Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Krisis Pria Paruh-Baya

lha iya wong nyatane wis tuwo tenanBarangkali benar apa kata Meong di My Evolution, salah satu tanda krisis paruh-baya pada pria adalah “ada tidaknya kumis. Kalo biasanya lebat, lalu tiba-tiba ngilang”. Jim Conway, di dalam bukunya Men in Midlife Crisis menyebutkan bahwa masa krisis itu terjadi pada usia 34 – 45 tahun.

Jadi, kalau berdasar teori Conway, saya masuk dalam rentang umur tersebut.

Ini bukan curcol, tapi apa yang saya paparkan di sini bisa jadi sedang dan akan saya alami. Saya juga melihat krisis paruh-baya itu di lingkungan pergaulan saya.

Kecemasan yang datangnya pertama kali ketika saya mulai menyadari kalau ada perubahan di tubuh ini, perut makin buncit, rambut pelan-pelan bertabur uban (ah.. ini sebenarnya peringatan Tuhan, supaya saya segera meninggalkan “dunia hitam” ke “dunia putih”), mudah lupa, dan perubahan fisik lainnya karena pertambahan usia.

Saya lebih nyaman model rambut cepak dan menghilangkan kumis, karena saya “malu” memamerkan uban di rambut dan kumis saya. Memakai baju yang tidak dimasukkan ke dalam celana, supaya perut buncit ini bisa terkamuflasekan.

Masa lansia saya kira-kira lima belas-dua puluh tahun lagi, di mana di masa ini akan menghasilkan berbagai macam penyakit yang tingkat kompleksitasnya cukup tinggi, bahkan mendekati kematian.

Kecemasan kedua saya adalah pekerjaan. Apakah pekerjaan yang saya tekuni dan geluti sekarang ini bisa menjamin masa depan sekolah anak-anak saya, sementara cicilan rumah masih dua belas tahun lagi? Setiap bulan saya rutin mendapatkan gaji tanpa bisa melakukan kegiatan yang bisa menambah penghasilan di luar gaji. Kecemasan itu saya bunuh dengan berkumpul dengan teman-teman satu komunitas setiap jumat petang yang anggotanya berusia antara 40 – 50 tahun. Banyak peluang usaha yang dihasilkan dari acara kumpul-kumpul ini.

Betapa seringnya saya mendengar keluhan teman kalau dia sudah tidak betah bekerja di perusahaan itu, tapi minggu depannya saya masih menyaksikan dia menggunakan seragam kerja yang itu-itu juga.  Rupanya, dia hanya mengeluh, depresi dan mengancam akan keluar dari pekerjaannya, tetapi besoknya dia akan datang lagi ke tempat kerja.

Ini gawat. Berapa banyak suami, yang pulang ke rumah hanya mendapatkan omelan dan keluhan istrinya : tiap hari pulang malam, kok hasilnya cuma segini? Bukan disambut dengan senyuman manis atau sapaan hangat. Terakumulasi menjadi kemarahan, tidak saling percaya, kejengkelan : oh, aku telah dijajah dan dirongrong oleh istriku sendiri! Pada saat ia sedang dalam suasana hati yang sangat egois, ia sedang ingin memenuhi kebutuhannya sendiri, setan belang membisiki hatinya : ayo lakukan pengkhianatan!

Ada beberapa pria, yang di saat menyadari krisis paruh-baya sedang menderanya, justru tiba-tiba meningkat nilai spiritualitasnya. Ia segera insyaf ketika peringatan Tuhan menggelitik telinga dan batinnya.

Siapa itu?

Tagged as: , , , , ,

21 Comments

  1. *Hning menahan diri sekuatnya untuk tidak nyela*
    Kata Timekeeper – sambil nyabutin yang di kepala saya – “Uban adalah surat cinta dari Tuhan. Disyukuri.”
    Berhubung uban saya baru dua lembar, jadi ya kudu lebih giat berusaha meraih RidhoNya, ya?

    Tidak seperti…

    guskar :
    *thanks sdh nyela* :wink:

  2. Hhhmmm….Segera ingat meski sdang krisis Mas…

    Salam semangat saja dech dari Bocahbancar..,..

    guskar :
    menghadapi krisis dengan senyuman. Salam semangat kembali!!

  3. waduh 5 thn lg nih msk midlife crisis *pasang kuda”*
    btw photo separoh juga tanda midlife crisis ya pak…. ? hehehe *Just kiding*

    guskar :
    Kang Ardhie, ntar klo foto sy pasang full-face, dikira masih umur 20 tahun hihihi..

  4. Mas Agus, idealnya ketika memasuki usia paruh baya diiringi dengan semakin dewasanya rohani seseorang, tentu ketika kita melihat buah dari orang tersebut, misalnya semakin taat beribadah, semakin sabar, semakin tekun, semakin setia, semakin murah hati, semakin teguh pendirian, tapi tidak sedikit juga kita dapati yang semakin tua semakin nyleneh atau tua tua keladi. Keputusan ada di tangan kita, mau pilih yang mana, sikap hati menetukan untuk kita dapat hidup dengan tenang. Demikian mas, Tulisan yang kreatif, sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    guskar :
    mbak Agnes, terima kasih atas pencerahannya. Salam sukses kembali

  5. Untung aku masih abegeh, jadi nggak kena krisis.. :D

    guskar :
    semangatnya hrs spt abegeh jg loh dok

  6. kemarin nggak ikut jadi caleg kan mas? untung deh, kalo gagal meraih suara benar2 bisa krisis mental tuh… :D

    guskar :
    nggak ada niat sama sekali untuk nyaleg…

  7. life begin at fourty.
    dan ini berarti diriku belumlah juga hidup. ini sangat menyenangkan dan sedikit memotivasiku.
    gus, ciri-ciri orang sudah tuwa itu kata kumendanku : kopi, encok, dan nostalgia.
    kira-kira sudah terpenuhi semua atau belum?
    di postingan terakhir dirimu mengumpulkan naskah media cetak yang terserak.
    hmmm… barangkali dirimu mencoba memenuhi satu parameter dulu :-)

    ayo kita ikuti perkembangan kika dan lila saja, supaya waktu tetap beranjak ke depan…

    ps. repost, ya? apa mencoba bernostalgia lagi dengan postingan ini kembali.
    jiahaha…

    guskar :
    kopi, encok, nostaligia… bener kabeh noe.. :P
    repost ini :
    - ada juga yg lagi krisis, bsk artikelnya keluar di sini.. :)
    - saya lagi prihatin dng apa yg sedang dialami pakdhe cholik
    **guyonane bocah2 ga ngerti empan-papan blas!!

  8. mas guskar, membaca cerita mas guskar ini aku jadi teringat dengan pesan dari BU HAN (guru matematika waktu kelas 3) “le, ati-ati yo. mengko bocah-bocah lanang aja padha mbobot (perutnya buncit seperti ibu hamil) yes wes gedhe” apa itu termasuk peringatan terhadap krisis paruh baya dari seorang guru???

    Febri

    guskar :
    bu handayani SMA? mbiyen aku diwulang beliau pas klas 1…
    febri msh lama kan memasuki usia paruh baya
    :P

  9. Salam
    Waduh jd headline nie, pertanyaan siapa itu? klo jawaban saya siy pastinya Mas Gus, well..salut sangat secara dari cerita yang saya dengar, usia paruh baya buat laki-laki sering bermasalah dengan “Beger Mindo” ayo silahkan cari dan tanya orang sunda lagi, belom lagi klo memasuki masa pensiun ada istilah Post Power Syndrome..weleh complicated banget ya, doh jangan sampe lah ya…Amin

    guskar :
    ketika mulai menyadari bahwa sdh masuk usia krisis… merenung dan introspeksi.. agar nggak mengalami PPS.. beger mindo? PR lagi nih he..he.. untung saya ingat lagu pop sundanya nia daniati judulnya beger mindo, puber kedua, bukan?
    :)

  10. Krisis paruh baya=puber kedua ya Gus?

    Konon katanya emang jadi tambah “centil”, mungkin memang sudah jadi kodrat ya Gus… :)

    guskar :
    he..he.. bahkan bisa overdosis.. menjadi kecentilan…
    :)

  11. Lah … podho ae mas … gak usah bingung … kancane akeh! Nek jenuh yo buka2 blog apa ngasih utangan padaku …. syukur2 ngumpul pada ngaji …

    guskar :
    he..he.. yen wis diomongke ngene kan ati rasane rada entheng to mas.. :)
    jebul akeh kancane…

  12. Salam kenal juga, makasih udah berkunjung

  13. repost ya gus, kenapa ndak terdeteksi di google reader bundo ya..

    krisis pria paruh baya..! gus pasti punya puisi untuk menggambarkan keadaan saat ini **hehhe si bundo jahil :D
    kekhawatiran tentang kehidupan ke depan, itu wajar gus.. para kepala rumah tangga umumnya selalu khawatir apakah semuanya tercukupi, sekolah anak-anak dan segala macamnya.. tapi Allah itu Maha Menjaga , semua akan baik-baik saja.. bundo pernah mengalami saat ayah meninggal dan kami berlima masih pada kecil hanya bisa bergantung pada ibu.. ternyata semua bisa dilalui , walau ibu harus hutang terus”an ke bank buat sekolahin anak”nya.. tapi Allah sudah membayarkannya kembali semua hutang itu .. Alhamdulillah

    semuanya selalu akan baik-baik saja, ah gus sudah tahu itu..

    guskar :
    akhir2 ini saya msh sering dengar curhatan teman2 mengenai krisis paruh baya ini bun, dan saya meyakinkan mereka bhw itu proses yg mesti terlalui… masalahnya kita siap atau menghindar… toh sdh banyak contoh yg berhasil melalui masa itu bahkan menikmatinya…
    sajak pak sapardi ada bun, bbrp waktu lalu ada di kompas minggu, edisi berapa saya lupa.
    :)

  14. Itu akan dialami oleh siapa saja mas. Ketika akan pensiun saya juga mikir soal ekonomi terpimpin he..he..he. Untungnya anak-anak saya sudah menikah semua,sehingga ” kewajiban untuk membiayai mereka sudah tamat “, kalau ada ya tinggal mbantu2 jika mereka membutuhkan. Ke Makkah juga sudah tuntas.
    Saya terus terang tidak bekerja mencari nafkah lagi, jadi hanya mengandalkan uang pensiunan doank. Ada yang mengatakan bahwa pensiuan itu umumnya mantab alias makan tabungan dan bahkan ada yang ” matang ” alias makan utang, ha..ha..ha. Alhamdulillah saya tidak sampai, kecuali cicilan kartu kredit ha..ha..ha.
    Saya mencoba menyikapi dengan merubah pola hidup yang harus lebih ngencengin ikat pinggang.
    Saya syukuri saja agar tak sutris.
    Soal rambut , saya juga senang rambut cepak karena gampang ngurusnya. Saya kebetulan bukan keturunan orang yang rambutnya cepat putih. banyak orang yang gak percaya bahwa rambut ini asli bukan cet-cetn hitam.

    Kepanjangan ach Gus, entar di timpuk mas Wandi atau Kang Boed.
    Salam hangat dari Surabaya

    guskar :
    nah seperti sharing pengalaman dari senior gini ini guru kehidupan. bbrp teman sebaya saya, ada yg sdh mulai membiayai anak kuliah. klo kumpul2 gitu saling bercerita “ketakutan” jika nggak berhasil menghantarkan anak2 sampai ke jenjang rumah tangga.
    trm ksh pencerahannya dhe…

  15. saya terus baca berulang-ulang, mencoba mengambil hikmah. Saya belum paro baya dari sisi umur, tapi mengapa perasaan itu sudah muncul. Sudah paro bayakah saya???
    zenteguh punya artikel menarik dengan judul ..La Tomatina

    guskar :
    nikmati yg ada dulu mas..
    :P

  16. Menunggu puluhan tahu lagi bisa aku merasakan yang Mas Guskar rasakan sekarang ini.
    Lumayan tuk pelajaran agar siap lebih dini untuk menghadapi masa itu…

    Btw, Thanx ya buat bukunya. Baru nyampe pagi tadi…

    guskar :
    menunggu masa itu sambil baca buku, asyik tuh..
    ;)

  17. malam bang……..
    pokokna bagi blue krisis atau tidak krisis abang tetap sehat selalu sajalah biar tambah pede ok….ehehehe potongan rambutnya selayaknya sudah di telpon pak residen yah bang ehhehe……..
    salam hangat selalu
    dobleh yang malang punya artikel menarik dengan judul ..Tiup lilinnya blue……….

    guskar :
    kira2 mentri apa ya yg model rambutnya spt saya?
    :P

  18. Kang Gus ..bagian dari beberapa pria itu kan ? Amien…

    Rasanya ga pantes nasehatin.. cuma di usia segitu bukannya justru para pria dan pasangannya sedang menikmati proses hidup.. anak2 tumbuh dewasa..dll. ? ( semoga suatu saat nanti, saya bukan kelompok istri yang diceritain di atas.. naudzubillah..)

    Yang penting mah selalu bersyukur ya Kang…
    ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Terlalu Lelah.. Terlalu Hepi ?

    guskar :
    kunci induknya mmg hrs selalu bersyukur ceu..

  19. o iya.. kemaren ga ikutan kenduri..tapi mau dong bukunya… heheheh
    ceuceusovi punya artikel menarik dengan judul ..Terlalu Lelah.. Terlalu Hepi ?

    guskar :
    mau?

  20. di postingan sebelumnya saya juga diperingatkan Kang ~noe~. Kelihatannya saya sedang masuk episode itu dimana banyak gejala yang sama yang hinggap. Namun alhamdulillah semua dibikin enjoy alias dinikmati aja sehingga saya bebas dari pemikiran aneh yang bikiin kusut.
    Btw, perasaan kalo saya lihat dari bunyi tulisan dan di my evolution itu malah yang tersegar yang sekarang, walau pose dari samping. Semoga selalu segar Gus, sehingga selalu hadir memberikan artikel yang segar pula.
    arkasala punya artikel menarik dengan judul ..Suka Kereta Api

    guskar :
    ha..ha.. karena mulai nyadar pentingnya eling dan waspada kang…

    • hehehe…
      modalnya cuma itu, kang yayat.
      mumpungnya waktunya ndak selisih jauh dan masih inget point2 yg kemaren, maka langsung dikomengkan juga buat guskar :-)

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?