Kutunggu Jandamu
Perjalanan pulang-pergi ke kantor, saya lewat tol Jakarta-Cikampek. Ada hiburan gratis, yaitu pemandangan yang membuat saya suka senyum-senyum sendiri. Apa itu? Itilah folklor a la sopir truck yang mereka tuliskan di pantat truck, yang tidak lain adalah ungkapan curahan hatinya.
“Kutunggu Jandamu”- Ada gambar perempuan molek. Pak sopir harus sabar tuh, dia masih disayang suaminya, alih-alih diceraikan.
“Buronan Mertua” – Dengan gambar koboi membawa pistol. Mertua memburu menantu yang tidak menafkahi anak istrinya. Cepat pulang pak sopir, belikan anak istrimu makananan yang enak, agar mertuamu tidak galak lagi.
“Pah… mama kangen….!!” – Waduh, kalau ini kok ada gambar perempuan sedang tiduran setengah telanjang. Jangan-jangan dia itu selingkuhan pak sopir. Pantesan, kangen wae…
“Kata Mama, Papa Pacaran Lagi” – Gambarnya sepasang anak-anak. Pak sopir, kok anak-anak sampai tahu sih… makanya kalau berantem jangan di depan anak-anak dong.
“Moal Boros” (tidak boros, plesetan Marlboro). Benar pak sopir, jangan boros mengeluarkan uang untuk jajan. Mesti diirit uang bekalmu. Tuh di belokan depan sudah ada petugas yang nunggu jatah “mel-melan” darimu.
“Pulang malu, tak pulang rindu” Kenapa pak sopir, malu tidak punya uang?
“Jangan dinikahi, kalau segel rusak” Sudah berapa mampir di berapa pangkalan pak?
“Nenekku 1/3 dis” – Gambarnya perempuan keriput, rambut emas, berkaca mata hitam. Pak sopir, apanya yang seperti gadis? Bodinya atau senyumannya?
“Putus cinta… sudah biasa. Putus rokok … merana. Putus rem … matilah saya” - Dihiasi gambar muka Silvester Stalon sedang memanggul senjata. Cek dulu kondisi kendaraan pak, sebelum rem benar-benar putus di jalan.
“Cintamu tak seberat muatanku” – Dengan gambar cewek cantik, senyum menggoda. Dia memang cewek matre pak, ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang.
Selain tulisan nyentrik di atas, ada juga yang mengandung doa dan harapan. Seperti : Ridlo Illahi, Rindu Rosul, Cinta Damai, Bismillah, Doa Ibu Menyertaiku. Biasanya dihiasi dengan gambar seseorang yang berpeci atau berkerudung.
Anda melihat tulisan yang lain?

“Nenekku 1/3 dis” dan “Kakeknya 1/3 rong”
guskar :
anak2nya : 1/3 reng, 1/3 li, 1/3 ruda, 1/3, cucunya : 1/3 jah dan 1/3 sing