.. bisaaa ajah..
saya pikir cerita sejarah tenanan. jebule cerita sejarah ngawuran. hihi..
tadinya bingung dg persamaan dari Noe, lha ternyata itu tanda ‘pangkat’ to.
1^(7×8) itu maksudnya 1 pangkat 56 to.
nek gitu namanya curang.. hasilnya ya pasti sama.
haha.. kereatip..kereatip..
guskar :
pangkate noe cen pirang-pirang mas..
pagi bang.
wah blue juga pengagum beliau tapi blue belum pernah kesana tuh………kapan kapan ajak blue yah bang
salam hangat selalu
guskar :
ke rengasdengklok? ya, dari rmh saya kira2 setengah jam
Hmmmm, begitu hebatnya angka 17, makanya anakku yang pertama Eny Indah Agustiany lahir tanggal 17 Agustus. Kini dah punya 2 momongan, Dita dan Briga. Briga juga lahir bulan Agustus, mengikuti jejak ibu dan mbahkungnya.
Ah saya jadi ingin pada bulan Agustus ini merayakan ulang satu atap dengan anakku Eny dan cucuku Briga. Nggelar tikar, ngepung tumpeng dengan lauk rempeyek kacang 17 biji,tempe bacem 6 biji dan sate kelapa sebanyak 59 tusuk, plus ayam panggang diiris-iris jadi 64 potong. Cukup dah untuk serumah.
Seandainya bung Karno setuju tanggal 16, yaaaaaaa nggak ada tujuhbelasan donk mas.
Salam hangat dari Surabaya kota pahlawan.
guskar :
ntar jangan lupa undangannya ya dhe…
sajake gayeng tenan kiyi… 17an di keluarga besar pakdhe…
hahaha… lucu ceritanya..
aku belom pernah mimpi bertemu bung karno
guskar :
mimpinya ntar malam kali..
Ya, angka berapa pun memang menarik untuk diutak-atik … ^_^
guskar :
betul pak..
wow…suatu perhitungan yang sangat sangat….unique….jadi keaslian lutuna itu huehehehe
guskar :
bermain angka mmg mengasyikan
Iki,itung itungan 170809 iki sing durung diajarin karo pak sadimin (guru IPS/sejarah, smp n 1)…..he..he..he. rgd.bg.
guskar :
pak sadimin ngajari bangsa materi jaman prasejarah..
suwun, mas bg sdh mampir
Keren ceritanya. Khayalan tingkat tinggi banget…
guskar :
sm tiang panjang pinang tinggian mana ya?
Kata anak Geografi UGM, posisi geografis Indonesia terletak di 6LU-11LS dan 96-141BT, maka 6+11 = 17 ; 6+1+1 = 8 ; 141-96 = 45. Jadi kita merdeka pd 17-8-45
bundo mau nebak guskar terbaring di kamar nomer berapa.., tapi sayangnya guskar dah keburu pulang
guskar :
waktu itu di kmr no 1708, bed no 45 bun..
ora mudeng aku…tambah mumet yen ketemu itung-itungan. sing penting kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 bulan agustus tahun 1945. Masalah misterine,aku manut wae… Hik…hik…hik…
guskar :
sampeyan di krawang sdh brp tahun mas? pernah ke tugu dengklok ga?
wah guskar ki pancen waskito tenan je, ngelmune nganggo di GOTHAK di GATHIK di GATHUK banjur MATHUK lan wis dong dadi MANTHUK MANTHUK…..iki ngelmu jowo tenan je….
guskar :
iki ngono melu2 itungan buku primbone mbah guno carito…
hehe….. tadi saya pikir mas guskar ini emang ikut hadir pada peristiwa rengasdengklok. mungkin waktu itu masih kuuuueeciiilll banget yah….
weleh weleh….. sudah serius bacanya dari awal sampek ngos-ngosan ternyata endingnya semaput….
mantap mas
guskar :
mestinya di dongeng ini, umur saya sebaya dng soekarno saat itu
salam sukses, kata orang mas, jika bermimpi ketemu para orang-orang terkenal. Itu tanda mau jadi orang besar toh…he…he… Amin.
guskar :
sebesar apa pakwo ha..ha…
huahahahahahahaha…
tak pikir opo,
wis semangat2 aku dari awal baca nya loh padahal,
siapa tahu ada misteri beneran..
kan bisa juga menguak misteri kelahiranku
*halah*
nebeng iklan : ultah ku sama loh sama ultah nya NEgri ini
guskar :
sip… ntar kue tart-nya dipasang bendera merah putih yak?
Keren ya. Ternyata misterinya menarik.
Tepuk Tangannnnnnnnnn…
Nice post..
Salam
Meski agak berbau fiksi, alasan mistis biasanya endonesa banget tuh Mas Gus..apaa aja…
guskar :
biasanya stlh terjadi, lalu disambung2kan dng mistis..wow..seru banget
semaput juga!!!>.<
melu keno apus2 koyo oom noe…
Guskar memang jago…*jago ngapusi??:lol:*
@Mas Guskar
Sayangnya hasil pemikiran yang super hebat dari Sang Proklamator itu hanya tinggal slogan semata… jadi kapan dunk bangsa ini mengganti acara seremonial 17/8/45 menjadi spirit untuk meningkatken harga diri bangsa ?!
Salam kemerdekaan.
Haniifa.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
hehehe.. 0211.. 2011 ada apakah dengan th 2011 ?????
Apa malah SUKARNOE?
guskar :
ada tiga tokoh yg bener2 ada, tinggal pilih : Soekarno, Sukarni dan Sukarno.
sing semaput sing nggawe crito..
letak geografis indonesia 6 LU – 11 LS dan 95 – 141 BT. Referensi lihat sini
Bisa jd setelah sempadan-ligitan serta blok ambalat ilang, panjang bentang NKRI berkurang 1 derajat, sehingga menjadi 96 – 141 BT
@meksa
ini serius atau satire ya
kalo seriusnya: sipadan-ligitan itu ada di utara (tapi masih kalah utara dibanding pulau weh).
artinya tidak berpengaruh ke batas garis bujur timur. bisa mempengaruhi garis batas lintang utara jika pulau tsb terletak paling utara.
kalo satire: balik maning ke om bibit
@noe, klo letak geografis serius.
ntar klo saya ngasih contoh dng misalnya, aceh dilepas, papua dilepas dari NKRI… indonesia merdeka tahun berapa dong?
guskar :
silakan slg berdiskusi….
sssttt … jgn ribut, aq dah blg itu bkn katanya Om Wiki ato buku IPS; aq khawatir jgn2 benar, batas negara dah geser 1 derajat dari 95 jd 96 … rugi 60 mil laut to? (1 mil laut sekitar 1,8 km)
@meksa
ternyata bisa jadi cuma kurang smiley.
itu bisa berarti banyak makna
kok pulangnya bukan hari Jum’at Legi… tapi malah Saturday night fever….. John Travolta.. he he he…
wah, tanggal lahirku 27, dadi gak sido keramat hehehe…
nebeng sama pertamax, biar ikut kuenceng, Gus
guskar :
tenang aja mas..kirimkan secara lengkap tanggal lahir anda ke reg spasi primbon kirim ke 2727
27 = 2 + 7 = 9, angka bagus!
27 agustus = 2708 dibalik 8072 lalu buat hitungan 8072 – 2708 = 5364, dibalik 4635 lalu jumlahkan 5364 + 4635 = 9999, tuh angka 9 kembar 4. angka keramat toh?
@Mas Guskar
, Apalagi momentumnya tepat sekali sekarang ?!
Lha yang saya bingung, kok bisa jadi artikel yang mantap’s begini…
Nice post.
(dua jempol untuk papahnya @mba Lila)
#Haniifa.