Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Ruang Hening : Memaknai Kematian

benderakuningSemua yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya juga. Begitu sederhana sebuah kematian. Tubuh di hadapan saya sudah dingin, diam tidak bergerak. Saya menarik nafas dalam-dalam, tanpa sadar saya masuk ke ruang hening.

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir” (QS 39 : 42)

Manusia bernafas adalah aktivitas hidup dengan menghirup udara oksigen dan mengeluarkan zat asam arang. Zat oksigen dibutuhkan oleh seluruh sel tubuh. Zat ini diperlukan untuk proses pembakaran, sehingga sel-sel di dalam tubuh mendapatkan tenaga. Tenaga inilah yang digunakan untuk mengedarkan zat-zat lain yang diperlukan tubuh. Secara normal, nafas diperlukan untuk kehidupan jasmani.

Dan jasad di hadapan saya tidak bernafas lagi.

Saya mulai mengatupkan mulutnya, kemudian perlahan saya mulai melepas pakaian yang dikenakannya dengan menggunting pakaian itu bagian per bagian. Manusia terlahir dalam keadaan telanjang, ketika mati pun demikian.

Kami pun berdoa dengan ta’zim. Isak tangis masih terdengar dari kamar sebelah.

Jenazah itu adalah tetangga sebelah rumah saya, meninggal dalam usia yang relatif masih muda, satu tahun di bawah umur saya. Pulang dari kantor mengeluh sakit di dada, tidak memberikan kesempatan kepada istri dan anak-anaknya untuk merawat sakitnya, dia meninggal sesaat setelah mengeluhkan sakitnya. Hanya 10 menit saja.

_____________
PS : Turut berduka cita atas luka dan meninggalnya para korban ledakan bom di Ritz Carlton dan JW Marriot Jakarta, 17 Juli 2009. Numpang tanya, siapa sih yang lagi iseng nyulut bom di negeri yang damai ini?

Tagged as: , , , , , , ,

24 Comments

  1. Mgk aq dpt pertamaaaxxx … Oksigen = O2 … berkat itu setiap pagi kita berucap “Alhamdulillahil ladzii ahyaana ba’damaa amaatanaa wa ilaihin nusyuur”. Kalo ada obong2 uwuh (sampah) kita hindari CO2. Tp gara2 mas GusKar kirim lagu2 jadul, beberapa malam aq sering kemasukan zat KSO2 (kelingan sing ora-ora) …
    (Turut berduka cita utk tetangga mas; jg utk korban JWM dan RC)

    guskar :
    singkatan rumus kimia, yen dijawa’ne akeh singkatan sarune mas.. jaman sma mbiyen kok pada kreatip
    :D

  2. maut datang tanpa kita duga, suatu hari ia akan menghampiri salah satu dari kerabat atau kita sendiri, semoga saja kita dijemput tidak dalam kehampaan iman

  3. Setiaf Jiwa pasti akan merasakan mati.
    Namun sayang banyak orang yang takut mati di atas kendaraan dll, tapi sedikit sekali mereka yang takut mati di atas ranjang sehingga mereka betah berbuat maksiat di atas ranjang.
    Padahal kebanyakan orang yang mati adalah di atas ranjang.
    Bukan begitu GUS ?

    guskar :
    he..he.. kang abi kayaknya sdh lakukan survey ya..

  4. saya masih berkomunikasi dengannya via sms, dan empat kemudian dia tiada..kematian menyapanya.. begitulah.. Postiangan di atas mengingatkan saya akan momen itu dan mengingatkan saya pula bahwa saya pasti menyusulnya…

  5. weleh..ada kata yang kelewat : ‘empat jam’ kemudian maksudnya..

    ps : turut berduka atas korban bom tadi pagi di JW Marriott dan The Ritz Carlton..

    guskar :
    empat jam yg lalu, msh segar bugar ya ceu…
    btw, postingan ceuceu ttg bom kok yg muncul cuma judulnya aja ya.. bbrp x sy klik nggak bs.. tp ntar tak coba lain

  6. weleh..ada kata yang kelewat : ‘empat jam’ kemudian maksudnya..

    ps : turut berduka atas korban bom tadi pagi di JW Marriott dan The Ritz Carlton..

    guskar :
    empat jam yg lalu, msh segar bugar ya ceu…
    btw, postingan ceuceu ttg bom kok yg muncul cuma judulnya aja ya.. bbrp x sy klik nggak bs.. tp ntar tak coba lain

  7. kematian, lebih dekat dari sandal jepit yang kita pakai!

    guskar :
    benar sekali mas

  8. kematian, lebih dekat dari sandal jepit yang kita pakai!

    guskar :
    benar sekali mas

  9. Betul sobatku..alangkah sombongnya kita jika selama ini kita menggunakan semua milik Allah tapi kita tdk taat kepada-NYA..Ok makasih sobatku

    guskar :
    hrs sll bersyukur atas segala nikmat yg diberikanNya

  10. ingin tahu jawabnya…
    tunggu di blog aku yaa..
    Insya Allah besok dah jadi tulisannya

    guskar :
    wah..bikin penasaran deh

  11. tak mundur sedetikpun dan tak maju sedetikpun. Kematian, kita sendiri yg harus mempersiapkan diri untuk menerima berkah-Nya itu….

    guskar :
    betul, mas teguh…

  12. Subhanallah, saya merinding membaca tulisan ini. Sering kali kalau tidak diingatkan, kita lupa bahwa nyawa ini, semata cuma titipan.

    guskar :
    krn cuma titipan, perlu kita jaga sebaik2nya

  13. Selamat malam Guskar, saya turut berduka cita atas musibah yang dialami tetangga Guskar, Manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang. Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakan dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat pada waktu yang malang. Karena itu berjaga-jagalah senantiasa, karena kita tidak tau kapan waktunya menghadap Sang Pencipta. Terima kasih tulisannya, Sukses untuk Guskar.

    Regards, agnes sekar

    guskar :
    benar mbak, selagi masih ada kesempatan kita harus mengumpulkan bekal jika sewaktu2 dipanggil menghadapNya

  14. setiap langkah ini hanyalah untuk menyambut kematian
    disadari ataupun tidak.. pura-pura ngga tau dan seringnya tak mau tau

    **bodohnya aku..

    guskar :
    benar sekali, bundo..
    **bukankah pernyataan bundo di atas menunjukkan suatu kecerdasan spirituil?

  15. halo met malem…gak bisa tidur nih jadi blog walking aja…happy blogging

    -> WordPress Application for Blackberry

  16. beberapa hari ini saya juga gak tau kenapa inget ama kematian mas gus..

    *yang iseng nyulur bom? mereka yang mengaku manusia tapi buat saya bukan manusia!

    guskar :
    sbg bahan introspeksi mas

  17. ya itulah mas Gus “Malam penGantin” yang abadi mau dapaet baik atau buruk tergantung amal dan ibadahnya masing2….
    salam dari sahabat di balikpapan
    dan selamat pagi

    guskar :
    malam pengantin yg sesungguhnya ada di alam kubur?
    salam kembali ummi hubby… btw, ada mana url-nya..biar sy bisa kunjung balik ke balikpapan

  18. Yg ngebom jati diri manusia nya telah hilang gus..

    guskar :
    biar gusti Allah yg membalasnya kang..

  19. setiap kali mendengar berita kematian, kita selalu terkejut,padahal sudah pasti mengetahui kematian itu akan datang.
    semoga saat kematian menjemput, kita dalam keadaan beriman dan dijalan Allah swt, amin.
    salam.

  20. ikut berduka cita
    sekaligus ikut bersuka cita atas kepedulian terhadap kematian seorang tetangga, bahwa di jaman sekarang masih ada orang yang peduli menunggui, memandikan, mengkafani tetangga yang meninggal.
    semoga amal ibadah yang meninggal maupun yang mengurusnya diterima di sisinya. amin…

    guskar :
    amiin

  21. Sesuai dengan JUKRAH(Petunjuk Pengarahan) dari Allah Swt,Malaikat Pencabut nyawa hanya berpedoman pada “3 TAK” yaitu:
    1.Tak peduli berapa umurmu,artinya yang meninggal duluan belum tentu yang umurnya lebih banyak.Mbakyu saya meninggal dunia pada umur 2 tahun-jadi anak tunggal deh daku hix..hix..hix)

    2.Tak peduli siapa kamu,apakah Jenderal atau Kopral,Presiden atau Calon Presiden yang keok,majikan atawa karyawan,dokter atau apoteker,direktur atau kondektur,kalau sudah tiba saatnya ya bablas.Gak harus Jenderal mati belakangan setelah Kopral atau sebaliknya.

    3.Tak peduli sedang apa kamu, ada yang meninggal ketika sujud dalam sholat,ada yang meninggal ketika bertemnpur,ada yang meninggal ketika ngelus-ngelus dilokalisasi,dll.

    So,siap-siap….selalu.

    Salam dari blog gress

    guskar :
    leres pakdhe… terima kasih atas pencerahannya. smg bloggers lain ikut menyimak wejangan pakdhe ini

  22. kematian seseorang tidak ada yang tau…
    maka dari itu persiapkanlah sebaik mungkin diri kita untuk menjemput hari itu…

    Mas/Pak kita bisa saling mengunjungi blog kita yuuk…
    makasih….

    guskar :
    oke mas dian…

  23. kematian memang Rahasia Allah SWT, Dia pemilik nafas manusia.

    sebuh pengalaman yang tak terlupakan tentunya Gus. setiap mengingat itu, mengingatkan kita kpd kematian, kepada Allah SWT. semoga menjadi ibadah yang besar, ingat akan kematian.
    salam.
    Badruz punya artikel menarik dengan judul ..Membuka Tali ‘Pocong’

    guskar :
    benar mas.. pengalaman batin yg luar biasa menurut saya..

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?