Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

"Iya, blog Anda memang cupu, secupu penulisnya"

Ora_Kanggo_by_HningBeberapa kali di bawah artikel karnaval blog bermutu saya melihat komentar penulis blog yang mengakui kecupuan tulisannya. Saking cupu sampai lebih baik tidak ikutan karnaval.

Saya bukan polisi mutu. Terserah Anda mau menganggap tulisan Anda cupu atau tidak. Saya hanya bertanya-tanya : Jika benar blog Anda cupu, apa itu artinya isi blog Anda tidak berguna dibaca orang lain?

Jika Anda menjawab pertanyaan di atas dengan “Ya”, maka saya akan beranggapan bahwa Anda termasuk orang yang menyianyiakan ruang publik. Karena sebenarnya ada perbedaan antara tulisan jurnal pribadi dengan ruang publik.

Tulisan cupu bukannya tidak ada harapan untuk dibuat bermutu. Benar kata para sesepuh, bahwa semakin dilatih, semakin tajam tulisan kita. Jadi, perbaiki yang cupu. Benar kata pencatat amal, bahwa semua kerjaan kita dicatat, sampai sedetil-detilnya. Maka, apa tidak lebih baik menulis dengan usaha untuk memperbaiki karma daripada menebar sampah?

Ada banyak sumber untuk menajadikan blog kita jadi lebih bermutu; baik dari segi topik bahasan, penulisan maupun entertainment. Apapun tujuan Anda untuk mempertahankan posisi di ruang publik ini, ingat-ingat beberapa aturan berikut:

  1. Ini ruang publik. Kalau Anda keberatan halaman sekolah atau taman rekreasi Anda dikencingi orang sembarangan, Anda juga diminta untuk tidak muntah sembarangan.
  2. Siap mental. Karena ini ruang publik, siap-siaplah dihina & dikritik : bukankah itu resikonya mengetuk perhatian publik? Bukankah itu resiko dari melindungi kebebasan berekspresi?
  3. Menulislah untuk Tuhan. Bagi yang Atheis, menulislah untuk semesta, orang tua, negara. Tidak usah mikir terlalu jauh, tapi daripada menguras sumber daya untuk masturbasi intelek & narsisme, coba cari median Manfaat dari tulisan Anda. Pesan apa yang bisa saya ambil dari tulisan Anda?

Untuk apa lagi Anda menulis?

___________________________________________________________________

Artikel Tamu ini ditulis oleh Alia Makki, penggagas Karnaval Blog Bermutu

Tagged as: , , , , , , ,

32 Comments

  1. pusing berat nii saiia kang :(

  2. yupzz…intinya PeDe ajah ya om..okeh om itu masukan yang berguna buat saya :-D makasih om buat masukannya..

    -salam- ^_^

  3. Yaaaa….Menulis itu melatih kemampuan diri….

    Jangan takut salah dan dikritik, itu adalah bagian dari Proses pembelajaran bukann… :)

    Salam semangat Bocahbancar……

  4. Waaaaaah.. jadi malu mas Gus Kar.. maklum daku masih new bie.. baru belajar menulis mas.. saran dan kritikannya daku terima dengan lapang dada yaaaa.. semoga sebagai bahan pembelajaran yaa mas
    Salam Sayang

  5. Bagus Mas Guskar… tulisan ini emang cupu… mudah-mudahan koment-nya juga cupu-cupu :D

    Hati-hati dengan kangboed :D

  6. Kalo saya lebih cupu lagi nech… :D

  7. mas cupu sebelah mananya cepu heheheheh

    menulilah dengan kata hati itu yang sedang saya lakuin

  8. wah… galaknya keluar juga :-D
    ayo men temen, waktunya tinggal sedikit hari lagi. cupu atau tidak yang penting ikut dulu, lihat hasilnya. baru kita bisa memvonis kalo kita cupu ataw tidak. tentunya untuk menjadi evaluasi mandiri dan bekal nulis lagi ke depan.
    mumpung ada panitia non-profit :-D

    btw eniwei, cupu itu apa ya?

  9. Cupu = Culun punya!

  10. perkenalkeun, saya blogger cupu.
    menulis untuk diri sendiri.
    silahkan diambil yang baik saja, yang buruk jangan. :mrgreen:

  11. “menulislah untuk tuhan”…. dalem banget mas

  12. waaaaaaaaaaaaah.. maaaas Ahmaaaad serius amat.. hehehe.. santaaaaaai maaas.. santaaaaai..
    Hidup kang DEDE DUKUN.. *tanpa G ya*
    Salam Sayang

  13. bener bgt sobat
    dahsyat
    oh ya, bagaimana dg blogku? :D

  14. gada yang cupu koq
    kita semua ini kan masih belajar
    so ga usah takut di bilang cupu :D

  15. setuju kang… menulislah karena ingin menulis… jangan menulis karena ingin dipuji, dll… jangan buat menulis menjadi sebuah beban.. :D

  16. “jangan buat menulis menjadi sebuah beban..”

    aku suka kata2nya deni..!!!

  17. Menarik sekali mas..kalau gitu saya tdk sungkan2 lagi utk terus menulis…

  18. setuju…menulis saja, tapi ya terima juga konsekuensinya. aduh pokoknya jangan terlalu dianggap berat lah….setiap hal kan ada resikonya juga.

    yang penting, bagaimana orang lain akan menghargai karya kita kalau tidak dimulai dari kita.

  19. wah memang benar.. blog saya juga masih cupu.. malah cupu banget seperti penulisnya yang kuper…hii

  20. Berbagai macam motivasi orang dalam menulis : sebagai informatif, Pengetahuan, hiburan, Apapun yang ditulis ia sudah berbuat untuk orang lain. Memang yang Guskar katakan idealnya menulis dengan hati, tulus dan dapat bermanfaat bagi orang lain, tapi tidak semua orang berkemampuan seperti kriteria yang ideal. Terkadang tulisan cupu pun kita perlukan. Ini pengalaman ya Gus, suatu ketika ada yang berkunjung ke web saya dan pada komentnya dia minta dikunjungi balik, lengsung saya ke TKP, tapi setelah sampai di Wb nya, kebingungan tidak ada wadah Blognya hanya deretan tulisan-tilisan dan tidak ada tempat komentnya, kemudian saya berfikir apa maksud di pembuat koment ini, saya tetap memberikan respon pada koment yang ia tinggalkan pada web saya, sampai sekarang belum ada respon balik. Menurut Guskar bagaimana tindak lanjutnya ? dan mengapa bisa seperti itu ? Terima kasih atas atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  21. Wo, ternyata ngono to Gus, gakpapa, wek-ku luwih cupu. Ora mung cupu, tapi culun Gus. Salam buat keluarga besar SMA N 1 Karanganyar ya.
    Ngom-ngom blog siapa saja yang cupu? :D T4ku ya :D

  22. Wah saya punya teman, (bukan maksud saya menjelekkan teman saya) dia bilang termasuk anggota BNN (Blogger Narsis Nggilani) dan dia juga punya teman yang bilang lebih baik mengalami Diare Tekstual daripada ……….

    Gimana pendapat Guskar?

  23. blogku jg cupu. .. cupu buanget..ya udah i2 aj. .he 3x..Soekarno jd presiden lg donk

  24. semoga sy bnyk meraih hikmah dr apa pun yg sy lihat, nikmati, dan baca, sekalipun itu dianggap sampah yg berbau busuk…
    dan ternyata faktanya : sampah juga memberi penghidupan bagi manusia di negeri ini…
    _salam anget_

  25. sekedar jd “cupu” aja perlu perjuangan lho Mas GusKar; dari ulet (larva), kepompong (pupa), lalu cupu (imago) … perlu metamorfosis to?! Eh … cupu opo kupu sih? Mbuh-lah, aq dhewe blm bisa nulis yg bermutu … sing ptg belajar trs … ber-metamorfosis … supaya jd cupu … eh kupu (kualitas punya!)

  26. Uhm…
    Blog sekarang jadi ajang gengsi atau rendah diri yaa?

    Mas Guskar lagi sebel sama isi blog bermutu?

  27. Saya juga cuma py blog cupu,,,,tapi selalu berusaha agar isi curhat punya arti bagi yg mbaca nya…. :smile:

    Ini ruang publik, Siap mental, Menulis untuk Tuhan.
    Good Point. I’ll remember

  28. ya ya ya, nice motivator n inspirator..
    salam kenal ;)
    pangapurane pak, sakderenge boten kulonuwun langsung komeng ra genah.. hehe

  29. Setuju …
    Jangan pernah merasa cupu …
    perasaan cupu … cemen dan sebangsanya …. itu membunuh hasrat menulis anda …

    Salam saya Gus
    nh18 punya artikel menarik dengan judul ..NOTES KECIL

  30. Blog saya ndak cupu koq, cuma masih lugu poooolllll banget :)

    Mas Ben
    http://bentoelisan.blog.com
    Mas Ben punya artikel menarik dengan judul ..Resah

  31. woo…
    itu to
    jan ndeso tenan
    tararengkyu, om

  32. nebeng di atas ya Gus (biar dilihat orang << narsis :D )

    terutama untuk poin nomer 3 itu Gus, sepertinya saya harus lebih banyak belajar. Menulis dengan kerendahhatian. Semoga bisa dan bisa :)
    terima kasih, hari ini satu pelajaran berharga lagi saya dapatkan dari njenengan. Saya harapkan kritik, support dan bimbingannya dari penulis pemula ini. semoga bisa lebih baik :)

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?