Padeblogan Kyaine

satu blog seribu hikmah

Jangan Ciptakan Generasi Kaleng

Di era computer dan jaman serba robot ini, eksistensi seorang wanita yang mempunyai peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier semakin banyak diperbincangkan. Berbagai seminar yang dilaksanakan pada saat ini, banyak mengambil tema tentang peranan wanita di jaman pembangunan.

 

Tak ada masalah bila wanita karier tersebut masih berstatus nona, sebab dia tidak mempunyai tanggungan berupa anak atawa suami. Tetapi bagi yang berstatus nyonya, sebagai wanita karier harus pandai membagi waktu antara karier dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Apabila mereka yang terlalu mementingkan kariernya, maka semua tugas rumah tangga akan diserahkan kepada si Yem pembantu rumah tangganya, mulai urusan dapur sampai mengasuh anak.

 

Nach, tentu saja dalam mengasuh anak si Yem mempunyai keterbatasan, apalagi dalam mengurus orok majikannya. ASI yang seharusnya disusukan hingga anak berusia dua tahun, digantikan dengan susu sapi kalengan. Tentunya kualitas ASI jauh lebih baik dari pada susu kalengan. Pertumbuhan anak produk ASI jauh lebih baik dibanding produk susu sapi. Maka jangan heran, apabila si anak setelah dewasa nanti senang melakukan “kumpul kebo”, toch ketika usia bayi dibiasakan minum susu sapi. Itulah generasi kaleng!

 

Tapi jangan kuatir, wanita “bertipe” semacam itu di Negara RI tercinta ini persentasenya sedikit sekali. Kalau tak percaya, lihat partisipasi ibu rumah tangga dalam kegiatan seperti Posyandu. Mereka antusias sekali dalam mengasuh dan memantau pertumbuhan anak-anaknya. 

 

Dimuat di : Tabloid Cempaka Minggu Ini, 29 Agustus 1990 dalam rubrik Sambungrasa

Tagged as: , ,

Leave a Response

Panjenengan ingin memperlihatkan postingan terbaru?